JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Tim Pengendali Inflasi Daerah DIY menemukan harga sejumlah bahan pokok di Pasar Semin, Gunungkidul, mulai merangkak naik menjelang Ramadan, Idulfitri, Imlek, dan Paskah. Meski demikian, stok dipastikan aman dan kenaikan dinilai masih dalam batas wajar.
Pemantauan dipimpin Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY Eling Priswanto bersama Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntari Ningsih, Rabu (25/2). Hasil pantauan menunjukkan harga gula pasir Rp17.000 per kg, minyak goreng Rp19.000, telur Rp30.000, beras premium Rp14.000, beras medium Rp13.000, daging ayam Rp40.000, cabai rawit merah Rp80.000, dan daging sapi Rp130.000 per kg.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan operasi pasar menjelang Lebaran. Intervensi gula, minyak, dan beras telah berjalan hingga enam putaran. Usulan penambahan kuota toko penjaga inflasi dari 40 unit juga akan dibahas lebih lanjut.
Dari sisi pasokan, distribusi LPG 3 kg di Agen PT Gasindo Kerto Raharjo tercatat 2.240 tabung per hari untuk 102 pangkalan. Harga di tingkat pangkalan sesuai HET, meski terjadi fluktuasi di pengecer.
Sementara itu, produksi beras di Gapoktan Maguru, Pulutan, Wonosari, dalam kondisi surplus. Kapasitas giling mencapai 1,5 ton per hari dengan harga jual Rp12.500–Rp13.000 per kg. Modernisasi alat pertanian dan dukungan Bank Indonesia memperkuat ketahanan pasokan.
TPID DIY menegaskan pengendalian inflasi dilakukan melalui strategi 4K—ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi efektif—serta kerja sama antar-daerah guna mencegah lonjakan harga berlebihan. (aga/ihd)






