Garongan dan Pulesari Harumkan Sleman di Ajang Desa Wisata DIY 2026

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau produk UMKM binaan desa wisata yang dipamerkan dalam rangkaian Penyerahan Penghargaan Lomba Desa/Kampung Wisata Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 di Hotel Grand Rohan, Banguntapan, Bantul, Rabu (22/9).

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meninjau produk UMKM binaan desa wisata yang dipamerkan dalam rangkaian Penyerahan Penghargaan Lomba Desa/Kampung Wisata Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026 di Hotel Grand Rohan, Banguntapan, Bantul, Rabu (22/9).

JOGJAOKE.COM, Bantul – Desa Wisata Garongan dan Desa Wisata Pulesari membawa kabar membanggakan bagi Kabupaten Sleman setelah meraih penghargaan dalam ajang Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY 2026.

Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara penganugerahan Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 yang digelar di Hotel Grand Rohan, Banguntapan, Bantul, Rabu (22/9/2026).

Bupati Sleman Harda Kiswaya hadir langsung menyaksikan momentum tersebut sekaligus memberikan apresiasi kepada masyarakat yang selama ini mengembangkan pariwisata berbasis komunitas.

Sleman meraih dua penghargaan sekaligus melalui Desa Wisata Garongan dan Desa Wisata Pulesari. Keduanya berada di Kapanewon Turi, Sleman.

Desa Wisata Garongan, Kalurahan Donokerto, meraih Juara 3 dengan skor 5.260 dalam kompetisi desa wisata tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut.

Sementara itu, Desa Wisata Pulesari meraih Kategori Khusus Dampak Ekonomi Terbesar dengan skor 5.100.

Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi kepada pengelola kedua desa wisata atas prestasi tersebut. Menurutnya, capaian itu menunjukkan komitmen masyarakat dalam memajukan pariwisata berbasis komunitas.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus pemicu semangat bagi seluruh pengelola desa wisata di Kabupaten Sleman,” ujar Harda Kiswaya.

Menurut Harda, prestasi tersebut menjadi bukti nyata kerja keras masyarakat dalam mengelola potensi lokal sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

Pemda DIY melalui Dinas Pariwisata DIY menjadikan lomba tersebut sebagai instrumen evaluasi terpadu terhadap pengelolaan destinasi wisata berbasis komunitas secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Eling Priswanto mengatakan, penilaian mencakup aspek tata kelola, pelestarian sosial budaya, dampak ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan.

“Pengembangan desa wisata saat ini bergeser dari sekadar kumpulan usaha lokal menjadi satu kesatuan ekosistem kepariwisataan yang holistik,” ujarnya.

Eling menjelaskan, kompetisi tersebut menjadi salah satu tahapan untuk mempersiapkan perwakilan terbaik menuju sertifikasi internasional berstandar Community-Based Tourism (CBT) ASEAN.

Proses penilaian berlangsung sejak Mei hingga Agustus 2026 melalui kunjungan lapangan independen oleh tim juri pentahelix tanpa pemberitahuan jadwal kepada peserta.

Total hadiah pembinaan yang disiapkan dalam Lomba Desa/Kampung Wisata DIY 2026 mencapai Rp190 juta untuk para pemenang.

Ketua Dewan Juri GKR Bendara menegaskan, lomba tersebut harus dimaknai lebih luas, bukan sekadar kompetisi untuk menentukan peringkat.

“Lomba ini merupakan instrumen pembelajaran, evaluasi, sekaligus peningkatan mutu pengelolaan destinasi,” tutur GKR Bendara dalam acara tersebut.

Menurut GKR Bendara, penilaian tidak hanya mempertimbangkan keindahan lanskap atau jumlah wisatawan, tetapi juga kemampuan komunitas dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan.

“Yang dinilai bukan hanya keindahan lanskap atau banyaknya wisatawan, tetapi kemampuan komunitas dalam mengelola potensi lokal,” tegasnya.

GKR Bendara juga berpesan agar pemenang yang maju ke tingkat nasional dapat membawa praktik.(ady)

Berita Terkait

Lurah Tahunan Dorong JBM Bangun Kebiasaan Belajar Anak
‎Api Meluas, Pohon Pinus Tumbang, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla
‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya
‎Menolak Bungkam, UMKM Alkid Bongkar Tekanan dan Jukir Ilegal Terang-terangan
‎Uji Emisi Gratis Dibuka, Pemkot Yogyakarta Bidik Udara Bersih
GPM Buka Posko Udara, Kawal Beasiswa Kuliah Anak Rakyat
Dishub DIY Raih Prestasi Nasional, Pelajar Pelopor Keselamatan Lalu Lintas
Sleman Creative Weeks 2026 Menggugah Budaya Lewat Ruang Bersama Warga

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:29 WIB

‎Api Meluas, Pohon Pinus Tumbang, Tim Gabungan Berjuang Padamkan Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 13:38 WIB

‎Susanto Dwi Antoro Buka Merti Kampung Gambiran, Bergerak Lestarikan Budaya

Rabu, 23 September 2026 - 13:30 WIB

‎Menolak Bungkam, UMKM Alkid Bongkar Tekanan dan Jukir Ilegal Terang-terangan

Selasa, 22 September 2026 - 20:00 WIB

‎Uji Emisi Gratis Dibuka, Pemkot Yogyakarta Bidik Udara Bersih

Selasa, 22 September 2026 - 19:36 WIB

GPM Buka Posko Udara, Kawal Beasiswa Kuliah Anak Rakyat

Berita Terbaru