‎Garin Nugroho Raih Officier Prancis, Diplomasi Budaya Menguat

Selasa, 2 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Jogja – Pemerintah Prancis kembali mengakui kiprah internasional sutradara Indonesia Garin Nugroho dengan menganugerahkan gelar Officier dans l’Ordre des Arts et des Lettres.

‎Penghargaan ini diserahkan oleh Duta Besar Prancis Y.M. Fabien Penone dalam perayaan JAFF 2025 French Night di IFI Yogyakarta, 1 Desember.

‎“Kontribusi Garin telah memperkaya dunia sinema dan memperkuat hubungan budaya Indonesia–Prancis,” ujar Penone.

‎Kementerian Kebudayaan Prancis menilai karya Garin tidak hanya berdampak di tingkat artistik, tetapi juga strategis bagi perkembangan perfilman global.

‎“Ia membawa narasi Indonesia menembus ruang internasional dengan cara yang memukau,” ucap Penone menambahkan.

‎Gelar ini merupakan kenaikan peringkat setelah ia ditetapkan sebagai Chevalier pada 2015.

‎Rekam jejak Garin menunjukkan pengaruh panjang terhadap diplomasi budaya Indonesia.

‎Film “Daun di Atas Bantal” menjadi karya Indonesia pertama yang tampil di Cannes pada 1998. Sementara “Memories of My Body” meraih Montgolfière d’Or di Prancis pada 2018.

‎“Saya selalu percaya seni adalah jembatan antarnegara,” kata Garin saat menerima penghargaan.

‎Pemerintah Prancis terus membuka ruang untuk karya Garin.

‎Tahun ini, Cinémathèque française akan memutar “Daun di Atas Bantal” sebagai pembuka Panorama Sinema Indonesia di Paris, menghadirkan dialog budaya yang lebih intens.

‎“Garin adalah pionir yang menjadikan sinema sebagai diplomasi yang hidup,” ungkap perwakilan IFI.

‎Selain berkarya, Garin turut membangun ekosistem film lewat JAFF dan JAFF Market yang mempertemukan kreator Indonesia dan profesional Prancis.

‎Film terbarunya, “Samsara” (2024), meraih empat Piala Citra dan terus mendapat apresiasi internasional.

‎“Kami mengapresiasi visi kuatnya untuk masa depan perfilman Indonesia,” tutup Penone.

(waw)

Berita Terkait

Setu Sinau ing Malioboro Dirancang Hadir Rutin Setiap Sabtu sebagai Daya Tarik Wisata Edukatif
Relawan Lintas Iman Bersihkan Kelenteng, Toleransi Menguat
Polda DIY Gaspol Amankan Higienitas Program MBG
‎HUT 18 Gerindra, Kader Teguhkan Amanat Prof Suhardi
Pemkot Yogyakarta Jaga Kondusivitas Ramadan Lewat Pengaturan Usaha Pariwisata
Merayakan Weton dalam Karya Batik, Agenda Budaya Digelar 14–21 Februari 2026
Geliat Putri Mataram Ziarah Bung Karno, Teguhkan Cinta Tanah Air
‎Donor Darah HPN 2026 Satukan Hotel, PMI, Komunitas

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:11 WIB

Setu Sinau ing Malioboro Dirancang Hadir Rutin Setiap Sabtu sebagai Daya Tarik Wisata Edukatif

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:34 WIB

Relawan Lintas Iman Bersihkan Kelenteng, Toleransi Menguat

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:14 WIB

Polda DIY Gaspol Amankan Higienitas Program MBG

Kamis, 12 Februari 2026 - 23:09 WIB

‎HUT 18 Gerindra, Kader Teguhkan Amanat Prof Suhardi

Kamis, 12 Februari 2026 - 22:50 WIB

Pemkot Yogyakarta Jaga Kondusivitas Ramadan Lewat Pengaturan Usaha Pariwisata

Berita Terbaru

Muhammadiyah meluncurkan 24 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di tujuh Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), Jumat (12/2), di Ballroom The University Hotel Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (Humas UMY)

Pendidikan

Bersama UMY, Muhammadiyah Luncurkan 24 PPDS di Tujuh PTMA

Jumat, 13 Feb 2026 - 18:01 WIB