Edward Candra Pimpin Peringatan Hari Lahir Pancasila, Serukan Persatuan dan Gotong Royong

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Palembang – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Drs. H. Edward Candra,.M.H bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (2/6/2026).

Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tersebut diikuti oleh para pegawai di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, Edward Candra menyampaikan bahwa 1 Juni 2026 menjadi momentum untuk kembali berdiri di atas tanah pusaka guna memperingati Hari Lahir Pancasila. Menurutnya, peringatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia.

“Tema yang diusung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 adalah Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia. Tema ini merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia yang abadi,” katanya.

Ia menegaskan, Pancasila merupakan “bintang penuntun” yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian dan ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bagaimana keberagaman yang terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam satu ikatan kebangsaan.

“Pancasila adalah jangkar moral kita dalam menghadapi turbulensi global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik. Indonesia bukan hanya penonton dalam kancah dunia. Sesuai amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, kita memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Pancasila juga menjadi fondasi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif,” tegasnya.

Menurutnya, nilai musyawarah dan mufakat yang dianut bangsa Indonesia merupakan instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan dan menghentikan konflik. Sebagai bangsa besar, Indonesia terus menunjukkan kepemimpinan nyata di tingkat global.

Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran Indonesia dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah merupakan pengejawantahan sila kedua Pancasila, yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” tandasnya.

Ia menambahkan, Indonesia Raya bukanlah mimpi kosong. Namun, kemajuan ekonomi dan teknologi tanpa arah moral dapat menyesatkan. Karena itu, seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, diajak menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau sekadar teks dalam buku sejarah,” tegasnya.

Selain itu, ia menitipkan pesan kepada para menteri dan kepala daerah agar memastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak kelompok yang paling rentan, serta tidak membiarkan ada rakyat yang merasa ditinggalkan.

“Kita harus terus melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat merusak harmonisasi kebangsaan kita,” pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh pihak untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan serta menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas, kuat dalam semangat persatuan, dan kokoh dalam nilai-nilai kemanusiaan.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di republik yang kita cintai. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka!” ucapnya.

Sumber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

Sekda Edward Candra: Saatnya Koperasi Sumsel Naik Kelas!
Panen Raya TNI Dongkrak Optimisme Herman Deru Wujudkan Produksi 5 Juta Ton di Sumsel
Kunker Komisi IV DPR RI ke Sumsel, Wagub Cik Ujang Soroti Pengelolaan Perizinan Karbon Hutan
Percepat Transformasi Layanan Kesehatan, Sekda Sumsel Kawal Peralihan Klinik BP KORPRI
Cik Ujang Hadiri Safari Jumat di Masjid Al Hikmah, Teguhkan Kebersamaan dengan Masyarakat
PSEL Palembang Dikebut, Wapres Gibran dan Gubernur Sumsel Pastikan Proyek Strategis Nasional Berjalan Lancar
Sinergi Tokoh Sumsel: Herman Deru dan Cik Ujang Sambut Kunjungan Wapres Gibran di RSUD Siti Fatimah
Bangkitkan Wastra Daerah, Feby Herman Deru Ajak Masyarakat Cintai Batik Lokal

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 11:10 WIB

Sekda Edward Candra: Saatnya Koperasi Sumsel Naik Kelas!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Panen Raya TNI Dongkrak Optimisme Herman Deru Wujudkan Produksi 5 Juta Ton di Sumsel

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:16 WIB

Kunker Komisi IV DPR RI ke Sumsel, Wagub Cik Ujang Soroti Pengelolaan Perizinan Karbon Hutan

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:28 WIB

Percepat Transformasi Layanan Kesehatan, Sekda Sumsel Kawal Peralihan Klinik BP KORPRI

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:17 WIB

Cik Ujang Hadiri Safari Jumat di Masjid Al Hikmah, Teguhkan Kebersamaan dengan Masyarakat

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:51 WIB