JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA — Masyarakat yang memiliki riwayat penyakit maag tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman selama menerapkan pola makan dan gaya hidup yang tepat. Hal tersebut disampaikan melalui edukasi kesehatan yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) dan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menjelang bulan Ramadan.
Dalam informasi bertajuk “Sobat Maag Tetap Nyaman Puasa”, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan jenis makanan serta kebiasaan setelah makan guna mencegah peningkatan asam lambung selama berpuasa.
Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menekankan bahwa penderita maag perlu menghindari makanan pedas, berminyak, dan asam karena dapat memicu naiknya asam lambung yang berpotensi menimbulkan keluhan nyeri hingga gangguan pencernaan.
Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan secukupnya saat sahur maupun berbuka puasa. Kebiasaan makan terburu-buru atau sambil berbicara dinilai dapat meningkatkan risiko perut kembung dan mulas.
Edukasi tersebut juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung tidur setelah makan. Posisi tubuh setengah duduk disarankan guna membantu proses pencernaan dan mencegah refluks asam lambung.
Dalam pemilihan menu, penderita maag disarankan mengonsumsi makanan yang lebih ramah bagi lambung, seperti nasi, oatmeal, daging rendah lemak, serta buah-buahan yang tidak bersifat asam.
Apabila keluhan maag muncul dan cukup mengganggu selama menjalankan puasa, masyarakat dianjurkan mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, terutama saat waktu sahur dan berbuka.
Melalui edukasi ini, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah puasa secara sehat tanpa memperburuk kondisi lambung, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat selama Ramadan. (Aga)






