DP2KBP3A Pandeglang Soroti Bullying dan Kekerasan Anak dalam Diskusi Bersama Porwan

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Pandeglang – Sampaikan Misi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, DP2KBP3A Dan Unit PPA Satreskrim Polres Pandeglang Gelar Diskusi Bersama Porwan Pandeglang.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Pandeglang menggelar diskusi tentang Pencegahan dan Penerapan UU Perlindungan Anak, bersama dengan Kelompok Kerja Wartawan (Porwan) Kabupaten Pandeglang, pada Senin (09/03/2026).

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Pandeglang, Gimas Rahadyan mengatakan bahwa diskusi bersama insan media yang tergabung dalam Porwan Pandeglang tersebut dilaksanakan, untuk menyampaikan misi dalam menyelesaikan permasalahan yang menimpa perempuan dan anak.

“Kami dari DP2KBP3A mempunyai misi untuk bagaimana menarik simpul utama dari permasalahan-permasalahan yang timbul saat ini, mulai dari kekerasan terhadap anak, kekerasan seksual, tingginya angka perceraian, tingginya angka permasalahan dalam keluarga, itu simpulnya ada di dalam keluarga itu sendiri. Dan start atau titik nol nya itu, adalah pernikahan,” ungkapnya.

Ia mengaku jika DP2KBP3A telah melakukan sosialisasi tentang Bullying ke sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Pandeglang.

“Kita juga mengadakan sosialisasi tentang bahaya Bullying kepada masyarakat maupun kepada siswa di Sekolah, agar anak-anak kita tidak menjadi pelaku maupun korban dari bullying itu sendiri,” kata Gimas.

Sementara Kepala Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) menerangkan bahwa sejak tahun 2024 hingga 2025 kemarin, pihaknya telah menerima sekitar 176 laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Kita dari Unit PPA Satreskrim Polres Pandeglang telah menerima sebanyak 68 perkara pada tahun 2024, dan tahun 2025 sebanyak108 perkara di tahun 2025 kemarin,” jelasnya.

Menurutnya, lebih banyaknya jumlah laporan korban kekerasan baik terhadap anak maupun perempuan memberikan nilai positif lantaran keberanian korban untuk melaporkan kepada pihak kepolisian.

“Tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak selama 2 tahun yang lalu terjadi, lantaran korban berani melaporkan kejadian yang dialaminya kepada kepolisian. Dan laporan itu langsung kita proses sesuai prosedur dan undang-undang yang berlaku,” ujar Widi.(*)

Berita Terkait

Hadapi Puncak Arus Balik, Polda Banten Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Merak
Pastikan Keamanan Libur Lebaran, Bupati Pandeglang Monitoring Pos Pam dan Wisata
Polda Banten Amankan Senjata Api Rakitan dan Peluru, Dua Pelaku Ditangkap
HUT ke-12, RSUD Kota Tangerang Ajak Warga Cek Kesehatan
Objek Wisata Cikoromoy Jadi Favorit Wisatawan Saat Libur Idulfitri
Pengamanan Wisata Diperketat, Gubernur Banten Prioritaskan Keselamatan Pengunjung Saat Libur Lebaran
Arus Lalu Lintas Ramai Lancar, One Way Berlaku di Jalur Labuan–Serang
Achmad Dimyati Natakusumah Berbaur dengan Warga, Halal Bihalal di Pendopo Pandeglang Penuh Kehangatan

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 16:54 WIB

Hadapi Puncak Arus Balik, Polda Banten Siapkan Rekayasa Lalu Lintas di Tol Merak

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:05 WIB

Pastikan Keamanan Libur Lebaran, Bupati Pandeglang Monitoring Pos Pam dan Wisata

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:37 WIB

Polda Banten Amankan Senjata Api Rakitan dan Peluru, Dua Pelaku Ditangkap

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:58 WIB

HUT ke-12, RSUD Kota Tangerang Ajak Warga Cek Kesehatan

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:35 WIB

Objek Wisata Cikoromoy Jadi Favorit Wisatawan Saat Libur Idulfitri

Berita Terbaru