Dua Anak Harimau Mati, Geopix Desak Negara Bertindak Tegas

Jumat, 27 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sleman – Kematian dua anak Harimau Benggala berusia 8 bulan di Bandung Zoo menuai sorotan tajam. Geopix menyampaikan keprihatinan mendalam dan mendesak pemerintah tidak tinggal diam.
‎
Insiden ini dinilai menjadi alarm keras bagi pengelolaan lembaga konservasi ex-situ di Indonesia.
‎
Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menegaskan bahwa setiap kematian satwa dilindungi harus menjadi perhatian serius.
‎
“Setiap kematian satwa dilindungi di lembaga konservasi ex-situ menjadi alarm keras yang perlu dicermati bersama,” ujarnya, Jum’at (27/3/2026).
‎
Ia menambahkan, “Dua anak Harimau Benggala yang mati karena virus boleh jadi mencerminkan krisis kesejahteraan satwa yang tidak boleh terus dinormalisasi.”
‎
Annisa menjelaskan, Harimau Benggala merupakan satwa dengan perlindungan internasional ketat.
‎
“Dalam kerangka CITES, Harimau Benggala termasuk Appendix I dan dalam IUCN Redlist berstatus Endangered,” katanya.
‎
“Artinya, satwa ini dilindungi dan dilarang keras untuk diperdagangkan secara komersial di dunia internasional.”
‎
Lebih lanjut, Geopix menegaskan tanggung jawab pemerintah dalam menjamin perlindungan satwa.
‎
“Kementerian Kehutanan cq Direktorat Jenderal KSDAE memiliki tanggung jawab penuh memastikan kesejahteraan satwa dan standar pengelolaan berjalan sesuai prinsip konservasi,” tegas Annisa.
‎
Ia juga mengingatkan, “Jika ada kelalaian yang menyebabkan kematian satwa dilindungi, maka proses hukum harus ditegakkan sesuai undang-undang.”
‎
Geopix pun mendesak langkah konkret dan transparan.
‎
“Kami mendesak dilakukan audit independen menyeluruh terhadap kesehatan, pakan, kandang, dan manajemen satwa,” katanya.
‎
Ia menambahkan, “Jika ditemukan pelanggaran serius, langkah tegas termasuk relokasi satwa harus segera dilakukan.”
‎
Annisa menutup dengan peringatan, “Tanpa transparansi, kepercayaan publik dan akuntabilitas tidak akan pernah terbangun.” (Andriyani)

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Cegah Banjir, Kodim Wonosobo Ajak Warga Bersihkan Saluran Mangli

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:54 WIB