Digitalisasi Keuangan Daerah Dipercepat, Yogyakarta Targetkan Perluasan Pembayaran QRIS

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo seusai High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (12/3/2026). (Pemkot Yogya

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo seusai High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (12/3/2026). (Pemkot Yogya

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta mempercepat transformasi tata kelola keuangan daerah menuju sistem digital. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat transparansi pengelolaan keuangan sekaligus menutup potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa Yogyakarta memiliki modal kuat untuk menjadi percontohan nasional dalam penerapan digitalisasi keuangan daerah. Selain wilayah yang relatif kompak, kualitas sumber daya manusia di kota tersebut dinilai siap mendukung perubahan sistem pelayanan publik berbasis digital.

Menurut Hasto, pemerintah kota tidak ragu menerapkan kebijakan yang mendorong masyarakat beralih ke sistem transaksi digital, selama fasilitas pendukung disediakan secara memadai.

“Memaksa ini bukan asal memaksa. Kami siapkan fasilitasnya, ada pelatihan, ada programnya, bahkan kami siapkan pendamping atau joki untuk membantu masyarakat membayar secara digital,” ujar Hasto seusai High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (12/3/2026).

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah transaksi para penyewa lapak di pasar tradisional. Hasto menilai masih banyak pedagang dengan omzet cukup besar yang belum memanfaatkan pembayaran digital secara optimal. Saat ini, tingkat penggunaan transaksi digital di sektor tersebut masih di bawah 50 persen.

Padahal, menurut dia, digitalisasi menjadi kunci menjaga akuntabilitas keuangan. Dengan sistem pembayaran non-tunai, potensi praktik penyimpangan seperti pemotongan uang atau transaksi tanpa pencatatan dapat diminimalkan.

“Dengan cara itu kita bisa transparan. Tidak ada lagi orang yang mengambil sebagian uang atau membawa uang tunai yang berisiko. Semua tercatat sesuai fakta di lapangan,” kata Hasto.

Perluasan parkir berbasis QRIS

Selain pasar, sektor perparkiran juga menjadi fokus digitalisasi Pemkot Yogyakarta. Pemerintah kota menargetkan perluasan pembayaran parkir non-tunai berbasis QRIS secara signifikan.

Jika sebelumnya hanya terdapat sekitar 100 titik parkir yang menggunakan sistem non-tunai, pada tahun ini jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi 350 titik. Pemerintah kota bahkan menargetkan hingga 700 titik parkir non-tunai dapat beroperasi pada akhir 2026.

Pemkot juga mulai menguji inovasi QRIS Tap di kawasan parkir Ngabean. Sistem ini memungkinkan pembayaran parkir dilakukan secara lebih cepat melalui perangkat digital.

Menurut Hasto, digitalisasi parkir dapat menjadi solusi untuk menekan praktik pungutan di luar ketentuan yang kerap merugikan masyarakat dan wisatawan.

“Dengan QRIS di titik parkir, semuanya tercatat secara sistematis. Akuntabilitas meningkat dan pendapatan pemerintah kota juga bisa lebih optimal. Parkir ini bisa menjadi contoh praktik terbaik,” ujarnya.

Upaya digitalisasi tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada 2025, tingkat digitalisasi pendapatan daerah Kota Yogyakarta telah mencapai sekitar 72 persen, salah satu yang tertinggi di tingkat pemerintah daerah.(*)

Berita Terkait

Rally Setingkat Kejurnas Magelang 2026 Memanas, Joglo Resto Njeron Beteng Siap Pertahankan Tiga Besar
Muskot Percasi Kota Yogya Momentum Penting Arah Pembinaan Catur
Tim Debat Hukum UWM Sabet Juara Dua Kompetisi Bergengsi
‎Angin Kencang Terjang Sleman, Atap Rumah Rusak Parah
Ahli Ingatkan Risiko Kumarin pada Produk Herbal Kemasan jika Dikonsumsi Berlebih
‎Esti Wijayati Kawal Kasus Ilham, Tuntut Keadilan Tanpa Kompromi
Ribuan Warga Turun, Jogja Bersatu Tolak Anarkisme Jelang May Day
‎Wacana Tutup Prodi Picu Kritik Akademisi, Kampus Kecil Terancam

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 16:54 WIB

Rally Setingkat Kejurnas Magelang 2026 Memanas, Joglo Resto Njeron Beteng Siap Pertahankan Tiga Besar

Kamis, 30 April 2026 - 16:08 WIB

Muskot Percasi Kota Yogya Momentum Penting Arah Pembinaan Catur

Kamis, 30 April 2026 - 14:10 WIB

Tim Debat Hukum UWM Sabet Juara Dua Kompetisi Bergengsi

Kamis, 30 April 2026 - 09:13 WIB

‎Angin Kencang Terjang Sleman, Atap Rumah Rusak Parah

Kamis, 30 April 2026 - 09:02 WIB

Ahli Ingatkan Risiko Kumarin pada Produk Herbal Kemasan jika Dikonsumsi Berlebih

Berita Terbaru

Kalimantan Timur

Dawn Service ANZAC Day 2026 Digelar Khidmat di Pasir Ridge Balikpapan

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:59 WIB

Jogja

Tim Debat Hukum UWM Sabet Juara Dua Kompetisi Bergengsi

Kamis, 30 Apr 2026 - 14:10 WIB