Dana Pusat Mandek, 97 Dapur MBG DIY Terpaksa Tutup

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah DIY sekaligus Ketua Percepatan MBG DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti (Joke/Wawan)

Sekretaris Daerah DIY sekaligus Ketua Percepatan MBG DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti (Joke/Wawan)

JOGJAOKE.COM, Sleman – Layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami gangguan serius.

Sebanyak 97 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasionalnya sementara sejak awal Juni 2026 akibat anggaran dari pemerintah pusat yang belum kunjung cair.

Sekretaris Daerah DIY sekaligus Ketua Percepatan MBG DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan keputusan penghentian layanan diambil setelah dilakukan rapat koordinasi dan evaluasi bersama tim satgas.

“Ternyata banyak ada 97. Ya banyak, ya karena virtual account-nya belum, jadi belum tertransfer. Persyaratan juga ada yang belum banyak terpenuhi,” ujarnya.

Menurut Made, dari total 97 SPPG yang berhenti beroperasi, sebanyak 42 dapur MBG terpaksa tutup karena dana dari pemerintah pusat belum masuk ke rekening virtual account masing-masing pengelola.

“Kendala utama memang terkait pencairan dana dan proses administrasi yang masih berjalan,” katanya.

Sementara itu, 55 SPPG lainnya tidak beroperasi karena berbagai persoalan teknis dan administratif. Made menegaskan bahwa tidak seluruh penutupan disebabkan oleh masalah anggaran.

“Ada yang terkait persyaratan administrasi dan beberapa hal teknis lainnya yang masih harus diselesaikan,” jelasnya.

Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah penutupan SPPG terbanyak di DIY. Tercatat ada 36 dapur MBG yang berhenti sementara.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Gunungkidul dengan 22 SPPG, sementara persoalan dana virtual account yang belum cair terkonsentrasi di Gunungkidul, Bantul, dan sebagian wilayah Sleman.

“Permasalahan dana VA belum cair terkonsentrasi di Gunungkidul sebanyak 22 SPPG, Bantul 10 SPPG, dan Sleman,” ungkap Made.

Meski demikian, Pemerintah DIY memastikan program MBG tidak dihentikan permanen. Made menyebut jumlah keseluruhan SPPG yang telah dibangun di DIY mencapai hampir 400 unit.

“(Sekitar) 380-an atau 390-an, hampir 400 cukup banyak,” tuturnya.

Pemerintah daerah kini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar pencairan anggaran dapat segera dilakukan sehingga layanan makan bergizi bagi masyarakat bisa kembali berjalan normal. (waw)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Jadikan Padel Penggerak Sport Tourism dan Industri Olahraga
Wapres Gibran dan Wagub Jihan Percepat Konektivitas Lampung Lewat Jembatan Way Bungur
Pemprov Lampung dan BPKP Lampung Gelar Entry Meeting Pengawasan Ketahanan Pangan
Polda Banten Dorong Kesadaran Publik dalam Upaya Pencegahan Premanisme
Sekolah Gratis di Banten Tak Hanya Soal Akses, Andra Soni Tekankan Kualitas Pembelajaran
ABPEDNAS Lepas BPD Purwakarta Periode 2019-2027 dengan Pesan Penuh Makna tentang Pengabdian
Panen Blewah dan Anggur Jadi Bukti Keberhasilan Program Pembinaan di Lapas Kelas IIA Serang
AHY Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia Spanyol Vs Prancis, Ratusan Driver Ojol Padati Lokasi

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:46 WIB

Pemprov Lampung Jadikan Padel Penggerak Sport Tourism dan Industri Olahraga

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:16 WIB

Wapres Gibran dan Wagub Jihan Percepat Konektivitas Lampung Lewat Jembatan Way Bungur

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:24 WIB

Pemprov Lampung dan BPKP Lampung Gelar Entry Meeting Pengawasan Ketahanan Pangan

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:55 WIB

Polda Banten Dorong Kesadaran Publik dalam Upaya Pencegahan Premanisme

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:15 WIB

Sekolah Gratis di Banten Tak Hanya Soal Akses, Andra Soni Tekankan Kualitas Pembelajaran

Berita Terbaru