Buku The Art of Heroic Leadership Diluncurkan, Tawarkan Perspektif Baru Kepemimpinan di Era Kompleksitas

Senin, 14 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Before all speakers on the Book Launch of The Art of Heroic Leadership yesterday at Kinokuniya Grand Indonesia, the President of UID Foundation, Kak @Pengguna tak dikenal inspired all attendants to keep being presence on every family, organization and group or communities, inclidong member of parliament

Before all speakers on the Book Launch of The Art of Heroic Leadership yesterday at Kinokuniya Grand Indonesia, the President of UID Foundation, Kak @Pengguna tak dikenal inspired all attendants to keep being presence on every family, organization and group or communities, inclidong member of parliament

JOGJAOKE.COM, JAKARTA — Tantangan kepemimpinan di tengah disrupsi, ketidakpastian, dan kompleksitas sistemik mendorong lahirnya sebuah perspektif baru tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya melihat persoalan dan mengambil tindakan.

Gagasan tersebut dituangkan Zulfikar M. Rachman atau Coach Kangzul bersama Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf atau Coach AMY dalam buku berjudul The Art of Heroic Leadership: From Systemic Blindness to Trustworthy Shared Action.

Buku setebal 324 halaman yang diterbitkan IPB Press itu resmi diluncurkan dalam acara Book Launch dan diskusi publik di Kinokuniya Book Store, Grand Indonesia, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Buku ini mengangkat persoalan yang dinilai kerap luput dari perhatian dalam praktik kepemimpinan modern, yakni systemic blindness atau titik buta sistemik.

Menurut para penulis, persoalan kepemimpinan tidak selalu muncul karena kurangnya kecerdasan, informasi, maupun data. Justru, seorang pemimpin dapat gagal mengambil keputusan karena tidak mampu melihat persoalan secara utuh dan memahami keterkaitan berbagai unsur dalam sebuah sistem.

Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf, Executive Coach dan CEO Perum LKBN ANTARA periode 2007–2012, mengatakan buku tersebut lahir dari kegelisahan terhadap pola kepemimpinan yang terlalu cepat berorientasi pada tindakan tanpa terlebih dahulu membangun kesadaran.

“Kepemimpinan hari ini sedang diuji oleh kompleksitas dan interdependensi. Sering kali kita merasa sudah melihat seluruh persoalan, padahal hanya melihat sebagian kecil,” ujar Coach AMY.

Karena itu, kata dia, The Art of Heroic Leadership tidak sekadar menawarkan teknik manajemen. Buku tersebut mengajak pemimpin melakukan perjalanan kesadaran batin, membangun kepemimpinan berbasis kehadiran (presence), serta menghidupkan nilai kearifan kolektif melalui gagasan Gotong Royong 2.0.

Tujuannya adalah membangun aksi bersama yang dilandasi kepercayaan dan mampu menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Zulfikar M. Rachman, penulis, Wayfinder, dan fasilitator transformasi, menjelaskan istilah “Heroic” dalam judul buku tidak dimaksudkan untuk menggambarkan sosok pahlawan tunggal yang bekerja layaknya superman.

Menurutnya, kepemimpinan heroik justru dimulai dari keberanian seorang pemimpin untuk melihat dan memahami dirinya sendiri.

“Pahlawan dalam buku ini bukanlah sosok yang berdiri di luar sistem untuk menyelamatkan orang lain, melainkan pemimpin yang berani menyelami dirinya sendiri, menyadari titik butanya, serta hadir secara utuh bersama tim untuk menggerakkan perubahan nyata,” jelas Coach Kangzul.

Gagasan dalam buku tersebut juga mendapat catatan pengantar dari C. Otto Scharmer, penggagas Theory U dari MIT Sloan School of Management. Ia menyoroti pentingnya kepemimpinan yang berakar pada kejernihan dalam melihat, mendengar, dan kemudian bertindak.

Dalam peluncurannya, buku tersebut dibedah melalui keynote talk yang dipandu Dr. Rahmat Mulyana, Managing Partner Strategic Action Indonesia. Diskusi mengupas konsep Systems, Self, Shift serta penerapan Heroic Leadership dalam berbagai konteks, mulai dari korporasi, sektor publik hingga organisasi nirlaba.

Acara juga diisi dialog interaktif dan sesi tanya jawab bersama praktisi kepemimpinan, eksekutif, dan coaches. Para peserta kemudian mendapat kesempatan mengikuti sesi book signing dan networking bersama kedua penulis.

Zulfikar M. Rachman merupakan Wayfinder, Storyteller, dan CEO PT Ksatria Candradimuka International. Ia juga menulis buku The Art of Heroic Coaching dan aktif mendampingi proses transformasi sistemik berbasis komunitas dan organisasi.

Adapun Dr. Ahmad Mukhlis Yusuf dikenal sebagai Executive & Business Coach, akademisi, komisaris perusahaan, serta pernah menjabat Direktur Utama Perum LKBN ANTARA periode 2007–2012. Ia aktif mengembangkan kepemimpinan berdampak, tata kelola, dan wakaf di Indonesia.

Melalui buku ini, kedua penulis mencoba menawarkan pesan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari kemampuan seorang pemimpin untuk “menjawab” persoalan, tetapi dari keberanian untuk melihat lebih dalam, mengenali titik buta, mendengarkan berbagai perspektif, dan membangun tindakan bersama yang dipercaya.***

Berita Terkait

Prof Edy Sentil AFEBSI: Kolaborasi Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045
Buktikan Kepemimpinan Unggul, Sekdaprov Lampung Raih Posisi Kedua di Ajang ADLG Awards 2026
Kongres AFEBSI Perkuat Kolaborasi, Dorong PTS Indonesia Bersaing Global
Gandeng LAN RI, Pemprov Banten Siapkan Sistem Manajemen Talenta dan ASN Corpu Lebih Modern
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Pekerja Dapat Penguatan Hak dan Pelindungan
Hilirisasi dan AI Jadi Agenda Utama, Abdul Harris Bobihoe Hadiri Investor Daily Summit 2026
KPU Buka Suara Usai Putusan MK, Jelaskan Verifikasi Dokumen Gibran
Menaker Yassierli: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Prof Edy Sentil AFEBSI: Kolaborasi Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Buktikan Kepemimpinan Unggul, Sekdaprov Lampung Raih Posisi Kedua di Ajang ADLG Awards 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Kongres AFEBSI Perkuat Kolaborasi, Dorong PTS Indonesia Bersaing Global

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Gandeng LAN RI, Pemprov Banten Siapkan Sistem Manajemen Talenta dan ASN Corpu Lebih Modern

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Pekerja Dapat Penguatan Hak dan Pelindungan

Berita Terbaru

Yogyakarta

Reresik Pesantren Jadi Aksi Nyata Santri Sleman Jaga Kerukunan

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:10 WIB