BPBD Yogyakarta Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Cuaca Ekstrem Musim Hujan

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menegaskan kesiapannya menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada musim hujan tahun ini.

“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim hujan, sesuai peringatan dari BMKG bahwa peralihan dari kemarau ke penghujan sudah terjadi sejak awal,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, dalam konferensi pers di Kantor Dinkominfosan Kota Yogyakarta, Kamis (18/9).

Ia menyampaikan bahwa sejak Agustus sejumlah kejadian telah dipicu oleh hujan deras, mulai dari rumah roboh, pohon tumbang, hingga genangan air di beberapa titik.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah membina 169 Kampung Tangguh Bencana (KTB) dengan berbagai pelatihan, mulai dari penanggulangan bencana, mitigasi risiko, hingga simulasi jalur evakuasi. Tahun ini, Kota Yogyakarta juga menambah sembilan unit Early Warning System (EWS) otomatis, melengkapi 17 unit manual yang sudah ada.

Kepala Bidang Pencegahan Kesiapsiagaan Iswari Mahendrarko (tanpa topi) didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, dalam jumpa pers di Kantor Dinkominfosan Kota Yogya, Kamis (18/9).

“EWS ini dipasang di tiga sungai besar: Code, Winongo, dan Gajahwong. Pada Oktober mendatang juga akan digelar simulasi penggunaan EWS untuk memantau ketinggian air sungai,” jelas Nur Hidayat.

Selain BPBD, upaya pencegahan melibatkan sejumlah dinas terkait. Dinas Pekerjaan Umum memperbaiki drainase serta talud di lokasi rawan longsor, sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan pemangkasan pohon besar guna mengurangi risiko tumbang.

“Kalau rumah sudah terlihat rapuh sebaiknya segera diperbaiki. Pohon yang miring sebaiknya ditebang lebih awal. Jika ada potensi bahaya, segera laporkan. Pertahanan awal ada pada diri kita sendiri,” tegasnya.

Berdasarkan pemetaan BPBD, wilayah bantaran Sungai Code, Winongo, dan Gajahwong menjadi daerah rawan banjir. Kawasan yang termasuk dalam peta kerawanan tersebut antara lain Gondokusuman, Jetis, Tegalrejo, dan Umbulharjo. Ancaman longsor juga teridentifikasi di tebing wilayah Kotagede dan Kraton, sementara jalur protokol seperti Jalan Kusumanegara dan Jalan Kyai Mojo berpotensi rawan pohon tumbang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Yogyakarta, Iswari Mahendrarko, menambahkan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.4/1155 tentang kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

“Surat edaran ini diterbitkan untuk meningkatkan kewaspadaan seluruh masyarakat agar bersama-sama mengurangi risiko bencana,” pungkas Iswari.(*)

Berita Terkait

‎Nuzulul Qur’an Teguhkan Cahaya Peradaban Saat Dunia Dilanda Krisis
UMY Dampingi Wirokerten Transformasi Digital Desa Wisata Berbasis Keamanan Siber
‎Pria Bersurjan dan Kebaya Syiar Budaya, Ngemong Generasi Muda
‎Relawan MBG DIY Bersatu, 5.000 Orang Ikrar Benahi Layanan
‎BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene Sanitasi
Disperindag DIY Genjot IKM Naik Kelas Lewat Pameran Kerajinan
Korem 072 Pamungkas Siagakan 850 Personel Antisipasi Bencana dan Mudik
‎KAI-TNI Bergerak! Bersih Vandalisme Jembatan Kewek Demi Wajah Jogja

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 10:34 WIB

‎Nuzulul Qur’an Teguhkan Cahaya Peradaban Saat Dunia Dilanda Krisis

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:32 WIB

UMY Dampingi Wirokerten Transformasi Digital Desa Wisata Berbasis Keamanan Siber

Sabtu, 7 Maret 2026 - 18:43 WIB

‎Pria Bersurjan dan Kebaya Syiar Budaya, Ngemong Generasi Muda

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:56 WIB

‎Relawan MBG DIY Bersatu, 5.000 Orang Ikrar Benahi Layanan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:05 WIB

‎BGN Ancam Hentikan Operasional Dapur MBG Tanpa Sertifikat Higiene Sanitasi

Berita Terbaru