Birfest 2025: Wamendagri Bima Bahas Geopolitik Baru dan Peran Generasi Muda dalam Transformasi Nasional

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak para mahasiswa Hubungan Internasional (HI) untuk membaca tanda zaman sekaligus menyiapkan diri dalam menghadapi dinamika global. Hal itu disampaikannya dalam keynote speech pada pembukaan Binus International Relations Festival (Birfest) 2025 yang mengusung tema “The Age of Recalibration: Connecting Youth Across Borders”. Acara tersebut berlangsung di Auditorium Universitas Binus Kampus Anggrek, Jakarta, Rabu (19/11/2025).

Dalam paparannya, Bima menyoroti kesamaan semangat antara dirinya dan para mahasiswa. Ia mengisahkan perjalanan studinya di HI Universitas Parahyangan hingga menjadi dosen dan Wali Kota Bogor, sebelum menjabat sebagai Wamendagri. Bima juga menekankan bahwa setiap pilihan hidup dipengaruhi oleh informasi dan konteks zamannya.

“Dunia adalah ‘menu for choice’ menurut [teori] Hubungan Internasional. Dunia itu menawarkan macam-macam skenario, macam-macam pilihan, dan tergantung informasi dan ideologi apa yang kita punya, akhirnya kita memutuskan,” katanya merujuk pada buku klasik World Politics: The Menu for Choice yang populer di kalangan mahasiswa HI.

Bima kemudian menjelaskan bahwa perubahan global turut membentuk ulang pilihan geopolitik. Jika era Perang Dingin hanya menawarkan dua blok, kini dunia dipenuhi aktor baru, isu yang makin luas, dan dinamika yang sulit diprediksi—kondisi yang oleh Michiko Kakutani dalam The Great Wave disebut sebagai bangkitnya para outsider.

Bima juga menyoroti dinamika politik global, mulai dari perubahan kepemimpinan di Amerika Serikat (AS), terpilihnya Zohran Mamdani sebagai Wali Kota New York, hingga munculnya Rob Jetten sebagai Perdana Menteri Belanda termuda. Ia menegaskan bahwa dunia kini berubah: masyarakat tidak lagi terpaku pada dikotomi tua–muda, tetapi lebih pada pendekatan kampanye dan program kerja para kandidat.

“Zohran menawarkan the real thing, hal yang sangat konkret sekali, biaya sewa apartemen yang murah, transportasi yang murah, dan juga biaya-biaya kehidupan yang murah. Itu Zohran Mamdani,” ungkapnya.

Selain itu, menghadapi bonus demografi yang didominasi generasi muda, Bima menekankan bahwa dua dekade ke depan menjadi periode penentu bagi Indonesia. Tantangan utamanya adalah keluar dari jebakan pendapatan menengah. Karena itu, ia mendorong mahasiswa HI untuk mampu membaca tanda zaman dan memahami berbagai disrupsi yang memengaruhi perjalanan menuju negara maju.

“Bayangkan waktu saya seusia kalian, jauh itu negara maju untuk Indonesia. Today, it is so close in 20 years’ time, 20 tahun lagi cepat. Kalau kita berhasil keluar dari jebakan kelas menengah, memanfaatkan bonus demografi, maka kita akan menjadi negara maju. Satu dari lima negara terbesar ekonominya di dunia,” jelasnya.

Ia kemudian menyoroti dua konsep penting bagi mahasiswa HI. Pertama, the logic of two-level games dari Robert D. Putnam, yang menjelaskan bahwa diplomat harus memainkan peran di panggung internasional sekaligus domestik agar kebijakan luar negeri efektif. Kedua, the prisoner’s dilemma dalam teori permainan, yang membantu memahami cara aktor lain berpikir di bawah tekanan serta bagaimana strategi dibentuk melalui kalkulasi risiko.

“The advantage of being International Relations students is the power of logic. Teori-teori ini membuat kita logic. Teori-teori ini membuat kita berpikir lebih sistematis dan terstruktur. Makanya saya cinta sekali ilmu HI, senang, karena di dalamnya itu kita dilatih exercise banyak hal,” tegasnya.

Bima turut menampilkan sejumlah tokoh nasional untuk menegaskan pentingnya membangun jejaring. Ia mengajak mahasiswa menjauhi pergaulan yang toxic serta membangun relasi yang positif. Ia juga mendorong mereka memiliki jiwa aktivis, wawasan global, dan tetap berakar pada nilai-nilai nasionalisme.

“Apa pesan yang ingin saya sampaikan? Pemimpin selalu berada dalam orbit pemimpin. Masa depan itu disiapkan, bukan dinantikan. Bagi yang punya cita-cita menjadi pemimpin dan eksis, silakan membangun jejaring sesama pemimpin. Don’t waste your time with toxic friends, seriously, time flies,” pungkasnya. (nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kehadiran Presiden Prabowo dan Mendagri di Langkat Bangkitkan Harapan Korban Banjir
Jelang Nataru 2025–2026, Kemendagri Minta Pemda Siagakan Fasilitas dan Tenaga Kesehatan
Mendagri Instruksikan Pemda Aceh, Sumut, dan Sumbar Optimalkan Bantuan dan APBD untuk Penanganan Bencana
Tim Dukcapil Pusat dan Daerah Bergerak di 10 Kabupaten/Kota, Pastikan Hak Identitas Warga Dipulihkan
Kemendagri Minta Dukcapil Percepat Penerbitan Dokumen Kependudukan bagi Warga yang Terdampak Bencana
Mendagri Tegaskan Peran Strategis BPD dalam Mencegah Penyalahgunaan Anggaran Desa
Kemendagri Tekankan Pentingnya Jalur Evakuasi dan Sistem Proteksi Kebakaran pada Gedung Tinggi
Mendagri: Pemda Harus Jaga Stabilitas Harga, Transportasi, dan Ketersediaan Pangan Jelang Nataru

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 22:09 WIB

Kehadiran Presiden Prabowo dan Mendagri di Langkat Bangkitkan Harapan Korban Banjir

Jumat, 12 Desember 2025 - 22:11 WIB

Jelang Nataru 2025–2026, Kemendagri Minta Pemda Siagakan Fasilitas dan Tenaga Kesehatan

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:47 WIB

Mendagri Instruksikan Pemda Aceh, Sumut, dan Sumbar Optimalkan Bantuan dan APBD untuk Penanganan Bencana

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:29 WIB

Tim Dukcapil Pusat dan Daerah Bergerak di 10 Kabupaten/Kota, Pastikan Hak Identitas Warga Dipulihkan

Jumat, 12 Desember 2025 - 16:04 WIB

Kemendagri Minta Dukcapil Percepat Penerbitan Dokumen Kependudukan bagi Warga yang Terdampak Bencana

Berita Terbaru