JOGJAOKE.COM, Tangerang Selatan – Gubernur Andra Soni menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk mendukung rencana penyelenggaraan Piala Asia Mini Football 2026 di wilayahnya. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi jajaran pengurus Federasi Sepak Bola Mini Indonesia (FSMI) di Kantor Gubernur Banten, Komplek BLKI Jalupang, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (21/4/2026).
Pertemuan tersebut membahas kesiapan Banten yang diproyeksikan menjadi tuan rumah ajang bergengsi tingkat Asia yang akan diikuti 20 negara. Andra Soni menilai, kepercayaan menjadikan Banten sebagai lokasi penyelenggaraan merupakan peluang strategis untuk mengangkat citra daerah di tingkat internasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor olahraga dan pariwisata.
“Kita tentu mendukung kegiatan positif untuk Banten. Ini ajang internasional yang membawa nama baik daerah dan negara,” ujar Andra Soni.
Ia menambahkan, Banten memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur dan fasilitas penunjang yang dinilai sangat memadai. Kesiapan tersebut tidak hanya pada venue pertandingan, tetapi juga mencakup ekosistem pendukung seperti akomodasi, kuliner, dan akses transportasi.
Menurutnya, ketersediaan hotel yang memadai, pusat kuliner yang beragam, hingga konektivitas transportasi menjadi modal dalam menyambut atlet dan ofisial dari berbagai negara.
Sementara itu, Ketua Umum Federasi Sepakbola Mini Indonesia (FSMI) Erick Tuapattinaya menyampaikan, Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Asia Mini Football 2026 pada September mendatang. Ia memastikan, pihaknya akan melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah untuk memastikan seluruh aspek teknis berjalan optimal.
“FSMI akan berkoordinasi intensif dengan Dispora Provinsi Banten untuk pematangan persiapan teknis serta memastikan kemudahan akses bagi seluruh peserta,” kata Erick.
Ia menjelaskan, penunjukan Banten, khususnya wilayah Tangerang, didasarkan pada kesiapan fasilitas olahraga yang telah memenuhi standar internasional. Hingga saat ini, dua lokasi diajukan sebagai venue sementara, yakni Indomilk Arena dan British School Jakarta (BSJ) Bintaro Tangerang Selatan yang dinilai sesuai dengan regulasi World Mini Football Federation (WMF).
Erick memaparkan, FSMI merupakan federasi yang berafiliasi resmi dengan WMF yang beranggotakan lebih dari 130 negara dan telah berdiri sejak 2008. Di tingkat nasional, FSMI sendiri berdiri sejak 2016 dan terus menunjukkan perkembangan signifikan.
Dalam rekam jejaknya, Indonesia melalui FSMI telah berpartisipasi pada ajang Piala Dunia Mini Football di Azerbaijan tahun 2025 serta mencatat prestasi sebagai runner-up Piala Asia di Sharjah, Uni Emirat Arab, setelah kalah dari Iran di partai final. Menurutnya, penyelenggaraan Piala Asia Mini Football di Banten 2026 mendatang diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan sektor sport tourism.
“Apalagi dengan kehadiran peserta dari berbagai kawasan, mulai dari Timur Tengah hingga Australia,” pungkasnya.(lsi)
Sumber : Adpim






