ASEAN Sports Day 2026 Yogyakarta Perkuat Diplomasi Olahraga Kawasan

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎SLEMAN – ASEAN Sports Day 2026 menjadi panggung penting memperkuat partisipasi masyarakat sekaligus diplomasi olahraga Indonesia di kawasan Asia Tenggara tahun ini bersama.

Kemenpora RI kembali menyelenggarakan kegiatan tersebut di Yogyakarta sebagai bentuk komitmen mempererat kerja sama olahraga negara-negara anggota ASEAN melalui semangat kebersamaan masyarakat luas.

“ASEAN Sports Day bukan hanya tentang olahraga, tetapi bahasa bersama mempertemukan masyarakat ASEAN, membangun persahabatan, serta menciptakan masyarakat aktif dan sehat,” ujarnya saat konferensi pers di Loman Park Hotel, Senin (24/8/2026).

Momentum tersebut juga mendorong gaya hidup sehat, pelestarian permainan tradisional, pengembangan pariwisata, kepedulian lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal Yogyakarta secara berkelanjutan.

ASEAN secara resmi menetapkan 8 Agustus sebagai ASEAN Sports Day, bertepatan dengan ASEAN Day atau hari berdirinya organisasi kawasan tersebut setiap tahunnya.

Dalam kalender resmi ASEAN 2026, tanggal tersebut menandai 59th Anniversary of ASEAN sekaligus ASEAN Day dan ASEAN Sports Day bagi seluruh masyarakat kawasan.

Indonesia menjadi salah satu negara aktif mengembangkan ASEAN Sports Day melalui pendekatan yang memadukan olahraga masyarakat, budaya, pariwisata, serta permainan tradisional negara-negara ASEAN.

Pada ASEAN Sports Day 2024, Indonesia mengangkat tema kolaborasi mempromosikan gaya hidup sehat sekaligus menjaga olahraga tradisional menuju komunitas ASEAN aktif dan sehat.

Kegiatan 2024 berlangsung di Yogyakarta dan Sleman dengan melibatkan delegasi negara-negara ASEAN serta Timor-Leste sebagai observer dalam rangka memperkuat persahabatan antarnegara kawasan.

“Pengalaman Indonesia menunjukkan ASEAN Sports Day dapat dikembangkan menjadi festival yang menggabungkan olahraga, budaya, pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Kemenpora dalam keterangannya.

Yogyakarta dinilai memiliki ekosistem kuat karena budaya, pendidikan, pariwisata, komunitas olahraga, perguruan tinggi, generasi muda, UMKM, dan industri kreatif berkembang pesat.

“Yogyakarta bukan hanya tempat penyelenggaraan event, tetapi ruang perjumpaan masyarakat ASEAN,” ujar narasumber dalam paparan kegiatan tersebut kepada peserta dan delegasi.

Menurut Kemenpora, ASEAN Sports Day 2026 memiliki arti strategis karena berjalan bersamaan dengan penguatan kerja sama olahraga ASEAN periode 2026–2030 yang semakin terarah.

Pada AMMS-8 tahun 2025 di Hanoi, Menteri Olahraga ASEAN mengadopsi evaluasi ASEAN Work Plan on Sports 2021–2025 dan menegaskan arah kerja sama berikutnya.

Penyusunan ASEAN Work Plan on Sports 2026–2030 diarahkan selaras dengan ASEAN Community Vision 2045 menuju kawasan resilien, inovatif, dinamis, dan berorientasi masyarakat.

Kemenpora menegaskan kerja sama olahraga ASEAN tidak boleh berhenti pada pertemuan pejabat atau dokumen, tetapi harus menjadi gerakan masyarakat nyata di lapangan.

“Kerja sama tersebut harus diterjemahkan menjadi aktivitas yang mendorong masyarakat bergerak, berolahraga, dan berinteraksi,” menjadi pesan utama penyelenggaraan tahun ini bersama masyarakat.

ASEAN Sports Day 2026 membawa agenda peningkatan partisipasi, gaya hidup aktif, Community Sports, pelibatan pemuda, pelestarian olahraga tradisional, sport tourism, UMKM, lingkungan, persahabatan kawasan.

Di Yogyakarta, tema “Active Youth Healthy Future” mengajak generasi muda membiasakan gaya hidup aktif karena kesehatan lahir melalui kebiasaan konsisten setiap hari.

Kegiatan ini turut didukung sekolah menengah atas dan kampus Yogyakarta dengan menerjunkan siswa serta mahasiswa sebagai bagian kepedulian generasi masa depan Indonesia.

“Olahraga bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi kesehatan, persahabatan, kebersamaan, budaya, lingkungan, dan masa depan masyarakat ASEAN,” tegas Kemenpora kepada peserta.

Dari Yogyakarta, Indonesia mengajak masyarakat ASEAN bergerak bersama menuju kawasan lebih aktif, sehat, inklusif, terhubung, sekaligus memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. (ADY)

Berita Terkait

Penumpang KAI Daop 6 Naik 23 Persen saat Libur Maulid Nabi
GPM Gunungkidul Rawat Tradisi, Bumikan Marhaenisme Rakyat di Petir
Panitia Touring Kemerdekaan Kauman Apresiasi Peserta, Harapkan Kebersamaan Berlanjut
GKR Mangkubumi Lepas Merpati, UWM Teguhkan Hamemayu Hayuning Bawono
APEKFI Gagas Festival Film Pendek, Kreator Yogyakarta Berebut Panggung
Danrem Gerak Cepat, DIY Siapkan Bantuan Gempa untuk NTT
‎Jembatan TNI Kedungbangkon Hampir Rampung, Warga Segera Bernapas Lega
Kapolresta Sleman Tekankan Pentingnya Sinergi Jaga Warga, Komunitas dan Relawan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:25 WIB

Penumpang KAI Daop 6 Naik 23 Persen saat Libur Maulid Nabi

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:55 WIB

GPM Gunungkidul Rawat Tradisi, Bumikan Marhaenisme Rakyat di Petir

Selasa, 25 Agustus 2026 - 14:04 WIB

Panitia Touring Kemerdekaan Kauman Apresiasi Peserta, Harapkan Kebersamaan Berlanjut

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:44 WIB

GKR Mangkubumi Lepas Merpati, UWM Teguhkan Hamemayu Hayuning Bawono

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:15 WIB

APEKFI Gagas Festival Film Pendek, Kreator Yogyakarta Berebut Panggung

Berita Terbaru

OPINI

Dari TPA Sampah ke Bank Pakan: Jawaban Krisis Pakan Ternak

Selasa, 25 Agu 2026 - 17:57 WIB

Yogyakarta

Penumpang KAI Daop 6 Naik 23 Persen saat Libur Maulid Nabi

Selasa, 25 Agu 2026 - 15:25 WIB

Yogyakarta

GPM Gunungkidul Rawat Tradisi, Bumikan Marhaenisme Rakyat di Petir

Selasa, 25 Agu 2026 - 14:55 WIB