Akhir Pekan Ada Nglarak Blarak dan Karnaval Mahardika di Kulon Progo

Jumat, 22 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alun-alun Wates, Kulon Progo. (Diparda)

Alun-alun Wates, Kulon Progo. (Diparda)

JOGJAOKE.COM, Kulon Progo – Akhir pekan ini, Alun-alun Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akan menjadi pusat perayaan budaya. Dinas Pariwisata Kulon Progo menggelar dua agenda sekaligus, yakni Festival Nglarak Blarak dan Karnaval Pesona Mahardika pada Sabtu (23/8/2025) pagi.

Festival Nglarak Blarak

Festival permainan tradisional ini akan diikuti 12 tim karang taruna dari seluruh kapanewon di Kulon Progo. Masing-masing tim menurunkan sepuluh orang, terdiri dari pemain putra-putri, cadangan, serta ofisial.

“Nglarak Blarak adalah olahraga tradisional asli Kulon Progo. Lewat festival ini kami ingin melestarikan sekaligus memperkenalkan identitas budaya lokal,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Joko Mursito, Jumat (22/8/2025).

Permainan Nglarak Blarak terinspirasi dari aktivitas penderes nira kelapa. Peserta menaiki pelepah kelapa (blarak) yang diseret di tanah untuk merebut bumbung nira. Tim yang berhasil mengumpulkan bumbung terbanyak dinyatakan menang.

Selain hadiah pembinaan bernilai puluhan juta rupiah, panitia juga menyediakan penghargaan khusus untuk tim dengan kostum terbaik.

Karnaval Pesona Mahardika

Sehari berikutnya, jalan utama Wates akan semarak dengan Karnaval Pesona Mahardika. Kegiatan yang digelar untuk memperingati HUT ke-80 RI itu dimulai pukul 07.00 WIB dengan rute dari Taman Budaya Kulon Progo menuju pertigaan Jogoyudan.

“Sudah ada 24 kelompok yang mendaftar, terdiri dari sekolah, instansi, komunitas, hingga sanggar seni,” ujar Joko.

Peserta akan menampilkan atraksi di sejumlah titik, termasuk di panggung kehormatan depan rumah dinas Bupati Kulon Progo. Penampil terbaik akan memperoleh uang pembinaan Rp 1 juta hingga Rp 5 juta.

Menurut Joko, karnaval ini bukan hanya perayaan kemerdekaan, tetapi juga ajang promosi pariwisata dan ruang ekspresi masyarakat. “Harapannya, kegiatan ini menjadi kebanggaan sekaligus daya tarik bagi wisatawan,” katanya. (ihd)

Berita Terkait

Musrenbangdes Sindangheula 2027 Diapresiasi Kecamatan, Program Sampah Dinilai Layak Jadi Percontohan
Audiensi dengan OJK, Pemprov Banten Paparkan Capaian Ekonomi dan Program Prioritas
Wamendagri Bima Arya Arahan Presiden Bergerak Cepat dan Bergerak Bersama Terwujud di Aceh Tamiang
Wamendagri Ribka Haluk Luruskan Opini Publik soal Arahan Presiden Terkait Sawit di Papua
Menikmati Puisi Kritis ” TETAPLAH BODOH”, Karya Fathul Wahid
Siswa SMA Taruna Nusantara Asal Lampung Terima Arahan Gubernur di Kantor Gubernur
Gerakan Mas JOS Menguat, 37.000 Keluarga di Jogja Aktif Olah Sampah
RSCM Ditetapkan Jadi Rumah Sakit Penyangga Nasional Terapi Sel Punca

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 21:24 WIB

Musrenbangdes Sindangheula 2027 Diapresiasi Kecamatan, Program Sampah Dinilai Layak Jadi Percontohan

Senin, 19 Januari 2026 - 21:50 WIB

Audiensi dengan OJK, Pemprov Banten Paparkan Capaian Ekonomi dan Program Prioritas

Kamis, 8 Januari 2026 - 21:22 WIB

Wamendagri Bima Arya Arahan Presiden Bergerak Cepat dan Bergerak Bersama Terwujud di Aceh Tamiang

Senin, 5 Januari 2026 - 20:24 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Luruskan Opini Publik soal Arahan Presiden Terkait Sawit di Papua

Jumat, 2 Januari 2026 - 19:48 WIB

Menikmati Puisi Kritis ” TETAPLAH BODOH”, Karya Fathul Wahid

Berita Terbaru

Banten

Penghormatan Resmi untuk Ketua PT Banten yang Purna Tugas

Selasa, 27 Jan 2026 - 23:14 WIB