AHY Tegaskan Infrastruktur Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan yang di pimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meluncurkan Podcast InfraMe sebagai ruang komunikasi yang lebih terbuka, dialogis, dan partisipatif dalam mengawal pembangunan nasional, Selasa (25/2/2026). Melalui platform ini, Kemenko Infra ingin memperkuat keterlibatan publik dalam memahami arah, strategi, dan dampak kebijakan infrastruktur.

Podcast InfraMe menjadi bagian dari komitmen Kemenko Infra untuk memperluas kanal komunikasi kepada masyarakat. Dengan format dialog yang komunikatif dan mendalam, InfraMe diharapkan menghadirkan pemahaman komprehensif mengenai kebijakan, prioritas, serta orkestrasi pembangunan infrastruktur lintas sektor.

Pada episode perdana, Menko AHY menegaskan pembangunan infrastruktur tidak semata berbicara tentang proyek fisik, tetapi harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin menggeser pendekatan dari sekadar membangun sebanyak-banyaknya infrastruktur menjadi membangun yang lebih baik dan lebih berdampak. Pertanyaannya selalu: apa outcome-nya dan apa manfaat langsungnya bagi masyarakat,” ujar Menko AHY.

Ia menekankan komunikasi publik merupakan bagian integral dari proses pembangunan. Pemerintah memiliki kewajiban menjelaskan kebijakan dan program yang dijalankan, sekaligus membuka ruang dialog dua arah agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi serta kritik konstruktif.

Menurutnya, infrastruktur merupakan instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup. Konektivitas jalan dan transportasi menurunkan biaya logistik, bendungan dan sistem irigasi meningkatkan produktivitas pertanian, akses air bersih mendukung ketahanan lingkungan, sementara pembangunan sekolah dan fasilitas kesehatan memperkuat fondasi sumber daya manusia.

Menko AHY juga menjelaskan peran strategis kementerian koordinator dalam memastikan sinergi lintas sektor berjalan optimal. Filosofinya bukan sekadar mengoordinasikan, melainkan mengorkestrasi kebijakan dan program agar terintegrasi secara vertikal dan horizontal antara pemerintah pusat dan daerah.

“Tanpa koordinasi dan orkestrasi yang kuat, pembangunan berisiko berjalan sendiri-sendiri, tumpang tindih, dan tidak optimal. Karena itu, pendekatan strategic planning menjadi sangat penting agar setiap proyek benar-benar memberikan dampak maksimal,” tegasnya.

Ia mencontohkan pengelolaan arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berjalan lancar dengan penurunan angka kecelakaan sekitar 25 persen, serta kebijakan penurunan harga tiket pesawat hingga 14 persen sebagai hasil sinergi lintas sektor.

Lebih lanjut, Menko AHY menekankan pembangunan infrastruktur harus selaras dengan agenda keberlanjutan dan transisi energi, termasuk penguatan transportasi publik, dukungan elektrifikasi kendaraan, serta penyediaan infrastruktur dasar seperti air bersih dan pengendalian banjir.

“Infrastruktur bukan hanya tentang beton dan baja, melainkan tentang harapan, kesejahteraan, dan masa depan. Tidak boleh ada wilayah, generasi, maupun kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan,” ujar Menko AHY.

Podcast InfraMe dipandu Staf Khusus Menko Merry Riana dan akan hadir secara berkala sebagai ruang dialog strategis guna memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(Ls)

Sumber : KemenkoInfra

@gerbangpatriot

Berita Terkait

“Polisi Ojo Ilang Kamanungsane”, Keutamaan Bagi Petugas Polisi
Digital Leadership dan Pemolisian yang Futuristik
Kakak Gabriel Menahan Tangis, Kesaksian Pacar Ungkap Fakta Isi Ulang Gas Portable
Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah
KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden
Melalui Mediasi Dasco Ahmad, PWI Pusat dan Hotman Paris Tempuh Jalan Damai
Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara
Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:50 WIB

“Polisi Ojo Ilang Kamanungsane”, Keutamaan Bagi Petugas Polisi

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:44 WIB

Digital Leadership dan Pemolisian yang Futuristik

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:04 WIB

Kakak Gabriel Menahan Tangis, Kesaksian Pacar Ungkap Fakta Isi Ulang Gas Portable

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:48 WIB

Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:31 WIB

KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden

Berita Terbaru

Yogyakarta

‎Forum Jogja Damai Kawal Aksi Mahasiswa Tetap Aman Kondusif

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:01 WIB