Abidin Fikri Ajak Kader IMM Berani Isi Jabatan Publik Bermartabat Nasional

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abidin Fikri, mengajak kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) berani mengambil peran strategis di ruang publik dengan tetap menjunjung tinggi moralitas dan profesionalisme.

Pesan itu disampaikan dalam rangkaian Sosialisasi 4 Pilar MPR RI: Dialog Kebangsaan yang digelar Fokal IMM DIY bersama MPR RI di Burza Hotel Yogyakarta, Minggu (28/6/2026).

Di hadapan pimpinan Muhammadiyah, akademisi, politisi, komisioner lembaga negara, dan aktivis, Abidin menegaskan kader IMM merupakan kader bangsa yang memiliki tanggung jawab mengabdi di berbagai bidang.

“IMM itu adalah kader bangsa. Kader bangsa itu posisinya di mana saja boleh, baik di parlemen, birokrasi, komisi-komisi negara, hingga akademisi. Jangan malu-malu.

Kalau Anda mampu, tunjukkan kapasitas Anda,” tegasnya.

Dalam sesi dialog, Abidin juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar seorang pejabat bukan sekadar memperoleh kekuasaan, melainkan mempertanggungjawabkannya.

Menurutnya, semakin besar kekuasaan yang dimiliki seseorang, semakin besar pula godaan penyalahgunaan wewenang apabila tidak dibarengi integritas.

“Logika kekuasaan itu sederhana, semakin besar kuasanya, semakin besar kecenderungannya untuk zalim dan korup. Yang membatasi itu adalah kesalehan dan kejujuran pada diri sendiri,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, penyelenggara negara harus menjauhkan diri dari konflik kepentingan.

“Jangan pernah menggunakan instrumen pemerintahan untuk kepentingan pribadi, keluarga, ataupun golongan. Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat,” katanya.

Abidin turut mengkritisi tata kelola sejumlah program publik, termasuk pelaksanaan program makan bergizi yang dinilainya harus dikelola secara profesional dan transparan.

“Tujuannya mungkin baik, tetapi kalau penyelenggaraannya kacau dan malah menjadi ajang mencari keuntungan atau conflict of interest, ini yang harus kita kritisi,” tandasnya seraya menekankan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan uang negara.

Menutup dialog, Abidin mengapresiasi regenerasi kepemimpinan di Fokal IMM DIY. Ia memuji langkah Ketua Fokal IMM DIY, Muhammad Saleh Tjan, yang menyerahkan estafet kepemimpinan sesuai masa jabatan.

“Ini contoh pemimpin. Kalau waktunya selesai, ya nyatakan selesai. Jangan memberikan harapan-harapan palsu. Kita butuh pemimpin yang sadar batas kekuasaan,” pungkasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan Musyawarah Wilayah Fokal IMM DIY untuk memilih kepengurusan baru.(ADY)

Berita Terkait

‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti
Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial
KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Polisi Bongkar Peredaran Pil Ilegal, Sita 1.602 Butir di Bantul
Kebaya Satukan Bangsa, Pesonanya Makin Mendunia Lewat Perayaan Budaya
Konser GeMa Merah Putih Bangkitkan Semangat Kebangsaan Bersama
SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam Sungai Oya

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:39 WIB

‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:36 WIB

Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:28 WIB

Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:07 WIB

KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:57 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Pil Ilegal, Sita 1.602 Butir di Bantul

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:51 WIB