KPK Ingatkan DPRD Tingkatkan Integritas, Hentikan Pola Korupsi Lama

Kamis, 11 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Sleman – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan tingginya tren korupsi yang melibatkan lembaga legislatif, baik DPR maupun DPRD.
‎
‎Peringatan itu disampaikan Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Wardiana, seusai kegiatan Bimbingan Teknis Keluarga Berintegritas di Hotel Ramada.
‎
‎“Tren korupsi yang melibatkan legislatif memang cukup logis,” ujarnya.
‎
‎Ia menyebut sebagian besar pelaku berasal dari sektor swasta dengan jumlah mencapai “hampir enam ratusan”.
‎
‎Menurut Wawan, jenis korupsi yang paling banyak terjadi adalah suap dan gratifikasi.
‎
‎Polanya pun berulang: swasta sebagai pemberi, penyelenggara negara sebagai penerima.
‎
‎“Memberikan biasanya masyarakat atau swasta, sedangkan yang menerima umumnya penyelenggara negara,” tegasnya.
‎
‎Dalam pemetaan KPK, DPR dan DPRD berada di posisi kedua terbanyak terseret kasus korupsi, terutama terkait pengadaan barang dan jasa.
‎
‎Wawan juga menyoroti skor Monitoring Center for Prevention (MCP) di Sleman yang tahun ini hampir menyentuh angka 97.
‎
‎Meski sempat turun ke 74 akibat kendala teknis, ia menilai kewaspadaan tetap harus diperkuat.
‎
‎“Meski turun, kita tetap harus waspada,” katanya.
‎
‎Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara DPRD dan pemerintah kabupaten dalam memastikan program pembangunan berjalan sesuai kebutuhan publik.
‎
‎Ia mengingatkan agar anggota legislatif tidak memaksakan kepentingan yang tidak relevan dengan kondisi masyarakat.
‎
‎“Jangan seperti tempat lain yang memaksakan diri, yang penting saya dapat berapa. Maksudnya bukan begitu,” tegasnya.
‎
‎Wawan menutup dengan penegasan bahwa seluruh kewenangan DPRD harus dijalankan sesuai aturan.
‎
‎“Selama penerimaan pendapatan sesuai undang-undang dan peraturan, silakan,” ujarnya.
‎
‎KPK berharap penguatan integritas melalui keluarga dan lembaga menjadi benteng untuk mencegah korupsi di sektor legislatif. (Waw)

Berita Terkait

Menaker Yassierli Dorong Pelatihan Vokasi Tingkatkan Kompetensi Angkatan Kerja
Stadion Pandanaran Jadi Lokasi Apel Akbar 8.000 Anggota ASLINMAS dan ABPEDNAS
HUT TNI ke-81 Semarak, Kodim Wonosobo Ajak Warga Senam
Kemnaker Temukan Catatan Norma Kerja dan K3 di 9 Perusahaan Kendal-Batang
‎NU Care-LAZISNU Kudus Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Tanam Pohon dan Distribusi Air Bersih
670 Orang Menari, Kudus Lawan Lupa Warisan Budaya Leluhur
Pasien Lansia yang Viral Terhalang BYD Meninggal di Moewardi
Makam Ki Ageng Wonosobo Ungkap Jejak Cikal Bakal Daerah ‎

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Menaker Yassierli Dorong Pelatihan Vokasi Tingkatkan Kompetensi Angkatan Kerja

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Stadion Pandanaran Jadi Lokasi Apel Akbar 8.000 Anggota ASLINMAS dan ABPEDNAS

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:03 WIB

HUT TNI ke-81 Semarak, Kodim Wonosobo Ajak Warga Senam

Rabu, 30 September 2026 - 17:26 WIB

Kemnaker Temukan Catatan Norma Kerja dan K3 di 9 Perusahaan Kendal-Batang

Minggu, 27 September 2026 - 14:34 WIB

‎NU Care-LAZISNU Kudus Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Tanam Pohon dan Distribusi Air Bersih

Berita Terbaru