Wamendagri Bima Arya Soroti Pentingnya Keluar dari Middle Income Trap dan Penguatan SDM

Jumat, 21 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengajak Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung program Asta Cita pemerintah. Ia menegaskan bahwa saat ini merupakan momentum terbaik sekaligus krusial bagi masa depan Indonesia. Posisi Indonesia saat ini dinilai sangat strategis untuk meraih lompatan besar menuju negara maju.

Berdasarkan analisis sejumlah lembaga internasional, Indonesia diproyeksikan akan menjadi salah satu dari lima negara dengan ekonomi terkuat di dunia dalam 20 tahun mendatang.

“Kita akan menjadi negara maju dalam waktu 20 tahun. Namun syaratnya dua Bapak-Ibu sekalian,” imbuhnya saat memberikan sambutan pada acara Musyawarah Nasional (Munas) IX IARMI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (21/11/2025).

Syarat pertama, ujar Bima, adalah kemampuan Indonesia keluar dari jebakan pendapatan menengah. Banyak negara mampu naik dari pendapatan rendah ke menengah, tetapi gagal melesat menuju kategori pendapatan tinggi. Di Asia hanya lima negara yang berhasil, sementara di Eropa terdapat 14 negara.

“Kalau kita gagal keluar dari jebakan kelas menengah ini, maka kita akan berputar-putar di situ dalam waktu yang cukup lama,” ungkapnya.

Syarat kedua ialah memanfaatkan bonus demografi. Saat ini Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang dominan. Karena itu, potensi ini harus dioptimalkan agar target Indonesia Emas 2045 dapat dicapai.

“Asta Cita bicara itu Bapak-Ibu sekalian, Asta Cita bicara tentang pendidikan, Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, adalah menyiapkan anak-anak muda, menyiapkan sektor produktif tadi,” tuturnya.

Selain itu, Bima menjelaskan bahwa Asta Cita juga menargetkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Karena itu, dibutuhkan upaya yang luar biasa dari semua pihak untuk merealisasikannya.

Berikutnya, ia berpandangan, Asta Cita dapat disederhanakan menjadi dua tema besar, yakni pendidikan–teknologi dan pemerintahan yang efektif. Ia lantas menilai moto IARMI, “Widya Castrena Dharma Siddha” yang bermakna penyempurnaan pengabdian dengan ilmu pengetahuan dan ilmu keprajuritan, sejalan dengan arah Asta Cita.

“IARMI punya peran yang signifikan dan strategis apalagi bersinergi dan fokus kepada dua bidang tadi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bima menekankan bahwa pemerintahan yang efektif adalah cita-cita Presiden Prabowo Subianto. Agenda retret kepala daerah juga menargetkan efektivitas pemerintahan, termasuk efisiensi APBN dan APBD. Menurutnya, semangat penggemblengan dan kaderisasi yang dijalankan IARMI sejalan dengan hal tersebut.

“Keprajuritan ini adalah pengabdian. Keprajuritan ini adalah kepemimpinan. Keprajuritan ini adalah pemerintahan yang efektif,” jelasnya.

Bima kemudian membayangkan dua bentuk sinergi yang dapat diperkuat IARMI dalam mendukung Asta Cita. Pertama, sinergi antara IARMI dengan birokrasi, lembaga akademik, dan sektor swasta untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta penguasaan teknologi dalam mendukung Indonesia Emas 2045. Kedua, menyiapkan generasi Z sebagai calon pemimpin pada 2045, mulai dari kepala daerah hingga presiden, melalui pembekalan karakter, pengetahuan, dan talenta kepemimpinan.

“Saya membayangkan, kalau IARMI bersinergi dengan Kemendagri, dengan kementerian-kementerian yang ada, dengan para rektor, menggembleng, melatih, memupuk talenta kepemimpinan mahasiswa dengan Menwa (Resimen Mahasiswa) sebagai motor utamanya, maka akan kita pastikan mereka siap menggantikan kita 20 tahun yang akan datang,” pungkasnya. (nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya Tekankan Kepemimpinan dan Kolaborasi Saat Tutup Kegiatan IPDN di Aceh Tamiang
Peran Damkar dan Satpol PP Krusial di Tengah Tantangan Global, Tegas Wamendagri Akhmad Wiyagus
Kasatgas Tito Karnavian: Hibah Rp287 Miliar Bukti Nyata Gotong Royong Antar Daerah
Mendagri Tito Karnavian: Inflasi Berkaitan Langsung dengan Stabilitas Negara, Peran TNI Krusial
Ketum TP PKK Minta Papua Selatan Segera Lakukan Registrasi Posyandu untuk Penguatan Layanan Dasar
Wamendagri Bima Arya Dorong Optimalisasi PAD dan Pengawalan PSN dalam RKPD Jawa Tengah 2027
Wamendagri Akhmad Wiyagus: Kesehatan Masyarakat Papua Harus Jadi Program Prioritas Daerah
Mendagri Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor dalam Pembangunan Perumahan di Papua

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 11:57 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Kepemimpinan dan Kolaborasi Saat Tutup Kegiatan IPDN di Aceh Tamiang

Kamis, 30 April 2026 - 10:17 WIB

Peran Damkar dan Satpol PP Krusial di Tengah Tantangan Global, Tegas Wamendagri Akhmad Wiyagus

Rabu, 29 April 2026 - 22:02 WIB

Kasatgas Tito Karnavian: Hibah Rp287 Miliar Bukti Nyata Gotong Royong Antar Daerah

Rabu, 29 April 2026 - 21:48 WIB

Mendagri Tito Karnavian: Inflasi Berkaitan Langsung dengan Stabilitas Negara, Peran TNI Krusial

Selasa, 28 April 2026 - 21:35 WIB

Ketum TP PKK Minta Papua Selatan Segera Lakukan Registrasi Posyandu untuk Penguatan Layanan Dasar

Berita Terbaru

Kalimantan Timur

Dawn Service ANZAC Day 2026 Digelar Khidmat di Pasir Ridge Balikpapan

Kamis, 30 Apr 2026 - 16:59 WIB