Mendagri Perpanjang Operasi Pencarian Korban Longsor dan Minta Pemda Waspada Cuaca Ekstrem

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Cilacap – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung penanganan bencana longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (19/11/2025). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pencarian, evakuasi, dan penanganan korban berjalan baik, serta kesiapsiagaan pemerintah daerah (Pemda) tetap terjaga.

Dalam keterangannya, Mendagri menyampaikan bahwa penanganan di lokasi berlangsung sistematis dan terkoordinasi dengan baik. Ia menilai sinergi antarlembaga telah membuat respons terhadap bencana berjalan lebih cepat dan efektif.

“Penanganan di sini berlangsung cukup baik, sistematis, terorganisir dengan sangat baik, kekuatan juga cukup, logistik juga cukup,” ujar Mendagri kepada awak media.

Mendagri menjelaskan bahwa sebagian korban telah ditemukan, sementara lima lainnya masih dalam pencarian. Operasi pun diperpanjang selama tiga hari untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan. Selain itu, 16 rumah yang terdampak longsor akan ditangani melalui penyediaan hunian sementara dan hunian tetap oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemda.

“Ini waktunya diperpanjang tiga hari, kita doakan mudah-mudahan yang lima lagi dapat segera ditemukan untuk diserahkan kepada keluarganya,” jelasnya.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap penanganan bencana di sejumlah daerah. Presiden memerintahkan kementerian dan lembaga terkait untuk turun langsung guna memperkuat langkah penanganan di lapangan.

Mendagri juga mengingatkan seluruh Pemda untuk segera menginventarisasi titik rawan banjir dan longsor, mengingat curah hujan tinggi diperkirakan masih berlanjut di berbagai wilayah. Ia menekankan pentingnya langkah pencegahan dan mitigasi agar risiko terhadap masyarakat dapat ditekan.

Lebih jauh, Mendagri menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan harus dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan daerah menghadapi potensi bencana. Ia mengingatkan agar Pemda tidak bersikap pasif atau baru bergerak setelah terjadi bencana.

“Saya akan mengejar seluruh daerah untuk melakukan apel kesiapan yang sama. Dan mereka melakukan inventarisasi permasalahan di daerah masing-masing. Jangan sampai autopilot, diam saja,” tandasnya. (nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

800 Perwira Tinggi TNI-Polri Ikuti Taklimat Presiden, Mendagri Tito Hadir
Percepat Administrasi Kependudukan Anak, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Sinergi Pemda
Pemda Diminta Perkuat Ketangguhan Bencana, Wamendagri Bima Tekankan Mitigasi
Sinergi TP Posyandu dan TP PKK Diperkuat untuk Implementasi 6 SPM di NTT
Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Jadi Bahasan Rakor Mendagri Tito dan Pemkab Malinau
Pascabencana, Satgas PRR Pastikan Jalan dan Jembatan Nasional Sumatera Pulih Total
Satgas PRR Pastikan Roda Ekonomi Masyarakat Sumatera Kembali Bergerak Pascabencana
Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Aktif Kendalikan Harga Pangan di Daerah

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:15 WIB

800 Perwira Tinggi TNI-Polri Ikuti Taklimat Presiden, Mendagri Tito Hadir

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Percepat Administrasi Kependudukan Anak, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Sinergi Pemda

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Pemda Diminta Perkuat Ketangguhan Bencana, Wamendagri Bima Tekankan Mitigasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Sinergi TP Posyandu dan TP PKK Diperkuat untuk Implementasi 6 SPM di NTT

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Pembangunan Infrastruktur Perbatasan Jadi Bahasan Rakor Mendagri Tito dan Pemkab Malinau

Berita Terbaru

Yogyakarta

UWM Wisuda 176 Lulusan, Rektor Tantang Alumni Kuasai Teknologi

Kamis, 8 Okt 2026 - 09:41 WIB

Yogyakarta

WJNC Usai, Petugas Kebersihan Sulap Malioboro Kembali Bersih

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:58 WIB