Wagub Lampung Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Promosi dan Pemajuan Kebudayaan Daerah

Jumat, 7 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Bandar Lampung  — Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjadi narasumber pada peringatan Hari Wayang Nasional ke-7 yang digelar Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi) di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta Timur, Jumat (7/11/2025),

Pada acara bertema “Strategi dan Pemikiran Pemajuan Kebudayaan Daerah untuk Mewujudkan Budaya Tradisi yang Inklusif” tersebut, Wagub Jihan menyampaikan bahwa Provinsi Lampung merupakan contoh nyata keberhasilan penerapan budaya yang inklusif di Indonesia.

Wagub Jihan menekankan bahwa Lampung adalah daerah yang mencerminkan keberagaman sekaligus harmoni sosial.

“Di Provinsi Lampung, masyarakat Suku Jawa justru menjadi kelompok mayoritas jika dibandingkan dengan masyarakat asli suku Lampung. Namun kita semua hidup berdampingan dengan rukun. Ini bukti nyata bahwa budaya inklusif benar-benar terwujud di Lampung,” ujarnya.

Wagub Jihan mencontohkan akulturasi budaya yang terjadi melalui kehadiran Wayang Sekelik, yang merupakan hasil dari perpaduan antara budaya suku Lampung dan suku Jawa, yang kini menjadi bagian dari identitas budaya daerah. “Budaya wayang sangat diterima masyarakat Lampung, bahkan banyak desa pribumi yang antusias menggelar pertunjukan wayang kulit,” tambahnya.

Wagub Jihan menjelaskan bahwa penerimaan budaya luar di Lampung tidak lepas dari falsafah hidup masyarakat Lampung, yaitu Piil Pesenggiri, yang mengandung nilai-nilai nemui nyimah, nengah nyappur, sakai sambayan, dan Bejuluk Beadek. Nilai-nilai inilah, yang menumbuhkan sikap terbuka dan menghargai keberagaman.

“Falsafah Piil Pesenggiri inilah yang membuat masyarakat Lampung mudah beradaptasi dan menerima budaya dari luar tanpa kehilangan jati dirinya,” jelasnya.

Wagub Jihan juga menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan, tetapi harus menjadi nafas pembangunan daerah. Karena itu, Pemprov Lampung berkomitmen memperkuat ekosistem budaya melalui lima strategi utama:

1. Digitalisasi dan pendataan objek pemajuan kebudayaan (OPK) melalui platform Lampung Culture Data agar data kebudayaan bisa diakses publik.
2. Pendidikan dan regenerasi pelaku budaya, untuk menarik minat generasi muda dalam mengembangkan seni tradisi.
3. Penguatan ekosistem kreatif dan pasar budaya, agar kebudayaan tidak berhenti di tataran seremonial tetapi menjadi sumber pemberdayaan masyarakat.
4. Kolaborasi komunitas dan diplomasi budaya, termasuk penyelenggaraan Krakatau Festival (K-Fest) sebagai agenda nasional yang memadukan unsur budaya, musik, dan kuliner.
5. Tata kelola dan pemberdayaan berkelanjutan, melalui integrasi kebijakan kebudayaan ke dalam RPJMD dan RKPD, serta dukungan CSR dari dunia usaha.

Selain itu, Jihan juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam promosi budaya daerah agar tidak tertinggal dari bangsa lain.

“Dulu saya tidak pernah membayangkan bisa hafal lagu Korea. Tapi sekarang budaya mereka dikenal di seluruh dunia karena memanfaatkan teknologi. Tantangannya, apakah kita mau menjadi influencer budaya kita sendiri, atau hanya jadi penonton?” ungkapnya.

Wakil Gubernur Lampung menegaskan bahwa Pemprov Lampung juga memiliki Perda Nomor 11 Tahun 2024 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan, yang menjadi turunan dari amanat UUD 1945 Pasal 32 ayat 1, serta UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Menutup paparannya, Wagub Jihan menyampaikan rasa bangga atas keberagaman masyarakat Lampung yang tetap harmonis dalam keberagaman budaya.

Menutup paparannya, Wagub Jihan menegaskan bahwa Budaya inklusif bukan hanya soal pelestarian, tapi bagaimana budaya menjadi jembatan yang mempererat persatuan. Lampung adalah contoh nyata.

Untuk diketahui bahwa Hari Wayang Nasional diperingati di Indonesia setiap tanggal 7 November setiap tahunnya. Hari Wayang Nasional ini diperingati karena Wayang merupakan salah satu pilar utama seni budaya bangsa Indonesia yang di akui dunia. Dalam wayang mengandung pelajaran, fatwah, dan simbol-simbol yang menjadi nilai hidup dan moral bangsa Indonesia, terutama masyarakat Jawa.

Acara ini di dukung oleh kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI, serta Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Turut juga hadir dalam kesempatan ini para budayawan, tokoh pemerhati, dan pelestari wayang. Sebelum memulai sesi diskusi, para peserta yang hadir di suguhi dengan penampilan dari karawitan laraswangi. (Nad)

Sumber: Adpim

Berita Terkait

Gubernur Mirza Ajak 8.330 Mahasiswa Baru Unila Jadi Penggerak Pembangunan Lampung
Empat PPDS Baru FK Unila Jadi Langkah Percepat Pemerataan Dokter Spesialis di Lampung
El Nino Mengintai, Pemprov Lampung Petakan Kebutuhan Air untuk Pertanian hingga Permukiman
Setahun Kodam XXI/Raden Intan, Sinergi TNI dan Pemprov Lampung Didorong Makin Kuat
PSEL Lampung Raya Disiapkan Jadi Solusi Pengelolaan Sampah dan Energi Daerah
Pemprov Lampung Optimalkan Potensi Pesantren untuk Cetak SDM Unggul dan Berdaya Saing
Sensus Ekonomi 2026, Lampung Perkuat Data untuk Dukung Kebijakan Pembangunan
Karang Taruna Jadi Kunci Pemberdayaan Desa, Pemprov Lampung Dorong Inovasi Ekonomi Pemuda

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Gubernur Mirza Ajak 8.330 Mahasiswa Baru Unila Jadi Penggerak Pembangunan Lampung

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Empat PPDS Baru FK Unila Jadi Langkah Percepat Pemerataan Dokter Spesialis di Lampung

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:57 WIB

El Nino Mengintai, Pemprov Lampung Petakan Kebutuhan Air untuk Pertanian hingga Permukiman

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Setahun Kodam XXI/Raden Intan, Sinergi TNI dan Pemprov Lampung Didorong Makin Kuat

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:43 WIB

PSEL Lampung Raya Disiapkan Jadi Solusi Pengelolaan Sampah dan Energi Daerah

Berita Terbaru