Satgas Pangan Polda Banten Resmikan Sistem Whistleblowing untuk Pantau Stabilitas Harga

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Serang – Dalam upaya memperkuat pengawasan dan penegakan hukum di sektor pangan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten melalui Satgas Pangan meluncurkan program kolaboratif strategis dengan berbagai instansi terkait pada Rabu (22/10). Program ini mencakup pembentukan Command Center Satgas Pangan, penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Bulog, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, serta Dinas Pertanian, hingga pelaksanaan operasi pasar lintas instansi.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang diinisiasi oleh AKBP M. Nuril Huda Sofwan S.,A.g dalam rangka implementasi proyek perubahan peserta PKN II angkatan XXVI TA 2025. Polda Banten dalam menekan praktik mafia pangan, termasuk harga diatas HET, praktek monopoli, penimbunan, pengoplosan, pengurangan takaran, dan kecurangan distribusi pangan. Dengan adanya integrasi data pangan secara real-time, Command Center Satgas Pangan diharapkan menjadi pusat kendali dalam memantau stok, harga, dan distribusi pangan dari produsen hingga konsumen.

AKBP M. Nuril menjelaskan, kolaborasi ini dirancang agar pengawasan pangan dapat lebih efektif, terkoordinasi, dan transparan. “Kami membangun sistem yang tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dini melalui integrasi data, operasi gabungan, dan kanal pelaporan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Polda Banten juga menyiapkan mekanisme Whistleblowing System melalui kanal hotline sebagai sarana bagi masyarakat untuk melaporkan penimbunan atau ketidakwajaran harga pangan. Identitas pelapor akan dilindungi, dan masyarakat berperan langsung dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Banten.

“Satgas Pangan hadir bukan hanya untuk menindak pelaku penyimpangan, tetapi untuk melindungi masyarakat dari praktik mafia pangan serta memastikan harga dan distribusi bahan pokok tetap stabil,” tegas Dirreskrimsus.

Diakhir, Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Yudhis Wibisana menyatakan Program yang diinisiasi AKBP M. Nuril Sofwan ini dapat berkesinambungan dan menjadi Role model bagi Wilayah lainnya. Selain itu program ini melibatkan berbagai tahapan strategis, mulai dari pembentukan tim efektif, sosialisasi ke pemangku kepentingan, penandatanganan MoU, peresmian Command Center, hingga edukasi publik terkait mekanisme pelaporan WhistleBlowing System. (Bidhumas)

Berita Terkait

Abdul Harris Bobihoe Optimistis Bekasi Menuju Sport Tourism Melalui Pembinaan Atlet Muda
Diskusi Santai dan Mancing Bersama, Bupati Pandeglang Ajak Wartawan Jaga Harmonisasi
Banten Siapkan Strategi Empat Pelabuhan untuk Urai Kepadatan Arus Mudik 2026
Sinergi Polri dan Buruh, Bakti Sosial dan Renovasi Rumah Warnai HUT KSPSI
Pos Kesehatan Merah Putih Hadir di Lebak, Fokus Deteksi Hipertensi dan Diabetes
Musda XI Golkar Pandeglang Kukuhkan Kepemimpinan Baru Secara Aklamasi
Musda XI Golkar Pandeglang Berlangsung Kondusif, Agus Khotibul Umam Resmi Jadi Ketua DPD II
Tri Adhianto Dorong Penataan Lanjutan dan Penertiban Parkir di Alun-Alun Kota Bekasi

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:15 WIB

Abdul Harris Bobihoe Optimistis Bekasi Menuju Sport Tourism Melalui Pembinaan Atlet Muda

Senin, 16 Februari 2026 - 18:00 WIB

Banten Siapkan Strategi Empat Pelabuhan untuk Urai Kepadatan Arus Mudik 2026

Senin, 16 Februari 2026 - 16:48 WIB

Sinergi Polri dan Buruh, Bakti Sosial dan Renovasi Rumah Warnai HUT KSPSI

Senin, 16 Februari 2026 - 16:17 WIB

Pos Kesehatan Merah Putih Hadir di Lebak, Fokus Deteksi Hipertensi dan Diabetes

Senin, 16 Februari 2026 - 13:34 WIB

Musda XI Golkar Pandeglang Kukuhkan Kepemimpinan Baru Secara Aklamasi

Berita Terbaru