Santapan MBG Racuni 426 Siswa SMAN 1 Yogyakarta, Sekda Langsung Sidak

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ngadiya, Kepala Sekolah SMA N 1 Yogyakarta

Ngadiya, Kepala Sekolah SMA N 1 Yogyakarta

JOGJAOKE.COM, Jogja – Ratusan siswa SMAN 1 Yogyakarta dikabarkan mengalami keracunan massal setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (15/10).

‎Sebanyak 426 siswa mengeluhkan sakit perut dan diare, bahkan 33 di antaranya tak masuk sekolah keesokan harinya.

‎“Gejalanya muncul sejak dini hari, sekitar pukul 01.00 sampai 03.00 WIB,” ujar Kepala Sekolah SMAN 1 Yogyakarta, Ngadiya, Kamis (16/10).

‎Pemerintah Daerah DIY langsung bereaksi cepat. Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti bersama Satgas Percepatan Pelaksanaan Program MBG turun tangan menelusuri penyebab insiden tersebut.

‎“Informasinya, makanan dimasak tergesa-gesa karena kokinya sakit. Seharusnya jatah makan siang tidak dimasak bersamaan dengan jatah pagi,” kata Ni Made.

‎Ia menyebut, dugaan kuat keracunan berasal dari lauk ayam yang disajikan pada jam istirahat kedua.

‎Ni Made menegaskan, indikasi pelanggaran prosedur oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Wirobrajan sangat mungkin terjadi.

‎“Jika perjanjian kerja sama sudah berjalan, berarti ada pelanggaran. Kami minta laporan rutin setiap minggu, termasuk kandungan gizi dan waktu layak konsumsi,” tegasnya.

‎Ia juga memerintahkan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY mendatangi langsung sekolah untuk investigasi lanjutan.

‎Sementara itu, Ngadiya memastikan pihak SPPG telah mengakui kelalaian dan siap bertanggung jawab.

‎Ia menjelaskan, menu MBG yang dikonsumsi siswa terdiri dari nasi putih, ayam saus barbeque, tahu krispi, salad sayur, dan buah pisang.

‎“Yang diduga menyebabkan keracunan itu ayamnya. Tapi kami masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

‎Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting agar program MBG dijalankan lebih hati-hati dan sesuai SOP.

‎Seorang korban, Veda mengaku di kelasnya ada 11 siswa yang mengalami diare.

‎Menurut Veda, penyebab keracunan ini diduga berasal dari saus barbeque yang disajikan bersama menu ayam.

‎“Mungkin dari saus barbeque itu yang bikin sakit perut, di kelas saya ada 11 anak yang diare,” kata Veda.

‎Ia menyebutkan, menu yang disajikan terdiri dari ayam barbeque, sayur salad, dan nasi.

‎ “Sebenarnya tidak ada rasa aneh apapun, cuma pas pulang itu langsung demam saya diare,” ungkapnya.

‎“Kebanyakan teman-teman diare, saya demam sore malamnya diare. Ini masih sakit perut, tadi diare 3 kali.

‎Veda mengaku jarang mengambil menu MBG, namun kali ini ia sempat mencicipi dan akhirnya mengalami diare.

‎Di Provinsi DI Yogyakarta, sejak Agustus 2025, kasus keracunan makanan dalam program MBG dilaporkan menimpa 393 siswa di Sleman, 497 siswa di Kulon Progo, dan 19 siswa di Gunungkidul.(waw)

Berita Terkait

‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga
Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti
Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial
KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Polisi Bongkar Peredaran Pil Ilegal, Sita 1.602 Butir di Bantul
Kebaya Satukan Bangsa, Pesonanya Makin Mendunia Lewat Perayaan Budaya
Konser GeMa Merah Putih Bangkitkan Semangat Kebangsaan Bersama
SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam Sungai Oya

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:39 WIB

‎Polda DIY dan Jogja Menyapa Bergerak Bantu Warga

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:36 WIB

Ahli Waris Klaim Tanah Masuk SHGB UMK, Minta Kejelasan Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 - 19:28 WIB

Komunitas Jogja Menyapa Ajak Warga Cerdas Tangkal Hoaks Bermedia Sosial

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:07 WIB

KKMP Demangan Sabet Juara Koperasi Berprestasi, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:57 WIB

Polisi Bongkar Peredaran Pil Ilegal, Sita 1.602 Butir di Bantul

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:51 WIB