JOGJAOKE.COM, Sleman – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pelaku UMKM memperkuat pemasaran digital agar mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Digital Marketing untuk UMKM di Auditorium Gedung Piwulangan, Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Selasa.
Kegiatan yang diselenggarakan BRIN itu menjadi bagian Program Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi, dengan melibatkan pelaku UMKM sebagai peserta utama.
BRIN menghadirkan Rizq Atika Maso, S.Kom., MSM, Analis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Kemitraan Riset dan Inovasi, sebagai narasumber kegiatan.
Materi sosialisasi mencakup pentingnya pemasaran digital, strategi membangun konten sederhana, pemanfaatan media sosial, hingga praktik pemasaran untuk meningkatkan penjualan produk UMKM.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY. Esti Wijayanti, S.H., menegaskan digital marketing menjadi keterampilan penting menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Menurut Esti, pelaku UMKM harus mampu memanfaatkan media sosial secara strategis, terutama untuk menekan biaya promosi sekaligus memperluas jangkauan pemasaran produk.
”Ada sesuatu yang harus kita pelajari, termasuk bagaimana memanfaatkan media sosial agar tidak selalu berbayar,” ujar Esti dalam sambutannya.
Ia mengajak seluruh peserta mengikuti sosialisasi secara serius agar memperoleh pengetahuan praktis dari narasumber yang memiliki kompetensi pemasaran digital dan pemberdayaan UMKM.
Sementara itu, Wakil Rektor I UWM, Dr. Jumadi, S.E., M.M., menilai UMKM mempunyai kontribusi penting menopang perekonomian Indonesia.
Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama kemampuan memasarkan produk secara efektif dan menjangkau konsumen di tengah persaingan.
”Memproduksi itu gampang, tetapi memasarkan adalah sulit. Ada yang mengatakan, jangan menjual apa yang mampu dibuat, tetapi buatlah yang mampu dijual,” kata Jumadi.
Menurut Jumadi, pemasaran digital membuka kesempatan bagi UMKM menawarkan produk tanpa terhalang batas geografis, ruang, maupun waktu dalam aktivitas perdagangan.
Dalam pemaparannya, Rizq Atika menjelaskan digital marketing merupakan aktivitas promosi produk maupun jasa melalui internet untuk menjangkau konsumen dan calon pelanggan.
Strategi tersebut menawarkan sejumlah keunggulan, mulai jangkauan konsumen lebih luas, pengukuran hasil pemasaran, efisiensi biaya, hingga interaksi langsung dengan pelanggan.
BRIN juga memperkenalkan konsep sales funnel meliputi traffic, conversion, dan relationship sebagai tahapan penting membangun pemasaran digital yang efektif dan berkelanjutan.
Peserta mempelajari segmentasi pasar, Product Value Proposition, Unique Selling Point, analisis kompetitor, pemilihan media sosial, hingga pemanfaatan marketplace dan affiliate marketing.
Dalam pembuatan konten, BRIN menyarankan komposisi 80 persen edukasi atau hiburan dan 20 persen promosi penjualan langsung kepada calon konsumen.
Peserta juga mengenal formula AIDA, yakni Attention, Interest, Desire, dan Action, untuk menarik perhatian serta mendorong keputusan pembelian melalui konten digital.
Melalui praktik langsung, peserta menyusun strategi pemasaran berdasarkan keunggulan produk, target konsumen, saluran digital, dan konsep konten guna memperkuat daya saing UMKM.(waw)






