Prof Edy Sentil AFEBSI: Kolaborasi Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 14 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Rektor Universitas Widya Mataram (UWM), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, mendorong AFEBSI memperkuat kolaborasi demi meningkatkan daya saing perguruan tinggi swasta Indonesia.
‎
Pesan tersebut disampaikan dalam
‎Kongres Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/10).
‎
Kongres yang dibuka Gubernur DKI Jakarta itu diikuti lebih dari 170 peserta dari fakultas ekonomi perguruan tinggi swasta berbagai wilayah Indonesia.
‎
Prof. Edy, selaku Ketua Dewan Pakar AFEBSI, menegaskan kolaborasi menjadi kebutuhan strategis untuk menghadapi persaingan global dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
‎
“Kolaborasi itu keniscayaan pada era yang sangat terbuka ini. Apalagi, kerja sama internasional juga menjadi prasyarat memperoleh akreditasi Unggul,” tegasnya.
‎
Menurut Prof. Edy, AFEBSI yang baru berusia lima tahun perlu memperluas kemitraan nasional dan internasional agar semakin kompetitif.
‎
Ia menilai kerja sama tidak cukup dilakukan antarkampus, tetapi juga harus melibatkan dunia usaha, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai institusi terkait.
‎
“Ini penting untuk penguatan AFEBSI dan bagian meningkatkan kekuatan tawar atau bargaining position anggota AFEBSI secara keseluruhan,” ujarnya.
‎
Mantan Ketua Forum Rektor Indonesia tersebut menekankan pentingnya jejaring strategis untuk membuka peluang kolaborasi, memperkuat inovasi, dan meningkatkan posisi perguruan tinggi swasta.
‎
Prof. Edy juga menghubungkan penguatan AFEBSI dengan kontribusi anggota dalam mewujudkan visi pembangunan nasional, Indonesia Emas 2045.
‎
Menurutnya, fakultas ekonomi dan bisnis berperan penting menghasilkan kajian, gagasan, serta rekomendasi kebijakan untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.
‎
Peningkatan pendapatan per kapita, pengurangan kemiskinan, penekanan kesenjangan pendapatan, dan peningkatan indeks pembangunan manusia membutuhkan kontribusi nyata perguruan tinggi.
‎
Karena itu, AFEBSI perlu mengoptimalkan kapasitas akademik dan jaringan anggotanya untuk menghasilkan gagasan yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan masyarakat.
‎
Prof. Edy mengingatkan, kontribusi perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada kegiatan akademik, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan dan kolaborasi konkret.
‎
Ia turut menyoroti bonus demografi Indonesia yang berpotensi menjadi tantangan apabila tidak diimbangi ketersediaan lapangan kerja yang memadai.
‎
“Masalahnya lapangan kerja terbatas, sehingga banyak tenaga kerja produktif tidak terserap. Nah, ini angkanya sangat besar,” tegasnya.
‎
Mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) itu memperingatkan, kegagalan menyerap tenaga kerja produktif dapat menghambat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
‎
“Akibatnya, bonus demografi tersebut bisa berubah menjadi musibah atau bencana demografi,” ujar mantan Ketua Umum APTISI tersebut.
‎
Menurutnya, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha perlu bersinergi menyiapkan sumber daya manusia kompeten sekaligus memperluas kesempatan kerja.
‎
Fakultas ekonomi dan bisnis juga diharapkan mendorong kewirausahaan, inovasi, pengembangan kompetensi, serta kesesuaian pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.
‎
Dalam kongres tersebut, AFEBSI menyepakati pemilihan kembali Dr. Achmad Rozi sebagai pemimpin organisasi untuk masa jabatan lima tahun mendatang.
‎
Setelah agenda di Balai Kota DKI Jakarta, rangkaian kongres berlanjut di Hotel Peninsula Jakarta untuk melanjutkan konsolidasi dan agenda organisasi.
‎
Melalui penguatan jejaring nasional, kemitraan internasional, dan kolaborasi lintas sektor, AFEBSI diharapkan meningkatkan daya saing perguruan tinggi swasta serta mendukung Indonesia Emas 2045.(waw)

Berita Terkait

Buktikan Kepemimpinan Unggul, Sekdaprov Lampung Raih Posisi Kedua di Ajang ADLG Awards 2026
Kongres AFEBSI Perkuat Kolaborasi, Dorong PTS Indonesia Bersaing Global
Gandeng LAN RI, Pemprov Banten Siapkan Sistem Manajemen Talenta dan ASN Corpu Lebih Modern
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Pekerja Dapat Penguatan Hak dan Pelindungan
Hilirisasi dan AI Jadi Agenda Utama, Abdul Harris Bobihoe Hadiri Investor Daily Summit 2026
KPU Buka Suara Usai Putusan MK, Jelaskan Verifikasi Dokumen Gibran
Menaker Yassierli: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Hadirkan Era Baru Hukum Ketenagakerjaan
Penguatan Pendidikan Antikorupsi, Lampung Diganjar Penghargaan oleh KPK

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Prof Edy Sentil AFEBSI: Kolaborasi Harga Mati Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Buktikan Kepemimpinan Unggul, Sekdaprov Lampung Raih Posisi Kedua di Ajang ADLG Awards 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Kongres AFEBSI Perkuat Kolaborasi, Dorong PTS Indonesia Bersaing Global

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Gandeng LAN RI, Pemprov Banten Siapkan Sistem Manajemen Talenta dan ASN Corpu Lebih Modern

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:58 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Pekerja Dapat Penguatan Hak dan Pelindungan

Berita Terbaru