JOGJAOKE.COM, GUNUNGKIDUL — Musim kemarau panjang mulai membuat warga sejumlah wilayah Gunungkidul kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut mendorong penyaluran bantuan air bersih kepada warga Desa Warak dan Ngrenengan, Kelurahan Girisekar, Kecamatan Panggang.
Sebanyak Tiga belas tangki air bersih disalurkan pada Minggu (4/10/2026) untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan.
Air bersih tersebut bersumber dari swadaya dan disalurkan langsung ke sejumlah titik yang membutuhkan pasokan air bersih.
Setiap tangki membawa sekitar 5.000 liter air, sehingga total pasokan yang didistribusikan mencapai kurang lebih 45.000 liter.
Penyaluran dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang menghadapi menipisnya sumber air akibat kemarau panjang.
“Musim kemarau panjang membuat sumber air warga semakin menipis,” demikian latar belakang pelaksanaan dropping air bersih tersebut.
Distribusi air menyasar dua lokasi utama, yakni Dusun Warak dan Dusun Ngrenehan, wilayah Kecamatan Panggang, Gunungkidul.
Untuk Dusun Warak, penyaluran dilakukan di wilayah RT 003 RW 002, Kelurahan Girisekar, Kecamatan Panggang.
Sementara itu, lokasi lainnya berada di Dusun Ngrenehan, Panggang, Gunungkidul, yang juga membutuhkan tambahan pasokan air bersih.
Penyerahan air bersih dilakukan secara simbolis dengan menyerahkan dua tangki kepada warga di Dusun Warak dan Ngrenehan.
“Sebanyak dua tangki diserahkan secara simbolis kepada warga,” berdasarkan laporan pelaksanaan dropping air bersih tersebut.
Sementara tujuh tangki lainnya disalurkan menggunakan sistem meteran untuk memastikan pembagian air dapat diterima warga secara tertib.
Sistem tersebut diterapkan agar distribusi air berjalan sesuai kebutuhan dan dapat menjangkau warga yang telah menunggu pasokan.
Bantuan air ini menjadi penting karena sebagian sumber air warga Gunungkidul mengalami penurunan akibat berlangsungnya musim kemarau.
“Warga membutuhkan pasokan air karena sumber air mulai menipis,” menjadi alasan utama pelaksanaan distribusi air bersih tersebut.
Dalam pelaksanaannya, terdapat kendala ketika proses dropping air bersih tahap kedua berlangsung di lokasi penerima bantuan.
Akses jalan yang sempit menjadi salah satu hambatan bagi kendaraan tangki untuk mencapai lokasi penyaluran air.
Selain itu, antrean pengambilan air juga cukup panjang sehingga proses distribusi membutuhkan waktu dan pengaturan lebih lanjut.
“Dropping kedua tidak dapat didampingi karena akses jalan sempit dan antrean pengambilan air panjang,” demikian keterangan laporan.
Meski menghadapi kendala, seluruh bantuan sebanyak Tiga belas tangki tetap berhasil disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Penyaluran air bersih tersebut diikuti Sulistrik, Karsinah, dan Mutmainah sebagai personel yang terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga sekaligus memenuhi kebutuhan air selama musim kemarau panjang berlangsung.. (ady)






