PT Sasmaya Media Integrasi Minati Dua Aset Strategis Banten, Investasi Hampir Rp1 Triliun

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Banten -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan adanya minat investasi PT Sasmaya Media Integrasi terhadap dua aset strategis Banten dengan nilai investasi diperkirakan mencapai hampir Rp1 triliun.

Dua aset yang menjadi fokus penjajakan investasi tersebut yakni kawasan sports center Provinsi Banten, termasuk Banten International Stadium (BIS), serta industri tepung ikan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi mengatakan, Pemprov Banten secara aktif menawarkan sejumlah potensi dan aset daerah kepada investor. Aset tersebut dapat dikembangkan melalui skema kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

“Alhamdulillah, ada beberapa potensi yang kami ajukan, disetujui untuk dikelola investor,” kata Deden seusai pertemuan dengan PT Sasmaya Media Integrasi di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, KP3B, Selasa (8/9/2026).

Menurut Deden, dari empat aset yang sebelumnya ditawarkan, saat ini terdapat dua aset yang mengerucut dan mendapat minat serius dari PT Sasmaya Media Integrasi.

“Dari empat yang kami ajukan, sekarang mengerucut ke dua lokasi yang insya Allah telah menarik minat dari PT Sasmaya,” ujarnya.

Deden berharap proses penjajakan tersebut dapat segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang nyata. Selain mengoptimalkan aset daerah, investasi tersebut diharapkan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung penguatan struktur APBD Provinsi Banten.

“Kami berharap kerja sama ini segera terjalin, karena akan memberikan dampak ekonomi dan juga membantu Pemprov Banten dalam struktur APBD,” katanya.

Ia menambahkan, Banten masih memiliki berbagai potensi lain yang terbuka untuk dikembangkan melalui investasi. Pemprov Banten bersama pemerintah kabupaten dan kota akan terus mendorong iklim investasi yang memberikan manfaat nyata bagi daerah.

“Selain berdampak secara ekonomi, kehadiran investor ini juga diharapkan mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Banten,” tutur Deden.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Sasmaya Media Integrasi Faruq Ibnu Haqi mengatakan, minat terhadap kedua aset tersebut merupakan hasil dari sejumlah pertemuan dan pembahasan bersama DPMPTSP Provinsi Banten.

“Dua di antaranya akhirnya masuk dalam kriteria core bisnis kami, yaitu Banten International Stadium dan juga industri tepung ikan,” ungkap Faruq.

Menurutnya, kedua potensi tersebut sesuai dengan bidang usaha PT Sasmaya Media Integrasi, khususnya di sektor konstruksi. Pengembangan kawasan sports center juga dinilai memiliki peluang untuk mendukung Banten sebagai salah satu daerah yang dipersiapkan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032.

“Ini juga turut mendukung untuk bisa menyukseskan Banten untuk menjadi tuan rumah di kegiatan PON tahun 2032 nanti,” ujarnya.

Faruq menjelaskan, pengembangan sports center diarahkan menjadi kawasan yang terintegrasi antara olahraga dan hiburan. Konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan kawasan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Bagaimana untuk bisa mendukung Banten ini juga memiliki sports center dan juga kawasan yang benar-benar terintegrasi antara entertain dan sport,” paparnya.

Sementara industri tepung ikan dinilai memiliki prospek karena didukung target produksi yang besar serta berpotensi mendukung program ketahanan pangan.

“Mungkin itu yang menjadi melatarbelakangi kenapa dari PT Sasmaya ini juga berani untuk bisa mendukung atau mengambil penawaran tersebut,” katanya.

Faruq menyebutkan, berdasarkan kajian sementara, rencana investasi pengembangan Banten International Stadium diperkirakan mencapai lebih dari Rp850 miliar. Sedangkan investasi untuk industri tepung ikan sekitar Rp135 miliar. Dengan demikian, total rencana investasi kedua aset tersebut mencapai sekitar Rp985 miliar.

Selain dua aset tersebut, PT Sasmaya Media Integrasi masih melakukan penjajakan terhadap sejumlah potensi lain di Provinsi Banten. “Masih ada penjajakan lagi potensi-potensi yang ada di Provinsi Banten, dan ini masih kita godok lagi,” katanya.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala DPMPTSP Virgojanti, Asisten Daerah II Budi Santoso, Kepala Bappeda Babar Soeharso, Kepala BPKAD Mahdani, Kepala DPUPR Arlan Marzan, Kepala DLHK Wawan Gunawan, serta Kepala DPMPTSP Kota Serang Arif Rahman Hakim. (gla)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Cegah Dampak Abu Vulkanik, Koramil Banjar Bagikan Masker kepada Warga
Rombongan Media Belum Terhubung di Kawasan GAK, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau
Polda Banten-Basarnas Kerahkan Tim Cari Rombongan Jurnalis di Selat Sunda
Kualitas Udara Belum Aman, Gubernur Andra Soni Perpanjang PJJ di Banten
Tangkal Hoaks, ICN Banten dan Pemprov Perkuat Literasi Digital Masyarakat
Maulid Nabi, Wagub Banten Dorong Umat Perkuat Ukhuwah dan Ketakwaan
Hari Jadi ke-78 Polwan RI, Polda Banten Gelar Syukuran

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:10 WIB

Cegah Dampak Abu Vulkanik, Koramil Banjar Bagikan Masker kepada Warga

Rabu, 9 September 2026 - 13:54 WIB

PT Sasmaya Media Integrasi Minati Dua Aset Strategis Banten, Investasi Hampir Rp1 Triliun

Rabu, 9 September 2026 - 13:12 WIB

Rombongan Media Belum Terhubung di Kawasan GAK, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

Rabu, 9 September 2026 - 11:14 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi Gunung Anak Krakatau

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Polda Banten-Basarnas Kerahkan Tim Cari Rombongan Jurnalis di Selat Sunda

Berita Terbaru

Bandung

KDS Tegaskan Perizinan Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemda

Rabu, 9 Sep 2026 - 16:05 WIB