JOGJAOKE.COM, Banten – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengajak umat Islam memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk memperkuat akhlak, ukhuwah islamiyah, serta meningkatkan iman dan takwa.
Hal tersebut disampaikan Dimyati usai menghadiri Majelis Selasa pimpinan Habib Salim Segaf Aljufri yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pejaten Residence, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026) malam. Pengajian rutin tersebut dihadiri Habib Salim Segaf Aljufri, Habib Idrus, para Habib, Ulama, Ustaz, Kiai, jemaah, serta sejumlah pejabat sipil, TNI dan Polri.
Dimyati mengatakan, Maulid Nabi menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempelajari sejarah kehidupan dan keteladanan beliau. Dikatakannya, kecintaan kepada Rasulullah SAW harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dengan meneladani akhlak dan budi pekerti Nabi Muhammad SAW.
“Kalau lihat Maulid, adalah mencintai Nabi, mencintai Rasul. Dan kita juga mempelajari sejarah dari Rasul. Yang kedua adalah akhlak, budi pekerti Rasul yang harus dijadikan suri teladan,” ungkap Dimyati.
Selain memperkuat akhlak, Dimyati menilai Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahim. Menurutnya, berkumpulnya para Habib, ulama, kiai, ustaz, jemaah, serta berbagai unsur masyarakat dalam satu majelis merupakan bentuk nyata persaudaraan dan kebersamaan.
“Dengan Maulid kita juga ukhuwah Islamiyah, lihat banyak jemaah untuk melakukan ukhuwah Islamiyah, silaturahim,” katanya.
Selanjutnya, Dimyati juga mengingatkan pentingnya menjaga ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW serta meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Ia berharap kecintaan tersebut dapat mengantarkan umat untuk memperoleh syafaat Rasulullah SAW.
“Mahabbah kepada Kanjeng Nabi. Mudah-mudahan kita mendapatkan syafaatnya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Dimyati mengajak umat menjadikan momentum Maulid Nabi untuk meningkatkan iman dan takwa dengan memperbanyak salawat, zikir, serta senantiasa mengingat Allah SWT.
“Mati kita meningkatkan iman dan takwa dengan bersalawat, dengan kita selalu mengingat, berzikir kepada Allah SWT. Insya Allah kita terus tingkatkan iman takwa kita,” jelasnya.
Menurut Dimyati, peringatan Maulid Nabi juga menjadi bagian dari dakwah dan sarana bagi umat untuk terus belajar, khususnya mempelajari sejarah kehidupan Rasulullah SAW.
“Dengan adanya Maulid itu dakwah. Dakwah itu belajar, mempelajari bagaimana sejarah Rasul. Dakwah itu adalah ilmu, ilmu untuk bekal kita di akhirat nanti,” ujarnya. (gla)
Sumber : Adpim






