Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Pemprov Banten Siagakan Seluruh Fasilitas Kesehatan

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Banten – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatan (nakes) di wilayahnya guna mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat akibat paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.

​Langkah kesiapsiagaan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Nomor 400.7/3234/DINKES/2026. Edaran ini menginstruksikan seluruh rumah sakit, puskesmas, laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas), balai kekarantinaan, hingga pos kesehatan agar mengaktifkan layanan siaga 24 jam sesuai dengan tingkat risiko dan rencana kontingensi daerah.

​Kepala Dinkes Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengatakan pihaknya bergerak cepat untuk merespons keluhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

​”Saat ini kasusnya memang masih dalam batas normal. Namun demikian, kami bersama seluruh tenaga kesehatan tetap bersiaga sesuai arahan dari Bapak Gubernur Banten agar ke depan tidak terjadi lonjakan kasus,” ujar Ati, Minggu (6/9/2026).

​Ati mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa keluar rumah, masyarakat diwajibkan menggunakan masker. Saat ini, stok masker di Dinkes Banten dipastikan aman untuk didistribusikan kepada warga terdampak. Selain itu, Pusat Krisis (Crisis Center) Kementerian Kesehatan juga akan segera menyalurkan bantuan masker ke sejumlah daerah terdampak, meliputi Banten, Lampung, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

​Lebih lanjut, Ati menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung partikel kasar hingga sangat halus serta gas yang bersifat iritan. Kondisi ini dapat memicu iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, sesak napas, hingga memperburuk asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK).

​”Dampak lainnya meliputi gangguan mata, iritasi kulit, hingga kontaminasi sumber air dan pangan yang tidak tertutup rapat. Selain itu, ada risiko kecelakaan lalu lintas akibat berkurangnya jarak pandang dan jalanan yang licin,” jelasnya.

​Untuk memitigasi risiko tersebut, Dinkes Banten mewajibkan seluruh faskes menjamin ketersediaan logistik dan obat-obatan esensial. Persiapan mencakup sistem rujukan, ambulans, tabung oksigen, pulse oximeter, obat bronkodilator, inhaler beserta spacer, cairan pembilas mata steril, hingga Alat Pelindung Diri (APD) dan respirator partikulat (N95, KN95, KF94) bagi petugas.

​Nakes di lapangan juga ditugaskan untuk melakukan surveilans (pemantauan) harian terhadap peningkatan kasus gangguan pernapasan. Pemantauan aktif diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta penderita penyakit kronis. Data ini kemudian dianalisis dan dikoordinasikan dengan BMKG, BPBD, dan Dinas Lingkungan Hidup terkait kualitas udara (PM2,5 dan PM10), lalu dilaporkan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

​Sebagai langkah preventif di lingkungan rumah, Ati meminta masyarakat untuk menutup rapat pintu, jendela, serta celah masuknya abu, termasuk menutup tempat penampungan air dan makanan.

​”Bila membersihkan abu, basahi secukupnya terlebih dahulu agar tidak beterbangan. Hindari menyapu kering. Selain itu, pastikan ketersediaan obat rutin bagi anggota keluarga dengan penyakit kronis tersedia cukup di rumah,” tutup Ati. (gla)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Hari Jadi ke-78 Polwan RI, Polda Banten Gelar Syukuran
Polda Banten Gelar Asistensi dan Monitoring Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik
Polda Banten Sampaikan Perkembangan Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang
Erupsi Gunung Anak Krakatau, SMPN 1 Majasari Alihkan Pembelajaran ke PJJ
19 Hakim MTQ Nasional Berasal dari Banten, Gubernur Andra Soni Sampaikan Rasa Bangga
Gubernur Andra Soni Dukung Upaya Cegah Kekerasan Verbal di Lingkungan Sekolah
Gubernur Andra Soni Dukung Upaya Cegah Kekerasan Verbal di Lingkungan Sekolah
PSEL Serang Raya Ditargetkan Mulai Dibangun Akhir 2026, Andra Soni: Jadi Solusi Sampah

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Hari Jadi ke-78 Polwan RI, Polda Banten Gelar Syukuran

Selasa, 8 September 2026 - 14:56 WIB

Polda Banten Gelar Asistensi dan Monitoring Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik

Senin, 7 September 2026 - 15:32 WIB

Polda Banten Sampaikan Perkembangan Gunung Anak Krakatau, Masyarakat Diimbau Tetap Tenang

Senin, 7 September 2026 - 15:27 WIB

Erupsi Gunung Anak Krakatau, SMPN 1 Majasari Alihkan Pembelajaran ke PJJ

Senin, 7 September 2026 - 13:30 WIB

19 Hakim MTQ Nasional Berasal dari Banten, Gubernur Andra Soni Sampaikan Rasa Bangga

Berita Terbaru