Gubernur Herman Deru: Pendidikan Al-Qur’an Berawal dari Orang Tua, 10.000 Santri BKPRMI Diwisuda

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menghadiri Tasyakuran Bebas Buta Huruf Al-Qur’an dan Wisuda Akbar 10.000 Santri TK/TPA BKPRMI di Palembang Sport and Convention Center (PSCC), Selasa (25/08/2026).

Mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qur’ani Menyongsong Masa Depan Gemilang”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengapresiasi keberhasilan para santri dalam menyelesaikan pembelajaran membaca Al-Qur’an sekaligus mendorong penguatan pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini.

Herman Deru mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang digelar oleh BKPRMI tersebut. Menurutnya, keberhasilan 10.000 santri yang dinyatakan mampu membaca Al-Qur’an merupakan capaian luar biasa dan layak menjadi catatan penting dalam sejarah pemberantasan buta aksara Al-Qur’an.

“Kita bersyukur anak-anak kita dinyatakan pandai membaca Al-Qur’an. Ini layak menjadi rekor dalam pelepasan buta aksara Al-Qur’an dalam sejarah terbesar,” ujar Herman Deru.

Ia menegaskan bahwa pendidikan anak sejatinya merupakan tanggung jawab utama orang tua. Sementara itu, guru, ustaz, dan ustazah memiliki peran membantu orang tua dalam memberikan pendidikan serta membentuk kecerdasan dan karakter anak.

“Sejatinya pendidikan ada pada orang tua. Ustaz dan guru membantu tugas orang tua, jangan dibalik. Tugas memberikan pendidikan adalah tanggung jawab orang tua,” tegasnya.

Namun demikian, Herman Deru juga mengakui keterbatasan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak membuat peran guru, ustaz, dan ustazah menjadi sangat penting.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk memberikan penghargaan dan apresiasi kepada para pendidik yang telah dengan ikhlas membagikan ilmunya kepada generasi muda.

“Dengan keterbatasan orang tua, anak menjadi cerdas tidak lepas dari andil guru, ustaz, dan ustazah. Maka wajib kita ucapkan terima kasih kepada guru, ustaz, dan ustazah yang telah membagikan ilmunya,” katanya.

Lebih lanjut, Herman Deru mengatakan kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan modal awal bagi anak untuk terus menggali dan memahami ilmu agama. Ia berharap anak-anak tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memahami makna yang terkandung di dalamnya serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketika salat, bacaannya juga berdasarkan Al-Qur’an. Jadi bukan hanya menghafal, tetapi juga memahami maknanya,” jelasnya.

Herman Deru juga mengajak para orang tua untuk melanjutkan pendidikan Al-Qur’an anak-anak mereka melalui rumah tahfiz. Ia menyebut Pemerintah Provinsi Sumsel terus mendorong program satu rumah tahfiz di setiap desa sebagai bagian dari upaya membangun generasi Qur’ani.

Menurutnya, jumlah rumah tahfiz di Sumsel saat ini telah mencapai lebih dari 5.000. Keberadaan rumah tahfiz tersebut diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak anak-anak Sumsel yang memiliki kesempatan untuk mendalami Al-Qur’an.

“Ini menjadi amal jariah yang tidak akan putus dan akan terus kita gaungkan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru turut menekankan pentingnya peran ibu dalam pendidikan anak. Menurutnya, ibu merupakan sosok yang paling dekat dengan anak dan menjadi madrasah pertama dalam membentuk karakter serta nilai-nilai kehidupan.

“Ibu adalah yang terpenting bagi manusia. Di Arab muncul falsafah bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Jadi tentu kita harus memuliakan ibu,” pungkasnya. (GLA)

 

Sumber : adpim sumsel

Berita Terkait

Tanggulangi Karhutla Lebih Canggih, Sumsel Berpeluang Pimpin Penerapan Teknologi Realiza
Bergerak Cepat! Pesawat Operasi Teknologi Dry Ice Diberangkatkan Hari Ini di Sumsel
Terobosan Baru Atasi Asap, Gubernur Herman Deru Sambut Uji Coba Teknologi Dry Ice di Sumsel
Herman Deru Apresiasi Keharmonisan Eksekutif-Legislatif di OKI: Kunci Utama Pembangunan!
Tanggapi Pandangan Umum 8 Fraksi DPRD, Pemprov Sumsel Beberkan Arah Prioritas APBD 2027
Tak Cuma Tinjau, Herman Deru Nginap di Lokasi Karhutla OKI untuk Instruksikan Pemadaman
Karhutla Banyuasin, Herman Deru Jajal Teknologi dari Brasil
Sekda Sumsel: Pembangunan Tak Cukup Diukur dari Pertumbuhan Ekonomi

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Tanggulangi Karhutla Lebih Canggih, Sumsel Berpeluang Pimpin Penerapan Teknologi Realiza

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Bergerak Cepat! Pesawat Operasi Teknologi Dry Ice Diberangkatkan Hari Ini di Sumsel

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Terobosan Baru Atasi Asap, Gubernur Herman Deru Sambut Uji Coba Teknologi Dry Ice di Sumsel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Herman Deru Apresiasi Keharmonisan Eksekutif-Legislatif di OKI: Kunci Utama Pembangunan!

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Tanggapi Pandangan Umum 8 Fraksi DPRD, Pemprov Sumsel Beberkan Arah Prioritas APBD 2027

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Cegah Banjir, Kodim Wonosobo Ajak Warga Bersihkan Saluran Mangli

Jumat, 16 Okt 2026 - 14:54 WIB