Festival Sastra Yogyakarta 2026 Jadikan LAKU Gerakan Bersama

Kamis, 20 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA – Festival Sastra Yogyakarta 2026 membawa pesan berbeda melalui tema LAKU, menempatkan sastra sebagai perjalanan kebudayaan yang terus bergerak bersama seluruh masyarakat. Digelar 23 hingga 30 Agustus di Taman Budaya Embung Giwangan, festival tersebut mengajak publik melihat sastra bukan sekadar karya, melainkan proses kehidupan sehari-hari.

Seluruh rangkaian festival dapat diakses gratis, dengan program publik berlangsung setiap hari sekitar pukul 10.00 hingga 21.00 WIB selama delapan hari penuh festival. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan, LAKU menggambarkan proses panjang yang setiap langkahnya memiliki makna bagi kebudayaan dan masyarakat secara luas. “Ketika berbicara tentang laku, ini merepresentasikan sebuah proses di mana setiap langkah memiliki makna,” ujar Yetti saat menjelaskan tema festival tersebut kepada publik.

Menurut Yetti, keberhasilan festival tidak cukup dihitung berdasarkan jumlah pengunjung, tetapi manfaatnya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem sastra secara luas dan berkelanjutan bagi semua. “Proses itu sendiri menjadi sebuah laku yang bermakna untuk melahirkan kebaikan bagi kebudayaan,” katanya, menegaskan pentingnya perjalanan dalam berkarya dan berproses bersama pihak.

Tiga kurator, Paksi Raras Alit, Ramayda Akmal, dan Fairuzul Mumtaz, menerjemahkan tema LAKU menjadi beragam program yang mempertemukan pelaku sastra lintas generasi publik.

Paksi mengatakan, FSY sejak awal memang dirancang sebagai ruang perjumpaan, sehingga festival berkembang mengikuti kebutuhan dan dinamika komunitas sastra Yogyakarta secara organik publik. “Sejak awal, kami sepakat bahwa ini adalah festival bersama, kami ingin memposisikannya sebagai ruang perjumpaan bersama,” kata Paksi kepada wartawan hadir di lokasi.

Fairuzul menegaskan, FSY memiliki fokus khusus pada sastra dan humaniora, berbeda dari kegiatan literasi yang membahas isu luas masyarakat dalam kehidupan. “Fokus spesifik kami murni pada bidang sastra,” ujar Fairuzul, menegaskan orientasi festival terhadap karya, gagasan, dan perkembangan kesusastraan Indonesia masa kini secara kritis.

Selama delapan hari, FSY menghadirkan sekitar 100 pembicara, 36 sesi acara, dan 12 komunitas, termasuk pengenalan sastra koding bersama Suku Sastra kepada publik. Festival juga mempertemukan sastra Indonesia dan sastra Jawa, bukan sebagai wilayah terpisah, melainkan dua kekuatan yang saling memperkaya dalam ekosistem kebudayaan Yogyakarta lokal.

Pasar Buku Sastra, diskusi, workshop, pameran, Poetry Jam, orasi budaya, seminar nasional, hingga pertunjukan menjadi bagian rangkaian festival yang terbuka bagi publik luas. Sayembara Puisi Nasional turut membuka partisipasi luas; hingga 19 Agustus, sekitar 2.500 karya telah diterima dari berbagai daerah Indonesia tahun ini melalui penyelenggara.

Yetti menyebut kolaborasi komunitas, akademisi, penerbit, sastrawan, dan pemerintah menjadi kunci, sebab FSY diarahkan sebagai kerja bersama yang berkelanjutan dan terbuka bagi semua. Melalui LAKU, FSY 2026 ingin menegaskan sastra sebagai bagian kehidupan kota, sekaligus menguatkan jejaring penulis, pembaca, komunitas, akademisi, dan penerbit bersama masyarakat luas.(ady)

Berita Terkait

Desil Bikin Heboh, BPS DIY Bongkar Fakta Solusi Warga
Algoritma Media Sosial Diam-Diam Membentuk Realitas Digital Masyarakat
TUMANDUR UGM Sulap Sampah Jadi Pangan, Warga Jurugsari Panen Sayuran
Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda Ajak Warga Semarakkan HUT RI Lewat Jalan Sehat
Data UKM Dinamis, Pemkot Yogyakarta Perkuat Pendataan hingga 18.000 Pelaku Usaha
Dua Pemuda Pleret Diamankan Polisi Usai Dicurigai Bawa Motor
Pemkot Yogyakarta Dorong Digitalisasi Pajak untuk Tingkatkan PAD
Setahun Bersama, JMS Perkuat Sinergi Jogja City Mall dan The Rich Jogja Hotel

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Desil Bikin Heboh, BPS DIY Bongkar Fakta Solusi Warga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Algoritma Media Sosial Diam-Diam Membentuk Realitas Digital Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:19 WIB

TUMANDUR UGM Sulap Sampah Jadi Pangan, Warga Jurugsari Panen Sayuran

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Ketua DPRD Sleman Y. Gustan Ganda Ajak Warga Semarakkan HUT RI Lewat Jalan Sehat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 08:37 WIB

Data UKM Dinamis, Pemkot Yogyakarta Perkuat Pendataan hingga 18.000 Pelaku Usaha

Berita Terbaru

Yogyakarta

Desil Bikin Heboh, BPS DIY Bongkar Fakta Solusi Warga

Jumat, 21 Agu 2026 - 11:30 WIB