JOGJAOKE.COM, JOGJA – Ikatan Wanita Widya Mataram Yogyakarta atau IWWAMY menggelar pertemuan rutin sekaligus memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8), secara meriah.
Kegiatan berlangsung meriah sejak pukul 08.00 WIB di Pendopo Agung Universitas Widya Mataram, Banyuraden, Gamping, Sleman, dengan suasana penuh kebersamaan dan hangat.
Tahun ini, IWWAMY mengusung tema Perempuan Merdeka, Bahagia yang mengajak perempuan memaknai kemerdekaan melalui keberanian, pembelajaran, kontribusi, dan kebahagiaan bersama secara nyata.
Para pengurus, anggota, hingga anggota purnatugas hadir kompak mengenakan pakaian kasual bernuansa merah putih sesuai imbauan panitia dalam suasana ceria sejak pagi.
Rangkaian kegiatan diawali senam bersama yang diprakarsai Fakultas Ekonomi untuk membangun kebugaran sekaligus mempererat silaturahmi seluruh peserta yang hadir dengan penuh antusiasme.
Niken Permata Sari, M.Sc., mewakili panitia sekaligus Wakil Dekan II FE, menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dan penuh keakraban bersama.
Ketua Umum IWWAMY, Prof. Dr. Ir. Ambar Rukmini, M.P., kemudian menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna kemerdekaan bagi perempuan Indonesia dan inspiratif.
“Kemerdekaan yang diraih melalui perjuangan para pendahulu harus diisi dengan karya dan kontribusi nyata,” kata Ambar Rukmini dalam sambutannya di hadapan peserta.
Guru Besar Teknologi Pangan UWM itu menegaskan, perempuan merdeka bukan sekadar bebas, tetapi mampu mengenali serta menghargai dirinya
sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
“Perempuan merdeka adalah perempuan yang berani mengambil peran, terus belajar, dan mampu memberikan manfaat bagi keluarga serta lingkungan,” tuturnya di tengah masyarakat.
Ambar menambahkan, kebahagiaan tidak berarti kehidupan tanpa persoalan, melainkan kemampuan bersyukur, menikmati proses, dan menemukan makna setiap peran yang dijalani bersama keluarga.
“Bahagia adalah kemampuan untuk tetap bersyukur, menikmati proses, dan menemukan makna dalam setiap peran yang kita jalani,” tambahnya dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah sambutan, peserta mengikuti berbagai lomba kemerdekaan yang menghibur, melatih kekompakan, sekaligus menghadirkan persaingan sportif antartim dengan penuh semangat yang penuh tawa.
Sebanyak lima tim mengikuti perlombaan, masing-masing beranggotakan tujuh peserta, dengan tantangan tebak warna, pindah sarung, tebak kata, serta serok permen secara sportif.
Gelak tawa pecah ketika peserta beradu strategi dalam lomba serok permen dan snack, membuktikan kemerdekaan juga dapat dirayakan secara sederhana bersama peserta.
Acara ditutup pembagian doorprize dan foto bersama, meninggalkan pesan bahwa perempuan merdeka dapat tumbuh, berkarya, bahagia, serta menguatkan sesama di lingkungan sekitar.(ADY)






