Muara Krueng Meureudu Dinormalisasi, Pidie Jaya Fokus Pulihkan Ekonomi Nelayan

Minggu, 16 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Unit Hidrologi dan Kualitas Air BWS Sumatera I bersama Balai Teknik Sungai dan Relawan Kementerian PU melakukan pengukuran tampang Sungai Krueng Meureudu. dok. Satgas PRR/Kementerian PU

Unit Hidrologi dan Kualitas Air BWS Sumatera I bersama Balai Teknik Sungai dan Relawan Kementerian PU melakukan pengukuran tampang Sungai Krueng Meureudu. dok. Satgas PRR/Kementerian PU

JOGJAOKE.COM, Aceh – Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mempercepat normalisasi muara Sungai Krueng Meureudu untuk membuka kembali akses melaut bagi nelayan. Pengerukan diprioritaskan pada sisi kiri hilir muara agar kapal dapat melintas lebih cepat tanpa harus menunggu seluruh pekerjaan rampung.

Pendangkalan akibat timbunan lumpur pascabencana hidrometeorologi November 2025 telah menyulitkan kapal nelayan melewati muara. Kondisi tersebut tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memengaruhi mata pencaharian masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.

Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi mengatakan pengerukan sisi kiri menjadi langkah taktis agar akses nelayan dapat segera dipulihkan, sementara pekerjaan di bagian muara lainnya terus berjalan.

“Untuk penanganan ini, saya sudah mengarahkan agar pengerukan dilakukan di sebelah kiri terlebih dahulu. Dengan begitu, masyarakat yang ingin melaut bisa lebih cepat memanfaatkan jalur tersebut. Kalau menunggu seluruhnya selesai, masyarakat tetap tidak bisa melaut,” kata Sibral saat meninjau normalisasi muara Krueng Meureudu, Sabtu (15/8/2026).

Normalisasi mencakup pengerukan muara sepanjang 500 meter hingga kedalaman sekitar empat meter. Jalur sisi kiri ditargetkan mulai dapat dilalui kapal nelayan pada Agustus, sedangkan keseluruhan pekerjaan diharapkan selesai pada November 2026.

“Kami akan mengerahkan ekskavator amfibi untuk mempercepat penanganan. Mudah-mudahan pekerjaan sepanjang 500 meter di muara ini dapat diselesaikan lebih cepat dan memberikan hasil sesuai harapan masyarakat,” ujar Sibral.

Staf Humas Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Jamaluddin menjelaskan pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan memprioritaskan sisi kiri muara. Progres normalisasi saat ini berada di kisaran 35–40 persen, sedangkan pengerjaan jalur prioritas tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu setengah bulan.

Dukungan anggaran tahap awal untuk pekerjaan tersebut berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum sebesar Rp37 miliar. Alokasi tambahan sekitar Rp50 miliar direncanakan tersedia pada akhir Agustus guna melanjutkan dan menuntaskan normalisasi muara.

Pembukaan kembali jalur muara diharapkan menghidupkan aktivitas perikanan secara bertahap. Dengan akses yang lebih aman, nelayan dapat kembali melaut, distribusi hasil tangkapan kembali bergerak, dan pendapatan keluarga yang sempat terdampak dapat berangsur pulih.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan mendorong penyelesaian pekerjaan sebelum puncak musim hujan. “Puncak musim hujan berada pada Oktober, November, dan Desember. Kami berharap sebelum memasuki periode tersebut seluruh penanganan dapat diselesaikan,” kata Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran.

Satgas PRR juga membuka ruang koordinasi untuk membantu pemerintah daerah menyelesaikan hambatan teknis maupun administratif selama pelaksanaan pekerjaan. “Jika terdapat kendala di lapangan, segera sampaikan kepada Satgas PRR agar kita dapat bersama-sama mengurai akar masalah dan menyiapkan solusi yang memadai,” ujar Imran.(lsi)

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Mendagri Tito Turun Langsung ke Manggarai Timur, Pastikan Pemulihan Pascagempa Berjalan Cepat
Penanganan Pascagempa NTT Dipercepat, Mendagri Fokus pada Layanan Dasar dan Pendataan
Mendagri Tito Tinjau Langsung NTT, Pastikan Penanganan Pascagempa Dipercepat
Serapan TKD Dikebut, Aceh Selatan Fokus Percepat Pembangunan Infrastruktur
M​enekraf Sambut Sinergi FSKN untuk Dorong Ekraf Keraton ke Tingkat ASEAN
Festival Bazar Kemendagri 2026 Tak Sekadar Bazar, Edukasi dan Kesiapsiagaan Turut Didorong
Mendagri Dorong Kepala Daerah Kelola Potensi Daerah dengan Pendekatan Teknokratik
Menteri Ekraf Ingin Blockchain Buka Peluang Monetisasi IP Lewat IDBW 2026

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:05 WIB

Mendagri Tito Turun Langsung ke Manggarai Timur, Pastikan Pemulihan Pascagempa Berjalan Cepat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Penanganan Pascagempa NTT Dipercepat, Mendagri Fokus pada Layanan Dasar dan Pendataan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Mendagri Tito Tinjau Langsung NTT, Pastikan Penanganan Pascagempa Dipercepat

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Serapan TKD Dikebut, Aceh Selatan Fokus Percepat Pembangunan Infrastruktur

Minggu, 16 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Muara Krueng Meureudu Dinormalisasi, Pidie Jaya Fokus Pulihkan Ekonomi Nelayan

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Dasar Dalam Memahami dan Mengimplementasikan UULLAJ

Minggu, 16 Agu 2026 - 21:17 WIB