Sawah Terdampak Bencana Dipulihkan, Nagan Raya Optimalkan Dana TKD

Sabtu, 15 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peninjauan lahan sawah terdampak di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. dok : Satgas PRR/kementerian PU

Peninjauan lahan sawah terdampak di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. dok : Satgas PRR/kementerian PU

JOGJAOKE.COM, Aceh – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, terus mempercepat pemanfaatan tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang salah satu fokusnya diperuntukkan bagi memulihkan lahan pertanian terdampak bencana. Optimalisasi TKD dilakukan agar sawah yang rusak dapat kembali ditanami dan produktivitas petani tetap terjaga.

Percepatan tersebut semakin mendesak karena Nagan Raya telah memasuki musim tanam dan sejumlah lahan sawah rusak masih dalam fase pemulihan, termasuk di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menyelaraskan pemanfaatan tambahan TKD dengan dukungan anggaran Kementerian Pertanian. Penyelarasan program diperlukan agar anggaran dapat diarahkan secara tepat kepada lahan yang paling membutuhkan penanganan dan manfaatnya segera dirasakan petani.

Langkah awal yang perlu dituntaskan adalah pemutakhiran data kerusakan, penetapan lokasi prioritas, penyelesaian persyaratan administrasi, dan penyusunan rencana pekerjaan. Data yang akurat membantu pemda menentukan bentuk penanganan, mulai dari pembersihan material, rehabilitasi lahan, perbaikan irigasi, hingga penyediaan sarana produksi pertanian.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Aceh Firdaus mengatakan realisasi anggaran bantuan pertanian di tingkat Provinsi Aceh telah mencapai 49,2 persen atau sekitar Rp253,5 miliar dari pagu Rp515,2 miliar. Capaian tersebut terus ditingkatkan agar pelaksanaan program pertanian dapat bergerak lebih cepat pada triwulan ketiga.

“Realisasi kegiatan kita baru sekitar 49 persen. Kami mengharapkan kabupaten dan kota segera menyelesaikan persoalan yang menyebabkan keterlambatan proses administrasi karena anggaran ini sudah berada di kabupaten,” kata Firdaus.

Firdaus menegaskan pemerintah daerah perlu proaktif menyampaikan setiap hambatan pelaksanaan agar dapat segera dicarikan jalan keluar bersama. Percepatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga pada kesiapan pemerintah daerah mengeksekusi program di lapangan.

Kebutuhan percepatan itu tidak terlepas dari luasnya dampak bencana terhadap sektor pertanian Aceh. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian yang dihimpun Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, luas sawah terdampak dilaporkan mencapai 57.171 hektare, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan, sedang, berat, hingga lahan yang hilang diterjang bencana.

Bagi masyarakat Nagan Raya, sawah merupakan sumber penghasilan keluarga sekaligus penopang ketersediaan pangan daerah. Karena itu, pemanfaatan TKD perlu difokuskan pada kegiatan yang dapat mengembalikan lahan ke kondisi produktif secepat mungkin tanpa mengabaikan ketepatan administrasi dan akuntabilitas anggaran.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Nagan Raya. Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran, menegaskan percepatan pemulihan sawah dibutuhkan untuk menjaga produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah.

“Kita harus memikirkan bagaimana pemulihan lahan sawah dan pertanian ini dapat dilakukan sesegera mungkin sehingga tidak mengganggu produksi pertanian maupun ketahanan pangan Nagan Raya ke depan,” ujarnya.

Sebagai penguatan koordinasi daerah, Satgas PRR juga mendorong pembentukan posko kabupaten agar data kerusakan, pelaksanaan program, kendala lapangan, dan aspirasi masyarakat dapat dikelola melalui satu pintu. (gla)

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Abdul Harris Bobihoe Perkuat Kolaborasi Bekasi–Aceh Tamiang Lewat Kunjungan Kerja
Dirjen Dikti Tinjau Langsung Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di USK Banda Aceh
Teuku Riefky Harsya: Banda Aceh Siap Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Kreatif
Menteri Ekraf Dorong AMANAH Jadi Pusat Inkubasi Bisnis Kreatif di Aceh
PKS Ditandatangani, Sertifikasi Tanah Wakaf di Aceh Digenjot
Momentum Ramadan, Kementerian Ekonomi Kreatif Perkuat Ekosistem Ekraf Berbasis Komunitas
Kasatgas Tito Karnavian Bersama TP PKK Serahkan Bantuan Kemanusiaan di Aceh Tamiang
Pemprov Lampung Tunjukkan Kepedulian, Salurkan Donasi bagi Korban Bencana Aceh

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Sawah Terdampak Bencana Dipulihkan, Nagan Raya Optimalkan Dana TKD

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:00 WIB

Abdul Harris Bobihoe Perkuat Kolaborasi Bekasi–Aceh Tamiang Lewat Kunjungan Kerja

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:15 WIB

Dirjen Dikti Tinjau Langsung Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 di USK Banda Aceh

Senin, 27 April 2026 - 09:35 WIB

Teuku Riefky Harsya: Banda Aceh Siap Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Sabtu, 25 April 2026 - 09:46 WIB

Menteri Ekraf Dorong AMANAH Jadi Pusat Inkubasi Bisnis Kreatif di Aceh

Berita Terbaru