Festival Sastra Yogyakarta 2026 Angkat Semangat Literasi, Sayembara Puisi Nasional Resmi Dibuka

Rabu, 22 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta resmi membuka rangkaian Festival Sastra Yogyakarta (FSY) 2026 dengan meluncurkan Sayembara Puisi Nasional yang terbuka bagi seluruh masyarakat Indonesia. Mengusung tema “Laku”, festival tahun ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat ekosistem sastra sekaligus mendorong lahirnya karya-karya sastra berkualitas dari berbagai daerah.

Tema Laku merupakan kelanjutan dari benang merah Festival Sastra Yogyakarta sejak 2022 yang diawali dengan tema Mulih, kemudian Sila, Siyaga, Rampak, hingga kini memasuki fase Laku. Dalam perspektif kebudayaan Jawa, laku dimaknai sebagai proses penghayatan hidup yang dijalani dengan kesadaran, ketekunan, dan pengabdian.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, mengatakan Festival Sastra Yogyakarta terus dihadirkan sebagai wadah yang mempertemukan penulis, pembaca, pegiat literasi, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem sastra di Indonesia.

“Melalui tema Laku, kami ingin menegaskan bahwa sastra bukan hanya menjadi ruang ekspresi dan refleksi budaya, tetapi juga memiliki daya hidup bagi ekosistem sastra serta para pelakunya,” ujar Yetti, Selasa (21/7).

Sebagai agenda pembuka, Sayembara Puisi Nasional Festival Sastra Yogyakarta 2026 mengangkat tema bebas sehingga memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta untuk mengekspresikan gagasan dan kreativitas melalui karya puisi.

Kompetisi ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) tanpa memandang profesi maupun latar belakang. Panitia menyediakan total hadiah jutaan rupiah, yakni Rp2 juta untuk juara pertama, Rp1,5 juta bagi juara kedua, dan Rp1 juta untuk juara ketiga. Selain itu, dua karya terbaik pilihan pembaca akan mendapatkan penghargaan Puisi Favorit dengan hadiah masing-masing Rp250 ribu.

Penilaian akan dilakukan oleh tiga juri yang dikenal di dunia sastra Indonesia, yakni An Ismanto, Hasta Indriyana, dan Nur Wahida Idris.

Dalam ketentuannya, setiap peserta dapat mengirimkan maksimal tiga puisi orisinal yang belum pernah dipublikasikan maupun diikutsertakan dalam perlombaan lain. Seluruh karya juga harus bebas dari unsur yang mendiskreditkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Seluruh naskah puisi, surat pernyataan keaslian karya, serta biodata singkat peserta wajib diunggah melalui Google Form yang telah disediakan panitia.

Menariknya, karya-karya yang lolos seleksi nantinya akan diterbitkan dalam bentuk antologi puisi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta untuk kepentingan nonkomersial. Meski demikian, hak cipta dan hak ekonomi atas karya tetap sepenuhnya menjadi milik masing-masing penulis.

Pendaftaran dan pengiriman karya dibuka hingga (21/8/26) pukul 23.59 WIB. Masyarakat yang ingin mengikuti sayembara maupun memperoleh informasi lebih lanjut dapat mengakses akun Instagram resmi @festivalsastrayk dan @dinaskebudayaankotajogja, atau menghubungi layanan WhatsApp panitia di nomor 0822-2036-0509 (hanya melayani pesan).

Melalui penyelenggaraan Festival Sastra Yogyakarta 2026, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap budaya literasi dan dunia sastra Indonesia terus berkembang, sekaligus memberikan ruang apresiasi bagi para penulis untuk menghadirkan karya-karya terbaik yang memperkaya khazanah sastra nasional. (Aga)

Berita Terkait

ASPPI DIY Gebrak Pariwisata, Desa Wisata dan SDM Jadi Target
Danang Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Menggema di Sleman
HUT ke-270 Jogja Meledak, Event Besar Siap Mengguncang di Bulan Oktober
‎Truck Pedas Bolosego Hadir Alun-Alun Paseban, Netizen Minta Pemkab Bantul Kawal
Kemarau Mencekik, GPM Sleman Kawal Bantuan Air Mushola
Pemerintah Luncurkan KKRI di SMKN 26 Jakarta, Perkuat Disiplin dan Kepemimpinan Pelajar
RAN PE 2026–2029 Jadi Langkah Pemerintah Perkuat Pencegahan Ekstremisme Kekerasan
Keluarga Eks Napiter Jadi Bagian Proses Reintegrasi, Namun Belum Jadi Sasaran Khusus UU 5/2018

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:40 WIB

ASPPI DIY Gebrak Pariwisata, Desa Wisata dan SDM Jadi Target

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Danang Pimpin Upacara Kesaktian Pancasila, Pesan Persatuan Menggema di Sleman

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:26 WIB

HUT ke-270 Jogja Meledak, Event Besar Siap Mengguncang di Bulan Oktober

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

‎Truck Pedas Bolosego Hadir Alun-Alun Paseban, Netizen Minta Pemkab Bantul Kawal

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemarau Mencekik, GPM Sleman Kawal Bantuan Air Mushola

Berita Terbaru

Yogyakarta

ASPPI DIY Gebrak Pariwisata, Desa Wisata dan SDM Jadi Target

Jumat, 2 Okt 2026 - 08:40 WIB