Atambua Tercatat dalam Sejarah Penerbangan Dunia, Mendagri Dorong Pelestarian Nilai Historis

Minggu, 28 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, BELU – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, Atambua merupakan kota bersejarah karena pernah menjadi penghubung Australia dan Eropa pada awal perkembangan transportasi udara dunia. Bahkan, Atambua tercatat sebagai salah satu titik transit penting dalam penerbangan jarak jauh pertama dari Inggris menuju Australia pada Great Air Race 1919.

Hal itu disampaikan Mendagri di Bandar Udara A. A. Bere Tallo, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (28/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menerima dokumentasi sejarah Atambua sebagai jalur penghubung antara Eropa dan Australia dari Wali Kota Darwin, Australia, Peter Styles.

Dokumentasi tersebut menjelaskan bahwa Atambua menjadi pemberhentian terakhir sebelum pesawat tiba di Darwin, Australia, dalam rute penerbangan bersejarah tersebut.

Mendagri mengatakan, sejauh yang diketahuinya, pesawat pertama kali ditemukan oleh Wright Bersaudara asal Amerika Serikat pada 1903. Sekitar 16 tahun kemudian, tepatnya pada 1919, berlangsung penerbangan jarak jauh dari London menuju Darwin, Australia, yang menempuh sejumlah titik transit di sepanjang rute perjalanannya.

“Atambua sudah menjadi titik transit untuk penerbangan pertama, setelah industri penerbangan pesawat ditemukan pada tahun 1903,” katanya.

Ia melanjutkan, di wilayah Indonesia terdapat sekitar empat titik persinggahan dalam rute penerbangan tersebut. Selain singgah di Jakarta, pesawat juga singgah di Atambua.

“Sejarah sudah memberi tahu kita bahwa Atambua adalah tempat yang monumental dan bersejarah untuk perjalanan ini,” ujarnya.

Mendagri menegaskan, potongan sejarah tersebut menjadi penguat hubungan antara Indonesia dan Australia, khususnya antara Atambua dan Darwin. Menurutnya, sejarah tersebut menunjukkan bahwa hubungan kedua wilayah telah terjalin sejak awal perkembangan penerbangan modern sehingga layak terus dipelihara dan diperkuat.

“Terima kasih banyak kepada Wali Kota Darwin, masih mengingat dan menghafal perjalanan bersejarah ini, bahwa Atambua juga dimasukkan dalam sejarah Darwin, karena perjalanan tersebut,” tandasnya. (gla)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Tito Karnavian Percepat Transformasi Digital Pemerintahan Lewat Piloting Digitalisasi Bansos
Wamendagri Bima Arya Ajak Perguruan Tinggi Ambil Peran dalam Penguatan Kapasitas Kepala Desa
Ketum TP PKK Dorong Penguatan Kelembagaan Usai Lantik Ketua TP PKK dan Posyandu Jabar
DPRD Diminta Jadi Motor Penguatan Tata Kelola SDA dan Kemandirian Fiskal Daerah
Perkuat Ketahanan Pangan, Wamendagri Bima Arya Ajak Daerah Bangun Kolaborasi Lintas Sektor
Perbatasan Jadi Prioritas, Mendagri Tito Karnavian Sambut Baik Pansus Khusus DPR RI
Gerakan Langkah Hijau Grab Diapresiasi AHY, Infrastruktur Jadi Kunci Mobilitas Masa Depan
Mendagri Minta Kepala Daerah Siaga Penuh Menghadapi Dampak Fenomena El Nino

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:07 WIB

Tito Karnavian Percepat Transformasi Digital Pemerintahan Lewat Piloting Digitalisasi Bansos

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:42 WIB

Wamendagri Bima Arya Ajak Perguruan Tinggi Ambil Peran dalam Penguatan Kapasitas Kepala Desa

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:59 WIB

Ketum TP PKK Dorong Penguatan Kelembagaan Usai Lantik Ketua TP PKK dan Posyandu Jabar

Senin, 29 Juni 2026 - 18:52 WIB

DPRD Diminta Jadi Motor Penguatan Tata Kelola SDA dan Kemandirian Fiskal Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 18:22 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Wamendagri Bima Arya Ajak Daerah Bangun Kolaborasi Lintas Sektor

Berita Terbaru