JOGJAOKE.COM, Malang – Kelestarian hutan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang terus membuktikan kontribusi nyata melalui aksi konservasi berkelanjutan bersama.
Pesan tersebut menguat dalam kegiatan Bakti Alam Gunung Wedon yang diselenggarakan Geopix bersama Difabel Pecinta Alam, Komisi Nasional Disabilitas, Perhutani, serta berbagai komunitas.
Kegiatan berlangsung di kawasan Gunung Wedon, Kabupaten Malang, Ahad (22/6/2026), sekaligus memperingati enam tahun perjalanan Difpala mengusung konservasi, budaya, dan inklusi.
Peserta melakukan penanaman pohon, memasang plang edukasi konservasi pada empat titik strategis, serta memasang rambu peringatan kawasan rawan kebakaran hutan bersama-sama.
Plang edukasi berisi ajakan menjaga kebersihan hutan, larangan berburu satwa liar, serta larangan menembak burung demi menjaga keseimbangan ekosistem alam tetap lestari.
Kegiatan tersebut juga menjadi tindak lanjut kolaborasi Lingkar Sosial Indonesia bersama Geopix dalam memperkuat kampanye konservasi alam yang inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Founder LINKSOS sekaligus pendiri Difpala, Ken Kerta, menegaskan, “Difpala mampu mencapai puncak Gunung Wedon, membuktikan keterbatasan fisik bukan penghalang berkontribusi bagi bumi.”
Ia menambahkan, “Penyandang disabilitas mampu menjadi bagian solusi bagi lingkungan dan masyarakat yang lestari melalui aksi nyata, kolaborasi, serta kepedulian bersama.”
Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, mengatakan, “Konservasi harus menjaga keseimbangan ekosistem dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan kondisi fisik seseorang.”
Annisa menambahkan, “Gerakan menjaga alam juga harus membuka ruang partisipasi yang setara, inklusif, dan bermakna bagi semua warga tanpa terkecuali.”
Komisioner Komisi Nasional Disabilitas, Kikin Tarigan, menilai pelibatan berbagai komunitas membuktikan penyandang disabilitas bukan sekadar penerima manfaat, melainkan aktor penting pembangunan berkelanjutan.
Menurut Kikin, “Penyandang disabilitas memiliki peran strategis menjaga lingkungan sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim melalui kolaborasi bersama seluruh elemen masyarakat.”
Komisioner KND lainnya, Fatimah Mutmainah Asri, menyatakan, “Kegiatan seperti ini mendekatkan isu inklusi kepada masyarakat sekaligus membuktikan kemampuan penyandang disabilitas menjaga bumi.”
Camat Lawang, Nur Soleh Hidayat, mengatakan, “Pemerintah kecamatan mendukung penuh kegiatan ini karena sejalan dengan program pelestarian lingkungan serta perlindungan satwa liar.”
Mengusung tema “Bakti Inklusi, Bumi Lestari,” kegiatan melibatkan Muspika Lawang, BPBD Kabupaten Malang, PMI, ULD, pemerintah desa, dan berbagai komunitas konservasi lainnya.(WAW)






