Nusakambangan Bertransformasi, Titiek Soeharto Apresiasi Program Ketahanan Pangan dan Pembinaan

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi transformasi kawasan Pemasyarakatan Nusakambangan yang kini berkembang menjadi sentra ketahanan pangan sekaligus pusat pembinaan kemandirian Warga Binaan. Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Nusakambangan, Sabtu (20/6), didampingi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. (Menimipas), Agus Andrianto.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek meninjau sejumlah program unggulan, mulai dari Workshop Fly Ash Bottom Ash (FABA), pertanian dan peternakan, produksi pupuk organik, Balai Latihan Kerja Konveksi, pengolahan sampah, budidaya perikanan, tambak udang vaname, hingga budidaya sidat. “Atas nama Komisi IV, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Menteri dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Mudah-mudahan usaha ini bisa ditiru dan diduplikasi di tempat-tempat lain,” harapnya.

Menurutnya, Nusakambangan yang selama ini dikenal sebagai kawasan Pemasyarakatan berisiko tinggi telah bertransformasi menjadi kawasan produktif yang mampu menghasilkan berbagai komoditas. pangan dan produk bermanfaat bagi masyarakat. “Nusakambangan yang kita dengar selalu seram, bayangannya Alcatraz. Ternyata setelah ke sini, sangat ramah dan bisa menghasilkan begitu banyak produk bermanfaat untuk kita semuanya,” puji Titiek.

Sementara itu, Menimipas menyampaikan berbagai masukan dan arahan dari Komisi IV DPR RI akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat program yang telah berjalan. la menjelaskan jajaran Pemasyarakatan terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan idle di seluruh Lapas dan Rutan sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Tadi kami juga mohon beberapa evaluasi dan arahan, serta akan kami tindak lanjuti, termasuk upaya-upaya perbaikan dari apa yang sudah kita kerjakan. Kami sudah laporkan kepada beliau bahwa seluruh Lapas dan Rrutan memanfaatkan lahan idle yang ada untuk dioptimalkan dalam membangun program ketahanan pangan, terutama untuk memenuhi kebutuhan dari dalam,” terang Agus.

Saat ini, Nusakambangan telah memanfaatkan sekitar 135 hektare lahan produktif dan melibatkan ratusan Warga Binaan dalam berbagai sektor usaha, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, konveksi, pengolahan sampah, hingga budidaya udang dan sidat. Transformasi tersebut menjadi wujud komitmen Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menyiapkan Warga Binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat. (*)

Sumber : Kelompok Kerja Komunikasi Publik Direktorat Jenderal Pemasyarakatan

Berita Terkait

Festival Literasi Pekalongan: Terjebak Algoritma dan Ilusi ‘Melek Digital’
Zia Almahyra Ervoni, Talenta Cilik Semarang yang Menjajal Dunia Musik Lewat Single “Aku Indonesia”
81 Tahun Merdeka, BAJ Live Tribute Ajak Warga Kudus Dengarkan “Suara Rakyat” Lewat Musik
Warga Purwasana Serbu Sungai, Parak Iwak Hadirkan Motor
Desainer Muda PDIP, Sarah Tembus Final Nasional Fatmawati Trophy, Bawa Sumbu Kartika
Mengenal Taruli Phalti Patuan, Kajari Purbalingga yang Tegas dan Humanis
PAMDI Kudus Perkuat Sinergi Bangun Ekosistem Dangdut Profesional Bersama Disbudpar
Aldi Taher Santai Hadapi Isu Dugaan Pencucian Uang, Lagu “Bodoamat” Jadi Sorotan

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:36 WIB

Festival Literasi Pekalongan: Terjebak Algoritma dan Ilusi ‘Melek Digital’

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:32 WIB

Zia Almahyra Ervoni, Talenta Cilik Semarang yang Menjajal Dunia Musik Lewat Single “Aku Indonesia”

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:29 WIB

81 Tahun Merdeka, BAJ Live Tribute Ajak Warga Kudus Dengarkan “Suara Rakyat” Lewat Musik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:28 WIB

Warga Purwasana Serbu Sungai, Parak Iwak Hadirkan Motor

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Desainer Muda PDIP, Sarah Tembus Final Nasional Fatmawati Trophy, Bawa Sumbu Kartika

Berita Terbaru

Yogyakarta

Siapa Botok? Aktivis Pati yang Berani Melawan Kebijakan Penguasa

Kamis, 27 Agu 2026 - 16:20 WIB