JOGJAOKE.COM, Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata menegaskan dukungan penuh terhadap pelestarian kebaya dan kain tradisional sebagai warisan budaya yang membanggakan Indonesia bersama.
Sekretaris Dinas Pariwisata Sleman, Erny Maryatun, mengatakan, “Kebaya merupakan warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO” saat menerima audiensi KKI Sleman.
Erny menegaskan, “Kebaya menjadi simbol keindahan, kearifan lokal, dan keberagaman budaya Indonesia,” sehingga pelestariannya membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan Komunitas Kain Kebaya Indonesia Kabupaten Sleman menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Nusantara melalui berbagai kegiatan kreatif.
“Pemkab Sleman akan mendukung penuh inisiatif dan program-program KKI,” ujar Erny, seraya menegaskan komitmen pemerintah memperkuat pelestarian budaya berbasis pemberdayaan masyarakat luas.
Ia menambahkan, “Melalui berbagai kegiatan, KKI dapat mendorong pengembangan industri kreatif berbasis budaya yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat,” secara berkesinambungan.
Erny berharap KKI Sleman mampu menginspirasi perempuan agar semakin mandiri serta berani mengaktualisasikan kemampuan diri dalam berbagai bidang kehidupan dan usaha kreatif.
“Tidak terkecuali dalam bidang ekonomi kreatif melalui pelestarian kain dan kebaya yang tidak pernah lekang dalam dunia mode,” kata Erny menegaskan.
Ketua DPD DIY KKI, Sita Damayanti, menyampaikan keinginan organisasinya untuk ikut mengembangkan sektor pariwisata Kabupaten Sleman sekaligus memperkuat daya tarik Daerah Istimewa Yogyakarta.
“KKI Sleman ingin melakukan kerja sama dan meminta dukungan dari Pemkab Sleman terutama Dinas Pariwisata,” ujar Sita dalam kesempatan audiensi tersebut bersama jajaran.
Menjelang Hari Kebaya Nasional (HKN), KKI Sleman berharap terjalin sinergi lebih erat bersama Dinas Pariwisata untuk mempromosikan kebudayaan, pariwisata, serta pelaku UMKM daerah.
Sita menjelaskan, “Tahun lalu kami mengadakan acara di SCH dengan menampilkan kreasi kebaya, festival kebaya, dan tenant UMKM,” yang mendapat antusiasme masyarakat.
Melalui bidang pendidikan dan pelatihan, KKI Kabupaten Sleman terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan bagi anggota maupun masyarakat secara berkelanjutan dan produktif bersama.
Program tersebut meliputi pelatihan painting batik, tata rias, potong rambut, pembuatan sanggul, hingga senam line dance sebagai sarana meningkatkan keterampilan masyarakat setempat.
Selain pelatihan keterampilan, KKI Sleman juga aktif menggelar kegiatan sosial selama Ramadan melalui pembagian takjil, memperkuat semangat kebersamaan, kepedulian, dan pelestarian budaya.(WAW)






