Kinderstation School Soroti Peran Komunikasi Efektif dalam Menjaga Kepercayaan terhadap Daycare

Senin, 1 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, YOGYAKARTA – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak di sebuah daycare yang belakangan viral menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan anak usia dini. Menanggapi peristiwa tersebut, Kinderstation School menilai kejadian itu sebagai ironi yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan dan pengasuhan anak.

Kepala Sekolah Kinderstation Senior High School, Maria Miwita Rosari, S.Pd., menyayangkan kasus yang menempatkan anak-anak sebagai korban dan membuat banyak orang tua merasa kecewa.

“Ini sungguh ironi. Di dunia pendidikan kok bisa terjadi kejadian yang sangat mengiris hati, di mana korbannya adalah anak-anak. Banyak orang tua yang merasa ditipu atau dikecewakan. Menurut kami ini sudah masuk ranah kriminal,” ujarnya.

Menurut Maria, peristiwa tersebut seharusnya menjadi pembelajaran bersama bagi orang tua maupun penyelenggara pendidikan untuk lebih mengutamakan transparansi dan membangun kepercayaan.

Ia menjelaskan bahwa Kinderstation School menerapkan sejumlah mekanisme yang memungkinkan orang tua mengenal lingkungan sekolah sebelum menitipkan anaknya. Salah satunya melalui program sit-in class, di mana orang tua dapat mengamati langsung proses pembelajaran dan interaksi anak di sekolah.

“Kami berusaha membangun trust antara orang tua, anak, dan sekolah. Orang tua perlu mengetahui bagaimana budaya sekolah, bagaimana proses pembelajaran berlangsung, serta bagaimana anak diperlakukan sehari-hari,” katanya.

Kasus daycare yang viral juga dinilai berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penitipan anak secara umum. Hal tersebut diungkapkan oleh Marketing Communication Kinderstation School, Reina Salsabila.

“Sebagai pelaku di dunia pendidikan anak usia dini, kami sangat menyayangkan. Jogja selama ini dikenal sebagai kota pelajar dan kota yang ramah. Kasus seperti ini tentu bisa membuat orang tua menjadi khawatir dan mengurangi kepercayaan terhadap daycare secara keseluruhan,” ujar Reina.

Menurutnya, daycare seharusnya berfungsi sebagai perpanjangan tangan orang tua dalam mengawasi dan mendukung tumbuh kembang anak, bukan menggantikan peran orang tua dalam pengasuhan.

“Kami selalu menekankan bahwa daycare membantu orang tua mengawasi dan mendampingi anak selama mereka bekerja. Merawat dan membesarkan anak tetap menjadi peran utama orang tua,” katanya.

Kinderstation School sendiri mengaku tidak mengalami penurunan minat masyarakat pasca mencuatnya kasus tersebut. Namun, pihak sekolah mengakui banyak orang tua yang kini lebih aktif bertanya mengenai sistem pengawasan dan keamanan anak di daycare.

Sebagai bentuk keterbukaan, Kinderstation menyediakan sesi observasi, wawancara orang tua, trial class, hingga ruang tunggu yang memungkinkan orang tua memantau proses adaptasi anak pada masa awal sekolah.

“Kami memahami kekhawatiran orang tua. Karena itu komunikasi menjadi hal yang paling penting. Orang tua adalah pihak yang paling memahami kebutuhan anaknya, sementara sekolah bertugas menjadi mitra yang membantu memastikan anak tetap aman, nyaman, dan berkembang dengan baik,” kata Reina.

Menutup pernyataannya, Kinderstation School mengajak masyarakat untuk tidak menggeneralisasi seluruh layanan daycare berdasarkan satu kasus yang terjadi. Menurut mereka, masih banyak lembaga penitipan anak yang menjalankan tugas pengasuhan secara profesional dan bertanggung jawab.

“Jangan khawatir, masih banyak daycare yang menjaga amanah dan menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satunya yaitu Kinderstation School. kami Yang terpenting adalah kesesuaian visi antara orang tua dan sekolah, serta komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan demi kepentingan terbaik bagi anak,” pungkasnya. (Aga)

Berita Terkait

Mama Yasinta Figur Pejuang Papua Yang Sejati
Prodi Kewirausahaan UWM Sabet Akreditasi Unggul, Prestasi Kian Bersinar
Cerita Kita Festival Jadi Momentum Apresiasi Kreativitas Siswa Kinderstation School
Hari Kesehatan Dunia, Ibu-Ibu Aisyiyah Bergerak Cegah Penyakit Kronis
‎Mukernas Arimatea Perkuat Mualaf, Rajut Toleransi dan Persaudaraan Bangsa
Jogjavaganza Vol.5 Guncang Jogja, Satukan Kreativitas, Tradisi dan Lingkungan
Konferensi Republik UGM Desak Kekuatan Sipil Bersatu Selamatkan Demokrasi
‎Tari Gedruk dan Hadrah Serukan Persatuan, UGM Disorot

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 10:23 WIB

Mama Yasinta Figur Pejuang Papua Yang Sejati

Senin, 1 Juni 2026 - 09:15 WIB

Prodi Kewirausahaan UWM Sabet Akreditasi Unggul, Prestasi Kian Bersinar

Senin, 1 Juni 2026 - 08:36 WIB

Cerita Kita Festival Jadi Momentum Apresiasi Kreativitas Siswa Kinderstation School

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:25 WIB

Hari Kesehatan Dunia, Ibu-Ibu Aisyiyah Bergerak Cegah Penyakit Kronis

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:14 WIB

‎Mukernas Arimatea Perkuat Mualaf, Rajut Toleransi dan Persaudaraan Bangsa

Berita Terbaru

Jogja

Mama Yasinta Figur Pejuang Papua Yang Sejati

Senin, 1 Jun 2026 - 10:23 WIB