JOGJAOKE.COM, Pandeglang — Semangat pelestarian budaya dan pembinaan atlet muda menggema dalam gelaran Kejuaraan Nasional. Satria Muda Indonesia (SMI) Cup II yang berlangsung meriah di Pandeglang, Banten.kamis.(14/05/2026)
Ajang bergengsi pencak silat tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Banten, Andra Soni, yang menilai pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga.
Dalam sambutannya, Andra Soni menegaskan bahwa pencak silat merupakan identitas tradisional Indonesia yang memiliki nilai perjuangan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah.
“Olahraga pencak silat mengajarkan kita untuk menjaga budaya kita. Terima kasih kepada SMI Banten dan seluruh perguruan silat di Provinsi Banten yang terus menjaga budaya bangsa melalui organisasi pencak silat,” ujar Andra Soni.
Ia juga mengingatkan pesan perjuangan yang diwariskan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, yang disebut sebagai sosok pendiri SMI sejak tahun 1986.
“Jatuh bangkit lagi, jatuh bangkit lagi. Itu pesan Pak Prabowo tentang semangat pantang menyerah dan terus berusaha sekuat tenaga,” katanya
disambut tepuk tangan peserta dan penonton.
Menurut Andra, para atlet muda pencak silat harus terus berlatih dengan tekun demi meraih prestasi terbaik dan membawa nama Banten bersinar di level nasional.
“Saya berharap atlet-atlet terus berjuang dan berlatih keras untuk mencapai prestasi terbaik,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komda SMI Banten, H. Habibi Haliburton, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan atlet-atlet terbaik Banten untuk menghadapi Kejuaraan Nasional SMI yang akan digelar di Sentul, Bogor, pada 16 hingga 19 Juni mendatang.
“Setelah didata nanti, para atlet akan kita kumpulkan untuk pemusatan latihan Provinsi Banten. Mereka dipersiapkan menghadapi Kejurnas SMI di Sentul Bogor,” ujarnya.
Habibi menambahkan, persiapan menuju kejuaraan nasional sudah dilakukan secara serius. Bahkan, satu minggu sebelum keberangkatan, SMI Banten akan meluncurkan lagu penyemangat berjudul Anak-Anak Rakyat sebagai simbol perjuangan para atlet muda.
“Kami punya waktu sekitar satu bulan lagi untuk mempersiapkan atlet-atlet terbaik. Anak-anak sudah siap bertarung di Kejurnas bulan Juni nanti,” katanya optimistis.
Kejurnas SMI Cup II disebut menjadi momentum besar kebangkitan pencak silat Banten sekaligus ajang pencarian bibit atlet potensial yang siap mengharumkan nama daerah di level nasional.
Atmosfer pertandingan yang penuh semangat juang, teriakan dukungan dari tribun, hingga aksi para pesilat muda membuat event ini menjadi sorotan dan viral di kalangan pecinta olahraga bela diri tradisional.(*)






