JOGJAOKE.COM, LAMPUNG SELATAN – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Mirza memperkenalkan PKK Agro Park Provinsi Lampung kepada jajaran TP PKK Pusat yang melakukan kunjungan ke PKK Agro Park Lampung, Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (12/5/2026).
Kunjungan jajaran TP PKK Pusat tersebut dipimpin Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga TP PKK Pusat Yane Ardian Bima Arya dan disambut Ibu Wulan Mirza.
Upaya yang dilakukan Ibu Wulan demi memperkuat sinergi dengan Tim Penggerak PKK Pusat dalam rangka penguatan kapasitas kader PKK dan pelaksanaan program pemberdayaan keluarga di daerah.
Sinergi TP PKK Provinsi Lampung dan TP PKK Pusat diarahkan pada sejumlah sektor prioritas, meliputi pemberdayaan lansia, pembinaan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), pemenuhan kebutuhan pangan dan sandang, serta intervensi keluarga berisiko stunting untuk memperkuat ketahanan keluarga.
Ibu Wulan Mirza menyampaikan bahwa kehadiran jajaran TP PKK Pusat menjadi bentuk perhatian dan dukungan bagi TP PKK Provinsi Lampung dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
“Kehadiran Ibu Yane beserta jajaran Tim Penggerak PKK Pusat menjadi bentuk perhatian, dukungan, sekaligus penguatan bagi Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung dalam menjalankan program pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga,” ujar Wulan Mirza.
Ia menegaskan, TP PKK Provinsi Lampung berkomitmen menghadirkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan selaras dengan kebijakan PKK Pusat, program nasional, dan daerah.
“Kami siap menghadirkan program PKK yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat serta selaras dengan program pemerintah daerah. Kami juga berkomitmen mendukung program prioritas di bidang kesehatan, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” katanya.
Salah satu program unggulan TP PKK Provinsi Lampung ialah Desa Tapis atau Desa Kesejahteraan Keluarga Untuk Lampung Maju Indonesia Emas.
Program Desa Tapis merupakan desa binaan hasil kolaborasi TP PKK Provinsi Lampung bersama TP PKK kabupaten/kota, perangkat daerah terkait, serta dunia usaha dalam mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK guna mendorong partisipasi masyarakat.
Implementasi program tersebut meliputi upaya penurunan stunting, pencegahan kecacingan, serta penurunan angka kesakitan dan kematian akibat tuberkulosis (TBC).
Selain itu, program juga menyasar pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, penyandang disabilitas, lansia, hingga masyarakat dengan kondisi ekonomi lemah.
Program Desa Tapis juga mendorong peningkatan literasi masyarakat desa, penguatan ekonomi keluarga melalui UP2K, pemanfaatan pekarangan lewat program Hatinya PKK, hingga pelatihan bagi Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi perempuan.
“Pada 2025, sudah terealisasi 15 desa di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung yang mendapat intervensi Program Desa Tapis. Tahun 2026 program ini akan terus berlanjut dengan lokus desa yang berbeda Klarena keluarga merupakan pondasi utama dalam menciptakan masyarakat yang maju dan sejahtera,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Ibu Wulan Mirza juga memperkenalkan PKK Agro Park Provinsi Lampung kepada jajaran TP PKK Pusat.
Menurutnya, Agro Park menjadi salah satu wujud nyata komitmen TP PKK dalam mendukung ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi pertanian serta pekarangan secara produktif.
Ia berharap kunjungan kerja TP PKK Pusat dapat menjadi sarana pembinaan, evaluasi, dan penguatan kapasitas kader PKK di Provinsi Lampung agar semakin aktif, inovatif, dan responsif menghadapi tantangan pembangunan.
“Program pembangunan hanya dapat berjalan optimal apabila seluruh pihak bergerak bersama secara linear demi menghadirkan manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Hidup Jaya PKK!” tegasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga TP PKK Pusat, Yane Ardian Bima Arya, menegaskan bahwa kader dan penggerak PKK memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam membangun bangsa.
Menurutnya, salah satu isu yang perlu menjadi perhatian ialah pemberdayaan lansia. Daerah yang memiliki program prioritas bagi lansia dinilai memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik.
“Di berbagai negara maju, lansia tetap diberdayakan dan aktif berkegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa lansia perlu terus bergerak dan tetap produktif,” ujar Yane.
Ia menambahkan, keluarga dan pemerintah memiliki peran besar melalui program PKK untuk memastikan para lansia tetap sehat, mandiri, dan bahagia.
Selain itu, pembinaan UP2K juga dinilai penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Yane meminta agar pengembangan UP2K harus mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk memperkuat kemampuan public speaking dan storytelling bagi kader PKK maupun pelaku UMKM.
“Produk yang sederhana dapat memiliki nilai jual tinggi apabila dibarengi dengan cerita yang kuat dan menyentuh,” katanya.
Yane juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan keluarga di tengah tantangan perubahan cuaca dan kondisi ekonomi yang tidak menentu. Menurutnya, masyarakat perlu didorong memanfaatkan lahan dan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan gizi sekaligus menghasilkan nilai ekonomi.
“Melalui berbagai gerakan dan program PKK, sebenarnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk memberdayakan masyarakat. Kuncinya adalah kemauan untuk terus belajar, berinovasi, dan memiliki niat baik dalam membangun kesejahteraan bersama,” pungkasnya.(lsi)
Sumber : Adpim






