Terima Audiensi UNAIR, AHY Tekankan Pentingnya Good Governance

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menekankan pentingnya keseimbangan antara prosperity (kemakmuran) dan sustainability (keberlanjutan) sebagai fondasi utama pembangunan nasional saat menerima audiensi Center for Environmental, Social and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga (UNAIR), Senin (4/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Menko AHY juga menegaskan pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan kalangan akademisi guna menghasilkan kebijakan yang adaptif, berbasis data, serta berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kolaborasi bukan hanya berimbang, melainkan juga erat dan tidak terpisahkan antara policy makers dengan kalangan akademisi yang mengedepankan teori, substansi, empirical studies, serta terus diperbarui dengan perkembangan ilmu pengetahuan global,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi ini merupakan bagian dari pendekatan pentahelix yang harus diwujudkan secara konkret. Ia mendorong penguatan peran lembaga riset sebagai pusat unggulan yang mampu menjembatani gagasan dan implementasi kebijakan.

“Saya menyambut baik dan mendorong CESGS menjadi Center of Excellence for Sustainable Development dan Sustainable Business, sekaligus menjadi anchor dalam isu environment, social, and governance,” tambahnya.

Menko AHY menegaskan arah kebijakan pembangunan nasional saat ini bertumpu pada dua fondasi utama, yakni prosperity dan sustainability, yang harus berjalan beriringan.

“Kita selalu menempatkan prosperity dan sustainability dalam satu tarikan napas yang sama. Prosperity tidak bisa ditunda karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, sementara sustainability memastikan keberlanjutan pembangunan ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia melihat tantangan global di bidang lingkungan justru membuka peluang inovasi apabila direspons dengan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Dari krisis bisa menjadi peluang. Dengan intervensi science, innovation, dan technology, berbagai solusi dapat dihasilkan, seperti waste to energy, carbon capture, hingga carbon trading,” jelasnya.

Menko AHY juga menekankan pentingnya penerjemahan kebijakan ke dalam implementasi konkret di lapangan. Salah satu contoh adalah upaya perlindungan kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) yang memiliki nilai strategis bagi perekonomian nasional.

“Melindungi Pantura sama dengan melindungi sekitar 29 persen GDP nasional, karena lebih dari 50 juta masyarakat tinggal di wilayah tersebut,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian fisik, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Karena itu, tata kelola pemerintahan yang baik menjadi kunci utama.

“Tidak ada negara yang sukses tanpa good governance. Transparansi, akuntabilitas, serta checks and balances harus terus dijaga agar setiap kebijakan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Pada audiensi tersebut, Menko AHY didampingi Staf Khusus Menteri, Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, serta Irjen Pol. Arif Rachman.(lsi)

Sumber : KemenkoInfra

Berita Terkait

KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden
Melalui Mediasi Dasco Ahmad, PWI Pusat dan Hotman Paris Tempuh Jalan Damai
Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara
Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga
Perbedaan Proses Penahanan Mantan Jampidsus Disorot, Praktisi Pertanyakan Konsistensi SOP Kejaksaan
Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik
​PFII Solusi Krisis Fiskal Daerah: Dr. Agus Syabarrudin Ajak SMSI dan BPD Kawal Transformasi Pembiayaan Daerah
Memasuki Pekan Ketiga Gerakan Langit Biru, AHY Dorong Komitmen Kader Demokrat Jaga Kelestarian Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:31 WIB

KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:57 WIB

Melalui Mediasi Dasco Ahmad, PWI Pusat dan Hotman Paris Tempuh Jalan Damai

Senin, 27 Juli 2026 - 13:29 WIB

Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:24 WIB

Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:46 WIB

Perbedaan Proses Penahanan Mantan Jampidsus Disorot, Praktisi Pertanyakan Konsistensi SOP Kejaksaan

Berita Terbaru