Program Tim Ekspedisi Patriot 2026 Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 4 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Kementerian Transmigrasi resmi membuka pendaftaran Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 mulai 1 Mei hingga 21 Mei 2026. Program unggulan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong transformasi transmigrasi melalui aksi nyata di lapangan, dengan mengirim lulusan perguruan tinggi minimal Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1) ke berbagai kawasan transmigrasi.

Langkah ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem sumber daya manusia (SDM) unggul di kawasan transmigrasi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional.

Pada tahun 2026, Tim Ekspedisi Patriot akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Para peserta akan menjalankan kegiatan riset, kajian, serta pendampingan masyarakat secara langsung. Program ini dinilai mampu memperkuat kehadiran negara sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat, sebagaimana telah dirasakan pada pelaksanaan TEP tahun 2025.

Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyampaikan bahwa kehadiran Tim Ekspedisi Patriot membawa dampak nyata bagi masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Kami menerima banyak laporan bahwa kehadiran Tim Ekspedisi Patriot mampu mengobati kerinduan masyarakat akan hadirnya negara dan pemerintah di kawasan transmigrasi,” ujar Menteri Iftitah, Jumat (1/5).

Mentrans menegaskan, fokus program tahun ini tidak lagi sebatas pemetaan potensi, melainkan pada aksi konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Jika sebelumnya berfokus pada riset dan pemetaan potensi ekonomi, kini diarahkan pada pemberdayaan dan pendampingan masyarakat. Orientasinya adalah aksi nyata di lapangan, termasuk menjawab kebutuhan dasar di kawasan transmigrasi,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Tim Ekspedisi Patriot akan ditempatkan di berbagai kawasan strategis, antara lain kawasan transmigrasi prioritas nasional di Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, hingga Maluku Utara.

Selain itu, program ini juga mencakup kawasan transmigrasi dan prioritas nasional di Pulau Papua, serta kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi seperti Barelang di Kepulauan Riau dan Bahari Tomini Raya di Sulawesi Tengah.

Program TEP 2026 terbuka bagi lulusan atau alumni perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Dalam mekanisme pelaksanaannya, peserta dapat mendaftarkan diri pada mitra utama yang berasal dari 10 perguruan tinggi mitra Kementerian Transmigrasi yakni Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin.

Program ini juga mendapat respons positif dari pemerintah daerah dan masyarakat. Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot dinilai sebagai harapan baru dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi.

“Respons dari pemerintah daerah sangat positif. Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot benar-benar dinantikan. Kami juga menerima banyak surat dari masyarakat, termasuk orang tua yang mendorong anak-anaknya untuk bergabung dalam program ini,” tambah Menteri Iftitah.

Melalui pembukaan pendaftaran ini, Kementerian Transmigrasi mengajak generasi muda Indonesia untuk ambil bagian dalam membangun negeri dari kawasan transmigrasi, memperkuat kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan pembangunan yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. (rel)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Berita Terkait

“Polisi Ojo Ilang Kamanungsane”, Keutamaan Bagi Petugas Polisi
Digital Leadership dan Pemolisian yang Futuristik
Kakak Gabriel Menahan Tangis, Kesaksian Pacar Ungkap Fakta Isi Ulang Gas Portable
Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah
KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden
Melalui Mediasi Dasco Ahmad, PWI Pusat dan Hotman Paris Tempuh Jalan Damai
Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara
Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:50 WIB

“Polisi Ojo Ilang Kamanungsane”, Keutamaan Bagi Petugas Polisi

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:44 WIB

Digital Leadership dan Pemolisian yang Futuristik

Kamis, 30 Juli 2026 - 08:04 WIB

Kakak Gabriel Menahan Tangis, Kesaksian Pacar Ungkap Fakta Isi Ulang Gas Portable

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:48 WIB

Agus Santoso Bongkar Alasan Bank Indonesia Tak Boleh Selalu Sepakat dengan Pemerintah

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:31 WIB

KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden

Berita Terbaru

Yogyakarta

‎Forum Jogja Damai Kawal Aksi Mahasiswa Tetap Aman Kondusif

Kamis, 30 Jul 2026 - 21:01 WIB