May Day DIY Memanas, Ormas Hadang Massa Aksi Buruh

Sabtu, 2 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGKAOKE.COM, Jogja – Peringatan Hari Buruh Internasional di DIY pada Jumat (1/5/2026) diwarnai dinamika panas di lapangan.
‎
Aksi yang digelar Aliansi Mei Melawan (AMEL) sejak pagi disebut mendapat intervensi dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) saat massa mulai berkumpul di kawasan Malioboro.
‎
Situasi ini memicu ketegangan di tengah upaya buruh menyuarakan aspirasi mereka.
‎
Humas AMEL, Rifal Umbu Djawa, mengungkapkan bahwa sejak awal mobilisasi di bekas area parkir ABA Malioboro, massa didatangi sekelompok orang yang mengatasnamakan ormas.
‎
Mereka meminta peserta aksi membatalkan long march menuju Titik Nol Kilometer.
‎
“Mereka meminta kami tidak melanjutkan aksi dengan alasan ada agenda pembangunan di lokasi tersebut,” ujar Rifal.
‎
Menurut Rifal, kondisi itu mencerminkan adanya pembatasan ruang ekspresi di ruang publik. Ia juga menilai situasi berpotensi memicu benturan antar warga jika massa tetap memaksakan rute.
‎
“Massa akhirnya memilih menahan diri. Kami tidak ingin terjadi eskalasi yang lebih besar di lapangan,” tegasnya.
‎
Setelah berkoordinasi dengan aparat, massa aksi akhirnya mengalihkan rute hanya sampai kompleks DPRD DIY.
‎
Keputusan ini diambil demi menghindari konflik yang lebih luas.
‎
“Ini langkah antisipasi karena rangkaian aksi masih akan berlanjut besok,” kata Rifal.
‎
Di sisi lain, Ketua Forum Komunikasi Jogja Raya, Kusnanto, menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas kawasan Malioboro.
‎
“Malioboro harus tetap aman dan nyaman. Kami tidak ingin ada aksi yang berujung anarkis,” ujarnya.
‎
Namun situasi belum sepenuhnya reda. Juru bicara Aliansi Jogja Memanggil, Bung Koes, mengungkap dugaan kekerasan usai aksi.
‎
Ia menyebut ada kendaraan peserta dihentikan paksa oleh sekelompok orang yang diduga ormas, berujung dugaan pengeroyokan terhadap anggota Serikat Mahasiswa Indonesia.
‎
“Korban dipukul di kepala dan tangan kiri, bahkan ponselnya sempat dirampas,” katanya.
‎
Aliansi pun mendesak aparat segera mengusut tuntas.
‎
“Kami minta penegakan hukum tegas dan jaminan keamanan bagi warga menyampaikan aspirasi,” pungkasnya. (waw)

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru