Kasatgass PRR Tito Karnavian Monitor Progres Rehabilitasi Sinkhole Pascabencana di Aceh Tengah

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Aceh – Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung lokasi terjadinya sinkhole atau lubang raksasa yang terbentuk karena longsoran geologi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Senin (20/4/2026).

Tito ingin memastikan sinkhole atau lubang raksasa tidak semakin meluas dan mengikis lahan warga, mengingat wilayah Aceh masuk dalam tahap rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana. Secara saksama Tito mengamati penjelasan rinci mengenai kondisi longsoran di sekitaran lubang raksasa dari tim penanganan longsoran lubang raksasa yang ditugaskan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Apakah sudah cukup stabil (di beberapa titik pantau). Bagaimana mengatasi tidak turun terus airnya (ke lubang)” tanya Tito kepada tim di lapangan.

Seusai mendengar keterangan yang relatif menunjukkan progres, Tito memberikan dukungan dan apresiasi kepada seluruh tim penanganan longsoran lubang raksasa di Aceh Tengah yang telah berjibaku menangani longsoran agar tidak semakin meluas dan mangancam lahan warga.

Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Yusrizal Kurniwan, mengapresiasi atensi Kasatgas PRR Tito Karnavian yang meninjau langsung kondisi lubang raksasa sekaligus progres penanganan longsoran agar tidak semakin meluas mengikis lahan warga.

Yusrizal menjelaskan, longsoran geologi yang membentuk lubang raksasa tercipta karena longsor yang terjadi secara bertubi- tubi, sehingga membuat tanah yang amblas semakin meluas.

“Perlu diketahui juga, ini terjadi karena ada kondisi tanah yang berpasir,” kata Yusrizal di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, Senin (20/4/2026).

Yusrizal mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan beragam skenario untuk mencegah longsoran meluas. Di antaranya dengan pengalihan jalur dan modifikasi irigasi ke bagian lahan yang lebih stabil agar air tidak terkonsentrasi pada lubang longsoran yang bisa memicu longsor susulan.

“Selain itu, kami juga membuat (sumur) intercept. Tujuannya agar air yang jenuh di longsoran ini bisa dikeluarkan dan sekaligus nanti untuk membuat tata irigasi yang baru,” kata Yusrizal.

Yusrizal mengatakan kondisi lubang sudah jarang terjadi longsoran dan tinggal satu titik yang menjadi fokus dari semula lima titik pantau. Ia menargetkan dalam waktu dekat kondisi sekitar longsoran akan jauh lebih stabil dan tidak mengancam lahan warga.

“Mudah-mudahan bisa permanen stabil sehingga tidak meresahkan masyarakat di sini. Jadinya masyarakat tetap bisa dapat bercocok tani dari cabai dan kopi,” kata Yusrizal.

Sebagai informasi, kunjungan Kasatgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, ke Aceh Tengah merupakan bagian rangkaian agenda meninjau progres rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana, sekaligus memantau perkembangan kondisi terkini penyintas bencana di Aceh.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga dan jajaran Forkopimda se-Kabupaten Aceh Tengah.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Mendagri: Penghargaan dan Insentif Fiskal Dorong Kinerja Optimal Pemda
Kemendagri Beri Insentif Fiskal bagi Daerah Berprestasi di Ajang 2026
Mendagri Tito KarnavianSoroti Pentingnya Infrastruktur dan Konektivitas untuk Sumbagsel
Pemerintah Genjot Rehabilitasi Rumah Penyintas Bencana di Tiga Provinsi Sumatera
Agus Fatoni: Pemda Harus Lakukan Terobosan Pendanaan untuk Percepat Pembangunan
Mendagri Tito Karnavian: Kinerja Nasional Ditentukan Kinerja Pemerintah Daerah
Pemerintah Pastikan Perlindungan Lahan dan Percepatan Pemulihan Sawah Terdampak Bencana
Mendagri Tito Karnavian: Bedah Rumah di Perbatasan Perkuat Nasionalisme dan Ketahanan Negara

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 11:24 WIB

Mendagri: Penghargaan dan Insentif Fiskal Dorong Kinerja Optimal Pemda

Minggu, 26 April 2026 - 09:55 WIB

Kemendagri Beri Insentif Fiskal bagi Daerah Berprestasi di Ajang 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 14:39 WIB

Mendagri Tito KarnavianSoroti Pentingnya Infrastruktur dan Konektivitas untuk Sumbagsel

Sabtu, 25 April 2026 - 14:02 WIB

Pemerintah Genjot Rehabilitasi Rumah Penyintas Bencana di Tiga Provinsi Sumatera

Sabtu, 25 April 2026 - 09:38 WIB

Agus Fatoni: Pemda Harus Lakukan Terobosan Pendanaan untuk Percepat Pembangunan

Berita Terbaru