Peringatan Hari Kartini, DWP Sumsel Kenang Peran Ratu Sinuhun dalam Emansipasi Perempuan

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Palembang — Memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumatera Selatan, Desy Edward, bersama jajaran pengurus DWP Sumsel menziarahi makam Ratu Sinuhun di Sabokingking, 3 Ilir, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sosok Ratu Sinuhun yang dikenal memiliki peran dan kontribusi sebagai legislator pada masanya.

“Pada peringatan Hari Kartini ke-147 ini, kami berziarah ke makam Ratu Sinuhun. Beliau adalah pejuang kesetaraan dan keadilan gender, serta tokoh perempuan yang memperjuangkan penghapusan kekerasan terhadap perempuan pada zamannya,” ujar Desy.

Ia berharap, ziarah ini dapat menjadi pelajaran dan teladan bagi kaum perempuan, khususnya pengurus DWP Sumsel, untuk meneladani semangat Ratu Sinuhun dalam memajukan kaum perempuan.

“Seperti halnya RA Kartini, Ratu Sinuhun merupakan pejuang emansipasi perempuan. Semoga kami dapat mencontoh keteladanannya agar sebagai perempuan tidak mudah menyerah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel, Zaki Aslam, mengungkapkan bahwa saat ini Ratu Sinuhun tengah diusulkan sebagai pahlawan nasional asal Sumatera Selatan. Hal tersebut didasari perannya sebagai pejuang emansipasi perempuan serta kontribusinya dalam pembentukan hukum tertulis di Nusantara.

“Ratu Sinuhun menyusun Kitab Undang-Undang Simbur Cahaya yang mengintegrasikan hukum adat dan syariat Islam. Aturan tersebut diterapkan secara resmi oleh Kesultanan Palembang dan masih digunakan pada masa kolonial Belanda,” jelasnya.

Ia menambahkan, Ratu Sinuhun dikenal sebagai sosok yang berani dan visioner dalam memperjuangkan hak perempuan jauh sebelum era modern, dengan menggabungkan nilai-nilai adat dan prinsip keadilan universal.

Selain itu, melalui berbagai regulasi adat, Ratu Sinuhun juga berperan dalam memperkuat struktur sosial lokal dan mendorong perekonomian masyarakat, termasuk dalam pengaturan perdagangan dan sistem timbangan di pasar tradisional.(LSI)

Smber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

Rumah Tahfidz Tuli Pertama di Sumatera Jadi Episentrum Kegiatan Keagamaan, Herman Deru Beri Apresiasi
Paskibraka Sumsel Dikukuhkan, Herman Deru Dorong Pemuda Berprestasi dan Berkarakter
Sambut Kajati Sumsel Baru, Herman Deru Dorong Penegakan Hukum yang Humanis
Herman Deru Dorong Tol Palembang-Betung Segera Difungsionalkan untuk Nataru 2026
Simak Pidato Presiden, Herman Deru Soroti Fokus Pemerintah Tuntaskan Persoalan Bangsa
491 PNS Sumsel Raih Satyalancana Karya Satya, Herman Deru Tegaskan Hak Penghasilan Tetap Terjaga
Herman Deru Dorong Kolaborasi Pemprov dan Kejati Sumsel untuk Kemajuan Daerah
Gubernur Herman Deru Tegaskan Dukungan Penuh Sumsel terhadap Program MBG

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Rumah Tahfidz Tuli Pertama di Sumatera Jadi Episentrum Kegiatan Keagamaan, Herman Deru Beri Apresiasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Paskibraka Sumsel Dikukuhkan, Herman Deru Dorong Pemuda Berprestasi dan Berkarakter

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Sambut Kajati Sumsel Baru, Herman Deru Dorong Penegakan Hukum yang Humanis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Herman Deru Dorong Tol Palembang-Betung Segera Difungsionalkan untuk Nataru 2026

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:20 WIB

Simak Pidato Presiden, Herman Deru Soroti Fokus Pemerintah Tuntaskan Persoalan Bangsa

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Dasar Dalam Memahami dan Mengimplementasikan UULLAJ

Minggu, 16 Agu 2026 - 21:17 WIB