Pemimpin Kampus Jangan Simbolis, Prof Edy Tegas Soroti Transformasi

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jogja – Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Edy Suandi Hamid, melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan di perguruan tinggi yang dinilai masih cenderung simbolis.
‎
Dalam forum Leadership Conference 2026 di Hotel Santika Premiere ICE BSD City, Sabtu (18/4), ia menegaskan bahwa masa depan kampus sangat ditentukan oleh kualitas pemimpin yang adaptif dan visioner.
‎
“Kepemimpinan akademik tidak boleh hanya menjadi simbol, tapi harus memberi arah nyata,” ujarnya.
‎
Kegiatan yang digelar Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) itu dihadiri sekitar 150 pimpinan perguruan tinggi farmasi dari seluruh Indonesia.
‎
Ketua APTFI, Yandi Syukri, menegaskan pentingnya forum ini sebagai ruang penguatan kapasitas kepemimpinan.
‎
“Ini bukan sekadar pertemuan, tetapi momentum membangun kepemimpinan yang inovatif dan berdaya saing global,” katanya.
‎
Dalam pemaparan bertajuk Best Practices in Private University Governance, Edy mengkritik keras fenomena pemimpin “auto pilot” di kampus.
‎
Ia menyebut gaya kepemimpinan yang hanya fokus pada rutinitas administratif tanpa visi strategis sebagai ancaman serius.
‎
“Kalau pemimpin hanya tanda tangan dan memimpin rapat, tanpa arah jelas, institusi pasti tertinggal,” tegasnya.
‎
Ia menambahkan, seorang pemimpin akademik wajib memiliki integritas, kompetensi, komitmen, serta jaringan luas.
‎
“Kualifikasi pemimpin bukan sekadar jabatan, tapi kemampuan membaca data lokal dan global untuk menentukan langkah strategis,” ujar mantan Ketua Forum Rektor Indonesia itu.
‎
Menurutnya, tanpa pendekatan berbasis data, kampus akan kesulitan bersaing di era global.
‎
Selain itu, Edy juga menyoroti masa depan sektor farmasi di tengah perkembangan kecerdasan buatan.
‎
Ia menilai profesi farmasi tidak akan tergantikan, melainkan bertransformasi.
‎
“Farmasi tidak akan hilang karena AI, justru akan bergerak lebih klinis dan fokus pada pelayanan pasien,” katanya.
‎
Pada hari berikutnya, konferensi turut menghadirkan Khairul Munadi dan Didi Achjari untuk memperdalam pembahasan tata kelola kampus yang lebih substantif. (waw)

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru