Teuku Riefky Harsya: Sinergi Jadi Kunci Hilirisasi dan Komersialisasi IP Lokal

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta, 13 April 2026 – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat kolaborasi dengan Provaliant Group dalam mendorong komersialisasi _intellectual property_ (IP) lokal. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan ekosistem kreatif sekaligus menciptakan ekonomi berkelanjutan.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak, agar kreativitas pegiat ekraf bisa terus berkembang. Dengan demikian, IP lokal dapat tumbuh dan memberikan dampak ekonomi bagi para kreator.

“Kami melihat apa yang sudah dilakukan Provaliant Group sebetulnya bisa mendorong kreativitas IP lokal. Tentu kami siap berkolaborasi supaya masing-masing pihak bisa lebih produktif sehingga kreativitas tak hanya berhenti pada tahap peluncuran (_launching_) saja, tetapi bisa berkelanjutan,” ujar Menteri Ekraf dalam audiensi bersama Provaliant Group di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (13/4).

Provaliant Group adalah perusahaan yang telah berkecimpung lebih dari 16 tahun untuk industri kreatif, khususnya dalam pengembangan dan pengelolaan berbasis IP. Perusahaan ini dikenal sebagai mitra yang menjembatani jenama lokal dan global dengan pasar atau konsumen di Indonesia melalui kampanye strategis, kolaborasi karakter berlisensi, serta event interaktif.

“Untuk melakukan komersialisasi IP, Kementerian Ekraf perlu terhubung dengan pihak lembaga perbankan sehingga kami terus membangun sistem _IP financing_. Sebetulnya IP lokal itu kalau sudah bertemu dengan pasangan yang cocok tentu bisa menarik pengembangan investasi untuk subsektor ekraf. Dengan demikian, kolaborasi bersama Provaliant bisa menjadi kunci dalam mempercepat hilirisasi dan komersialisasi IP lokal,” lanjut Menteri Ekraf.

Sementara itu, CEO Provaliant Group, Chandra Sugiono menekankan komitmen untuk membangun ekosistem IP lokal yang tak sekadar kreatif, tetapi juga memiliki model bisnis yang kuat, baik melalui _pop-up retail_ atau _event_ di tempat-tempat perbelanjaan. Salah satu aktivasi IP yang dikenal yaitu Jakarta Toys and Comics Fair di Kartika Expo Center awal tahun 2026 yang juga dihadiri Menteri Ekraf.

“Kami melihat tantangan terbesar kreator lokal adalah bagaimana IP bisa bertahan dan menghasilkan. Membuat IP itu mudah, tetapi membangun agar bisa hidup, berkembang, dan menghasilkan itu membutuhkan ekosistem. Di sinilah kami ingin berkolaborasi bersama pemerintah,” ujar Chandra Sugiono.

Provaliant juga memaparkan inisiatif untuk mengembangkan IP lokal melalui _event_ seperti hiPlay (local IP festival di mal) dengan tujuan menghadirkan _merchandise_ serta _showcase_ masing-masing IP sehingga menciptakan sumber pendapatan yang beragam dan berkelanjutan.

Kedua pihak menyambut baik inisiatif tersebut dan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut, baik dalam bentuk dukungan kebijakan, fasilitasi ekosistem, maupun penguatan akses pembiayaan berbasis kekayaan intelektual. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal sinergi antara pemerintah dan pegiat industri kreatif dalam mendorong IP lokal Indonesia supaya mampu bersaing ke tingkat nasional maupun global serta menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi kreatif.

Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam audiensi yaitu Plt. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Dian Permanasari; Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam; Staf Khusus Menteri Bidang Manajemen Internal dan Efektivitas Organisasi, Muhammad Yanuar Pranuradhi; Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi, Anggara Hayun Anujuprana; Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Muhamad Fauzy; serta Tenaga Ahli Menteri, Gemintang Kejora Mallarangeng.

Sedangkan perwakilan dari Provaliant Group terdiri dari Head of Commerce, Nungki Pratiwi; Head of Pop Culture Division, Calvin Chandra; Head of Sacca, Riza Satyagraha; beserta Head of Provaliant Studios, Ervina Isleyen.(lsi)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden
Melalui Mediasi Dasco Ahmad, PWI Pusat dan Hotman Paris Tempuh Jalan Damai
Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara
Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga
Perbedaan Proses Penahanan Mantan Jampidsus Disorot, Praktisi Pertanyakan Konsistensi SOP Kejaksaan
Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik
​PFII Solusi Krisis Fiskal Daerah: Dr. Agus Syabarrudin Ajak SMSI dan BPD Kawal Transformasi Pembiayaan Daerah
Memasuki Pekan Ketiga Gerakan Langit Biru, AHY Dorong Komitmen Kader Demokrat Jaga Kelestarian Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:31 WIB

KP-MBG Soroti Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG, Laporan Disampaikan ke Penasihat Khusus Presiden

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:57 WIB

Melalui Mediasi Dasco Ahmad, PWI Pusat dan Hotman Paris Tempuh Jalan Damai

Senin, 27 Juli 2026 - 13:29 WIB

Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:24 WIB

Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:46 WIB

Perbedaan Proses Penahanan Mantan Jampidsus Disorot, Praktisi Pertanyakan Konsistensi SOP Kejaksaan

Berita Terbaru