Tekan Inflasi, Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Fokus Pantau Tren Bulanan

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa inflasi nasional turun menjadi 3,48 persen dan masih berada dalam rentang target pemerintah. Meski demikian, pemerintah daerah (Pemda) diminta tidak berpuas diri serta tetap mewaspadai potensi tekanan inflasi ke depan.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan pembahasan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Bantuan Operasional Kesehatan Pengawasan Obat dan Makanan di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (6/4/2026).

“Kita bersyukur karena inflasi kita terjaga, cukup baik turun ke angka, masuk dalam angka target di bawah 3,5 persen, 3,48 persen, tapi jangan kita berpuas diri,” ujarnya.

Meski capaian tersebut dinilai membaik, kondisi inflasi ini masih belum merata di seluruh wilayah. Selain itu, Mendagri menekankan pentingnya Pemda tidak hanya mengacu pada inflasi tahunan (year on year), tetapi juga mencermati inflasi bulanan (month to month) yang dinilai lebih mencerminkan tren terkini.

“Yang lebih utama sekali sebetulnya adalah month to month, waktu dari bulan ke bulan Februari ke Maret itu yang lebih menggambarkan tren dibanding dari membandingkan di tahun lalu,” jelasnya.

Dalam forum tersebut, Mendagri juga menyoroti sejumlah daerah yang masih mengalami tekanan inflasi bulanan dan meminta kepala daerah segera mengambil langkah konkret.

“Kepala daerah [agar menggelar] rapat TPID, Tim Pengendali Inflasi Daerah. Ini month to month-nya Papua Pegunungan, Papua Barat Daya, NTB, Kaltim, Papua, Sulsel, Jawa Tengah, Kaltara, Bali itu pada posisi yang enggak boleh diam, harus segera bergerak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, sumber tekanan inflasi umumnya berasal dari tiga faktor utama, yakni keterbatasan pasokan, lonjakan permintaan, atau hambatan distribusi. Karena itu, Pemda diminta responsif dalam mengidentifikasi akar masalah dan mengambil langkah cepat, termasuk berkoordinasi dengan distributor maupun melakukan pengawasan terhadap potensi penimbunan.

Selain itu, Mendagri juga menyoroti komoditas pangan strategis, seperti daging ayam ras dan telur ayam ras, yang masih mengalami kenaikan harga di banyak daerah meskipun mulai menunjukkan tren penurunan.

“Daging ayam ras sudah [terjadi] penurunan tapi masih cukup tinggi [di] 148 daerah, telur ayam ras juga menurun dari 256 daerah tapi masih di 145 daerah terjadi kenaikan,” tandasnya.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Dirjen Keuda Tegaskan Anggaran PPPK NTT Aman dan Tercukupi
731 Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Lumpur Pascabencana di Aceh Tamiang
Mendagri Tito Karnavian Soroti Perbaikan Inflasi di Aceh, Sumbar, dan Sumut Pascabencana
Pemda Diminta Perkuat Kebijakan dan Anggaran untuk Penanganan TBC
Satgas PRR Targetkan Aktivasi Listrik dan Air Bersih Huntara Selesai dalam 10 Hari
Pertemuan di Lokasi Bencana, Kasatgas Tito Karnavian Dengarkan Aspirasi Warga Sekumur
Mendagri Tito Instruksikan Praja IPDN Percepat Penanganan Dampak Banjir di Aceh Tamiang
Penyaluran Bantuan Pascabencana, Kasatgas Tito Serap Aspirasi Warga Terkait Huntap dan Air Bersih

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 20:45 WIB

Dirjen Keuda Tegaskan Anggaran PPPK NTT Aman dan Tercukupi

Senin, 6 April 2026 - 20:29 WIB

731 Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Lumpur Pascabencana di Aceh Tamiang

Senin, 6 April 2026 - 15:18 WIB

Mendagri Tito Karnavian Soroti Perbaikan Inflasi di Aceh, Sumbar, dan Sumut Pascabencana

Senin, 6 April 2026 - 14:42 WIB

Pemda Diminta Perkuat Kebijakan dan Anggaran untuk Penanganan TBC

Minggu, 5 April 2026 - 08:42 WIB

Satgas PRR Targetkan Aktivasi Listrik dan Air Bersih Huntara Selesai dalam 10 Hari

Berita Terbaru

Nasional

Dirjen Keuda Tegaskan Anggaran PPPK NTT Aman dan Tercukupi

Senin, 6 Apr 2026 - 20:45 WIB